Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
penghianatan.


__ADS_3

Abian tertegun saat Maira mengatakan bahwa ia di keluarkan dari kampus, Maira bersidekap tak ingin memusingkan hal itu, ternyata terang terangan mereka menentang hubungan nya dengan kian.


tapi Maira tak kan menyerah dengan keadaan, ia akan tetap bertahan pada cinta nya.


"kamu lanjutkan kuliah di Italia saja, jadi untuk seterusnya kamu akan tinggal di sana !"


ujar Abian, mungkin keadaan itu lebih baik karena dengan itu maira bisa menjauh dari kian.


"tapi pah?" Maira pikir Abian akan mencarikan universitas yang baru di Indonesia setelah mereka kembali.


"Mai, tolong kamu nurut sama papah ya, sejauh apapun melangkah kalau cinta dia akan mencari mu jadi kamu tidak perlu Risau akan hal itu...!"


jawab Abian lalu meminta supir melanjutkan perjalanan menuju bandara.


*


Diva tidak percaya dengan apa yang Maira katakan, tapi Erlin sendiri tak menyangkal hal itu.


Jadi selama ini Erlin sahabat nya sendiri telah mengkhianati nya, pantas saja endru selalu menolak saat diva meminta nya untuk bertemu dengan kedua orang tua nya.


"jadi yang gila disini bukan hanya maira, tapi Lo juga... pantesan kalian terlihat akrab..gue kecewa punya teman kayak Lo"


"ya gue emang salah tapi selama ini endru enggak cinta sama Lo, dia itu cinta sama gue"


diva terkekeh geli mendengar kata cinta.


"jadi karena itu Lo enggak memikirkan perasaan gue, dasar munafik Lo. apa bedanya Lo sama maira, dasar naif "


ujar diva meninggal kan Erlin sendiri, hati nya hancur karena pengkhianat sahabat nya sendiri.


**


siang itu Alfa meminta bertemu dengan kian, Alfa ingin berbicara mengenai maira juga pesanan lukisan nya yang tinggal beberapa lagi.


dengan jantan kian menyanggupinya, ia tidak akan menghindari apapun mengenai Maira.


setelah masalah terungkap ia juga akan mengadakan konferensi pers agar masalah nya jelas karena sebenarnya Luna juga memiliki affair dengan Syam.


Masih terasa perih atas penolakan maira terhadap nya, bagaimana tidak ia terlanjur mencintai gadis itu dan sekarang tiba tiba masalah ini merebak membuat nyeri, bahkan orang tua nya menyuruh nya untuk menjauhi maira.


"kalau itu suatu kebenaran, Mama enggak mau kamu melanjutkan hubungan kamu dengan maira, bikin malu. udah tunangan sama kamu malah pacaran sama pria yang sudah menikah... dasar enggak punya moral"


hal itu sudah menjelaskan bahwa keluarga Maira sudah mencoreng wajah nya, tapi ia terlanjur jatuh cinta dan rasanya begitu sakit dengan keadaan ini.

__ADS_1


saat berpisah dengan Rosa, ia tidak mengalami hal ini, dengan mudah Alfa melupakan Rosa. dan di saat ia ingin serius dengan hubungan nya maira malah menghancurkan mimpi nya.


Alfa melipat kedua tangannya di dada, duduk di hadapan kian yang bersikap biasa saja. seakan tak melakukan kesalahan.


keduanya bertemu di ruangan tertutup di sebuah restoran ternama di kota itu.


"gue enggak nyangka Lo punya hubungan sama calon istri gue, apa Lo sengaja melakukan hal itu, gue yang support Lo sejak awal...gue juga yang bantu Lo untuk bikin pameran lukisan, sekarang Lo tikam gue dengan cara lo berhubungan dengan perempuan yang menjadi calon istri gue .."


ujar Alfa menahan kepedihan.


"awal nya gue enggak tahu, tapi gue terlanjur cinta sama maira... apa yang gue jalani dengan maira itu berdasarkan cinta, kita saling mencintai..gue minta maaf, kalau karena hal ini Lo ingin memutus kontrak kerja, gue terima..."


