
Semua mata tertuju pada kedua pengantin yang Memasuki ruangan ballroom hotel tersebut, Maira begitu cantik. dan Alfa pun begitu tampan.
Alfa terus menggandeng tangan Maira hingga Sampai di pelaminan, para tamu bukan nya berkurang justru tambah banyak hampir memenuhi ruangan berkapasitas besar itu.
Semua kolega bisnis Alfa datang memberikan selamat.
Abian dan Zahira melihat maira tersenyum bahagia, keduanya bersyukur karena Maira berada di tangan yang tepat, sebenarnya kian juga baik ia bahkan memiliki kinerja yang baik dalam berkarya namun entah apa yang membuat nya pergi meninggalkan Maira, padahal saat itu Abian mengalah untuk kebahagiaan Maira.
kejadian itu sudah berlalu, Maira sudah melewati masa menyedihkan itu, dan kini tinggal lah kebahagiaan.
Abian berharap Alfa bisa menjadi pendamping hidup terbaik untuk Maira.
waktu terus berjalan, beberapa kerabat ada yang ikut bernyanyi melantunkan lagu keinginan mereka sendiri, berjoget gembira dengan gempita.
dan Maria begitu senang saat mendapatkan kesempatan untuk duduk, beberapa kolega bisnis Alfa memuji kecantikan istri nya, Alfa hanya senyum meski sebenarnya tidak rela mereka melihat kecantikan Istri nya itu.
siang berlalu, malam berganti. beberapa kerabat sudah berpamitan pulang. tamu juga sudah mulai berkurang.
Maira meminta untuk masuk ke dalam kamar hotel terlebih dahulu di temani Zahira dan Zahra yang membantu memegangi gaun yang di pakai oleh Maira.
"kamar hotel nya Bagus kak...!"
ujar Zahra senyum memindai ruangan tersebut, maira hanya tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi pagi.
ruangan ini menjadi saksi Cinta itu mulai tumbuh dan berkembang, Saat ini Maira bahkan merindukan Alfa.
"ya sudah mama bantu kamu buka gaun nya, setelah itu kamu istirahat Mai !"
"Ya, Mai mau Sholat isya dulu mah sebelum tidur !"
Zahira mengangguk, sesuai instruksi Zahira dan Zahra akan menemani Maira hingga Alfa datang, Abian memperketat pengamanan dengan beberapa bodyguard yang terus berjaga jaga di sekitar kamar hotel tersebut.
Zahira tersenyum saat melihat Maira naik ke ranjang menggunakan lingerie berwarna merah maroon, cantik dan seksi.
tak berselang lama Maira langsung tertidur pulas dengan selimut tebal nya, mungkin karena Maira kelelahan.
setengah jam kemudian Alfa masuk ke dalam kamar tersebut, terlihat Zahira dan Zahra tengah berbincang.
"kamu sudah kembali ?!"
Zahira beranjak dari duduknya lalu menghampiri Alfa.
"ya, terima kasih sudah menemani Maira mah!"
Zahira mengangguk lalu keluar dari kamar itu bersama Zahra.
Alfa masuk ke dalam kamar dan melihat Maira sudah terlelap tidur, kasihan ia kelelahan menghadapi tamu yang berjibun.
Gegas Alfa masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.
tak lama Alfa Keluar dari kamar mandi dan melihat maira seperti gelisah namun hanya sejenak kemudian kembali terlelap.
*
Maira berlari bersama Alfa menghindari kejaran beberapa orang yang membawa senjata.
"ayo Mai... cepat kita harus segera melarikan diri..."
ujar Alfa menarik tangan maira.
terlihat mereka semakin banyak dan tak segan segan menembak kan peluru hingga suaranya memekakkan telinga membuat kalut.
__ADS_1
"ah aku takut...."
teriak maira berlari semakin kencang meski kaki nya terasa sakit.
dor.
dor.....
dor....
beberapa tembakan di layang kan oleh para penjahat itu, beberapa diantaranya mengenai tubuh Alfa yang langsung tergelak bersimbah darah.
"bang, ayo bangun! aku takut ...!"
"maira ayo pergi dengan ku, kita harus segera meninggalkan tempat ini !"
ujar seorang pria yang tidak di sangka keberadaan nya.
kian........
"Pergilah Mai, kau harus menyelamatkan diri.."
ujar Alfa terbata menahan darah yang terus keluar.
"enggak aku enggak mungkin meninggalkan kamu bang !" jawab maira sambil menyeka air matanya.
"pergi Mai, sebelum mereka sampai!"
