
Pagi itu mereka berencana untuk pulang ke Indonesia, sebelum pulang maira menyempatkan waktu untuk melihat salju yang masih turun, jika di Indonesia seperti nya tengah musim hujan.
Musim yang menjadi saksi kisah nya yang kelam dan berakhir buram.
"salju kau menjadi saksi cinta seseorang yang selalu aku pandang sebelah mata, kau menghadirkan raga yang Memeluk ku hangat...!"
Gumam Maira menengadahkan tangan nya, mengumpulkan butiran salju hingga membuat ngilu.
Maira menoleh saat Alfa berdiri di samping nya, memiringkan kepalanya menatap wajah cantik kekasih nya itu.
seharusnya mereka berdua sudah menikah jika saja affair itu tidak pernah ada, tapi dengan keadaan itu Alfa belajar bagaimana sabar nya mencintai seseorang.
"kita pulang yuk, yang lain sudah menunggu!"
Maira mengangguk lalu melangkah bersama Alfa.
Waktu terasa begitu lambat, perjalanan seakan memakan waktu yang begitu lama.
Maira bahkan beberapa kali tertidur.
setelah menempuh enam belas jam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara Soekarno-Hatta, Maira merasa lega karena mereka selamat sampai tujuan.
"kita langsung ke parkiran saja, sudah ada Yusuf yang menunggu...."
ujar Zahira sambil memainkan ponselnya.
Maira berjalan beriringan bersama Alfa, Alfa yang membawakan koper milik maira.
Maira tertegun saat melihat seseorang yang ia kenal menggandeng tangan perempuan, Saat itu kian hendak pergi ke London bersama Shira.
Ia memutuskan untuk tinggal di London, bersama kerabat sang papah.
Kian terdiam melihat Maira bersama Alfa, Maira ingin tahu apakah kian akan menyapa nya atau tidak dan ternyata pedih, kian melewati nya begitu saja bersama Shira.
Maira menggigit bibir nya sendiri saat mereka berpapasan seperti orang asing, lalu apa yang pernah di lalui ?
tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir pria itu, ia melangkah menjauh meninggalkan maira yang menghentikan langkahnya.
Shira justru menoleh ke belakang melihat maira dengan perasaan bersalah.
Alfa langsung merengkuh maira yang langsung terisak, kian menoleh sekilas lalu menghapus air mata nya.
"maaf aku Mai, aku tahu setelah ini kamu akan membenci ku tapi aku tidak berdaya dengan keadaan ini, aku tidak ingin kamu bimbang dengan keadaan kita, diam ku menegaskan bahwa aku tidak bisa memenuhi janji kita... Maafkan aku maira !"
Kian kembali melangkah pergi menarik tangan Shira untuk segera bergegas menghampiri pesawat.
__ADS_1
malam ini juga mereka akan pergi meninggalkan Indonesia, Maira menoleh lalu berlari mengejar kian.
"kian tunggu......!"
Alfa tahu bagaimana sakitnya maira, kenapa kian mengabaikan maira begitu saja, padahal maira Hanya ingin pengakuan saja, tapi itu pun tidak kian berikan.
gegas Alfa mengejar maira yang berdiri mematung menatap pesawat melaju cepat hendak mengepakkan sayap nya.
"Maafkan aku maira !"
untuk Kali ini ia tidak bisa menahan air matanya, Shira terpaku melihat kian menderita seperti itu.
sedangkan ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti kian karena Shelomita juga terus mengancam nya.
Maira terdiam dengan nafas tersengal, kenyataan ia masih mengharapkan pria itu tapi kian meninggalkan nya begitu saja.
Maira menyeka air matanya menatap pesawat terbang menjauh membawa cinta nya, seperti ini kah akhir cerita kita ?
Maira menoleh ke arah belakang dimana Alfa masih menunggu nya, perlahan maira berjalan menghampiri pria itu, Alfa tersenyum tipis mencoba untuk sabar dan sadar bahwa ini adalah pilihan nya.