"apa yang lo mau dari maira...? bahkan belum lama gue minta Lo melukis gue sama maira dan ternyata di belakang Lo mempermainkan gue, gue juga cinta sama maira !"


kian tertegun mendengar hal itu.


"baru aja gue mau mencari tanggal pernikahan, tiba tiba kalian melemparkan sembilu ke dada gue !"


tambah Alfa dengan nafas memburu.


"gue minta maaf....gue juga cinta sama maira, gue akan balikin duit Lo !"


kian beranjak dari duduknya namun cepat Alfa menarik lalu menghantam kian dengan pukulan hingga terjengkang.


"Lo pikir semudah itu ? Lo harus bayar sakit hati gue!"


"astaghfirullah..bang Al, hentikan !"


ucap Rosa yang langsung menarik Alfa.


kian terkekeh menyentuh sudut bibirnya nya yang berdarah.


"jadi seperti itu cara Lo Al, gue juga enggak tahu kenapa maira begitu mudah membuat gue jatuh cinta, seperti nya Lo juga merasakan..gue tantang Lo untuk merebut hati maira, silahkan saja. kita bersaing secara sehat...!"


ujar kian lalu pergi meninggalkan Alfa dan Rosa.


Rosa menoleh ke arah Alfa yang tidak bergeming, dulu ia begitu menginginkan Rosa tapi dengan mudah ia berubah haluan. hanya ada Maira dalam benaknya dan hal itu hampir membuat nya gila.


Rosa sendiri tidak menyangka karena Alfa yang ia kenal sudah berubah, Maira berhasil mengalihkan hati Alfa pada nya, tapi dengan kejadian ini Rosa yakin hal itu menyakiti Alfa.


"bang Alfa tidak apa apa ?"


tanya Rosa mencair kan suasana.

__ADS_1


"tidak, seharusnya kamu tidak mencegah ku untuk menghajar nya...!"


"tapi masalah tidak akan selesai dengan kekerasan !"


Jawab Rosa lalu pergi meninggalkan Alfa sendiri bersama Rian asisten nya.


Rosa merasa pedih dengan keadaan itu, Alfa benar benar berubah, tak ada harapan untuk kembali pada masa lalu.


**


setelah menemui Alfa, kian mendatangi rumah utama sesuai permintaan Shelomita tadi di telpon.


Shelomita menggelengkan kepalanya melihat kian, putra keduanya.


wajah nya lebam sudah di pastikan kalau kian habis berkelahi dengan seseorang.


"masalah apa lagi yang kamu buat, Mama tuh enggak habis pikir Ki..kamu mencoreng muka Mama !"


kian tetap diam, Luna duduk di samping Shelomita.


"putuskan hubungan kamu dengan perempuan itu, Luna sedang hamil anak kamu, sudahi perkara kalian di pengadilan agama...!"


"tidak, kian enggak cinta sama Luna.dan bayi itu bukan anak saya !"


Luna pura pura menangis pilu mendengar apa yang kian lontarkan.


"aku memang tidak menyiakan kesempatan untuk tidur dengan mu Luna, meskipun aku tidak pernah mencintai mu..."


ujar kian membuat Shelomita melayang kan tangannya pada pipi kian yang lebam.


"silahkan mama pukul kian, kalau itu bisa bikin mama puas, tapi kian dan Luna akan tetap bercerai...dan kian akan membuktikan bahwa bayi dalam kandungan Shelomita bukan darah daging ku...!"


ujar kian kembali merasakan perih pada pipinya.


"dan Lo...!"


tunjuk kian pada Luna.


"gue juga bisa bikin konferensi pers seperti yang Lo lakukan, jangan berpikir kalau gue enggak punya bukti perselingkuhan Lo dengan Syam, dan gue yakin kalau anak itu anak syam, jangan Lo pungkiri kalau kita sama sama menikmati perselingkuhan itu..."


sambung kian membuat Luna dan Shelomita bungkam.


kian melenggang pergi meninggalkan rumah tersebut, sejak lama ia muak dengan semua Sandiwara ini.

__ADS_1


bersambung..


.


__ADS_2