Maira menggeleng kan kepala nya menggenggam tangan Alfa.
"Mai ayo pergi dengan ku !"
ujar kian menarik tangan maira namun Maira mendorong tubuh kian.
ujar Maira menangis tersedu.
*
*
*
Alfa memperhatikan maira yang tertidur gelisah, keringat mengucur di pelipis nya dan yang membuat Alfa heran, tiba tiba maira menangis.
Gegas Alfa naik ke ranjang mendekati Istri nya itu, menyentuh bahu maira lalu membangun kan nya.
"Mai, sayang kamu kenapa ?"
Maira terhenyak kembali ke alam bawah sadarnya, menatap wajah Alfa dengan nafas memburu.
Ternyata itu hanya mimpi, Maira langsung mendekap erat tubuh Alfa lalu terisak.
entah kenapa kian hadir dalam mimpi nya, padahal Ia sama sekali tak mengingat pria itu.
"aku takut, seseorang mengejar ku dan ingin membunuh ku !"
ujar Maira membuat Alfa tertegun.
"sayang tenang lah itu hanya Mimpi.!"
Balas Alfa memeluk istrinya itu.
__ADS_1
Maira terus terisak karena dalam mimpi itu Alfa meninggal kan nya.
dan entah kenapa tiba-tiba ada kian yang mengajaknya pergi.
"jangan minta aku untuk pergi, apapun keadaannya aku tidak ingin kembali pada kesalahan yang sama !"
ujar Maira membuat Alfa diam tak mengerti.
"sayang, kenapa bicara seperti itu hm?"
Alfa memangku wajah Maira lalu menyeka air matanya.
"ini adalah malam pengantin kita, jangan ada air mata kesedihan, itu hanya mimpi !"
Jawab Alfa lalu kembali memeluk maira.
bayang bayang kejadian itu memutar membuat maira takut jika mimpi itu menjadi kenyataan.
Alfa menyimpan kopiah nya di nakas lalu membaringkan maira sambil merengkuh nya.
"aku berjuang keras mendapatkan mu, jadi mana mungkin aku memintamu pergi, Apapun keadaannya aku akan selalu menjaga dan berusaha membahagiakan mu, Maira Aurora...! tenang lah itu hanya bunga tidur..."
Alfa membalikkan tubuh maira agar menghadap nya, memindai keseluruhan istri nya itu, tetap cantik dengan makeup natural nya.
tetap menggoda meski tubuh nya tertutup selimut tebal, namun Alfa tahu bahwa keindahan tersembunyi di bawah sana.
Maira tersenyum kecil saat Alfa terus menatap nya lekat, waktu menunjukkan pukul sebelas malam.
semua orang juga seperti nya sudah tertidur pulas setelah aktivitas melelahkan.
"kamu lelah Mai ?"
Maira mengangguk kecil, wajah nya kembali merona, ia tahu maksud suami nya itu.
"hm, Abang belum mau tidur ?"
tanya Maira sedikit menunduk menatap pakaian yang masih di kenakan oleh suami nya itu, Koko bercorak berwarna putih tulang.
"sebentar ya Abang ganti baju dulu !"
Alfa beranjak dari ranjang lalu membuka Koko nya dan kembali dengan bertelanjang dada hanya menggunakan celana pendek saja.
Maira memindai tangan Alfa, dimana masih terlihat jelas luka tembakan itu.
Maira masih ingat saat ia berusaha mengeluarkan Peluru pada luka tembakan itu, Mai tahu rasanya sakit bukan main.
Maira duduk dan meraba bekas luka itu, Alfa menyentuh tangan maira lalu mencium nya.
"Terima kasih sudah pernah menyelamatkan aku, seharusnya sejak lama aku sadar akan kekeliruan ku dalam mengambil keputusan...!"
Alfa merebah kan tubuh maira lalu mengungkung nya.
"itu adalah masa perjuangan ku, dan saat ini aku tengah menikmati manisnya kesabaran !"
ujar Alfa lalu meraih bibir Maira.
Rasanya candu untuk kembali mencumbu apalagi Maira mempersembahkan tanpa penolakan.
Indahnya hubungan yang melibatkan Tuhan di dalam nya, Apapun yang kita lakukan dengan pasangan halal akan berbuah pahala, dan tak takut dosa selama kita mengikuti sunah nabi, berbeda dengan hubungan tanpa ikatan halal, hanya berbuah dosa dan banyak ketakutan.
begitu juga yang dirasakan oleh Maira, keindahan yang tercipta bersama Alfa mampu melebur rasa bersama kian.
__ADS_1
bersambung...
happy reading...