Keinginan nya menjadi rumah singgah untuk maira, bisa saja ia meninggalkan maira dan merelakan nya dengan kian namun kian malah meninggalkan maira, Padahal Alfa akan merelakan maira jika kian mau memperbaiki semua nya.
"kita pulang......!"
Abian sendiri tak banyak berkomentar karena keadaan itu menjadi pilihan nya mereka berdua, Abian mengikuti saja.
Dalam perjalanan maira lebih banyak diam, mencerna apa yang terjadi dalam kehidupan nya.
kian begitu tega meninggalkan nya, mungkin memang ada baiknya ia meninggalkan lukisan diri nya dan kian di Italia.
semua kenangan pahit ia tinggal kan di Itali, maira berpikir kenapa harus terus meratap sementara kian mudah untuk datang dan pergi semaunya.
Maira memperhatikan Alfa yang terlelap dalam tidur nya, seperti nya ia lelah karena dalam perjalanan menuju Indonesia Alfa tidak tidur.
Alfa dan Abian menghabiskan waktu dengan berbincang sedangkan Zahira dan maira terlelap.
tak berselang lama mereka sampai di rumah Alfa, pria itu terbangun kemudian pamit pada maira.
"Abang duluan ya, kalau ada apa apa cepat hubungi Abang !"
Alfa berbicara tanpa beban, Ia bahkan tidak memikirkan kejadian tadi di bandara.
Alfa memaklumi apa yang terjadi antara kian dan Maira, semua butuh waktu dan proses untuk menerima kenyataan yang ada.
kelak semua akan berjalan seperti biasa, tak ada risau atau kegalauan yang merajai hati.
__ADS_1
*
Maira merebahkan tubuh nya di ranjang, Air mata bergulir dari pelupuk matanya, rasa nya begitu pilu mengejar seseorang yang sudah tidak lagi menginginkan kita.
"aku tidak tahu apa yang terjadi, seharusnya kamu jelaskan agar aku tidak berprasangka buruk terhadap mu, kalau pun kita harus berpisah setidaknya secara baik bukan dengan cara meruangi hati dengan benci"
Maira menggambil potret diri nya dan kian yang terpampang di nakas, maira mengambil dan menyimpan nya dalam laci.
"untuk yang pertama dan aku mengemis...."
Maira menyandarkan kepalanya di ranjang, hujan turun semakin membuat sendu.
"berjalan lah tanpa aku, bukan karena aku tak cinta....aku hanya seorang pecundang yang tidak mampu memperjuangkan cinta,maafkan aku maira "
gumam kian menatap gelap nya malam.
Masih kah ada waktu untuk memperbaiki semua nya, masih kah Bisa aku kembali pada mu? adakah jalan untuk kita bersama ?
Kecelakaan itu membuat nya jauh dari Maira, seharusnya kini mereka sudah bersama namun waktu yang cukup lama membuat nya terpisah jarak dan waktu, pertemuan pertama pun menjadi perpisahan sesungguhnya.
jika Maira kini tengah menghadapi hujan sendirian, tak jauh berbeda dengan kian yang menatap salju sendirian, Malam menjelang ia sampai di London karena waktu berbeda dengan Indonesia.
*
Alfa sendiri langsung mengatakan keinginan nya pada sang mama dan papah nya untuk segera meminang Maira, sang mama terperangah dengan apa yang Alfa sampai kan.
"Kamu enggak malu nanti jadi bahan omongan orang menikah dengan maira?"
ujar sang mama membuat Alfa tertegun
"semua orang tahu kalau Maira yang merusak rumah tangga Luna Azmi... kamu lupa?"
Sambung sang Mama.
"itu sudah berlalu, Alfa akan tetap menikahi Maira..... tidak perduli Mama mau setuju atau tidak !"
ujar Alfa beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan mereka yang tertegun.
"aku bukan pecundang yang takut memperjuangkan cintanya, aku akan menghadapi apapun resikonya, yang terpenting aku Bisa menjaga dan melindungi maira !"
batin Alfa berjalan masuk ke dalam kamar nya.
bersambung....
happy reading 😍
__ADS_1