Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
main-main.


__ADS_3

beberapa hari kemudian....


Maira tersenyum senang saat kian mengatakan bahwa ia sudah melayang kan cerai pada Luna, cinta membuat nya buta.


bisa bisa nya ia bersuka hati dibawah kepedihan seseorang yang juga sama seorang perempuan.


"kamu sabar ya, kita jalan pelan pelan aja Mai, aku harap kamu mau bersabar sampai aku dan Luna berpisah ...!"


ujarnya kian dan di anggukkan oleh maira yang memeluk leher kian.


kian senyum menatap netra milik maira, beralih ke bibir nya yang ranum berwarna merah muda.


maira senyum saat kian mulai mendekat kan wajahnya, meraup bibir nya perlahan.


kian tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Maira, gadis itu juga tidak pernah menolak bahkan maira pasrah di bawah kendali nya.


maira memejamkan mata nya saat kian memperdalam ciuman nya, tangan nya bergerak menyentuh perut nya yang rata membuat maira terkesiap karena geli.


"kenapa hm...?"


tanya kian tersengal menatap maira yang bersemu merah.


"geli tahu kak...!"


jawab maira memukul pundak kian lalu terkekeh bersama kemudian kembali menautkan bibir namun keduanya terpisah saat mendengar mobil berhenti di depan galery.


cepat maira merapikan rambutnya dan kembali ke kursi menghadap Kanvas.


siang itu Shelomita meminta Luna untuk melihat keadaan kian di galery, tentu saja Luna tidak menolak.


luna langsung masuk ke dalam galery, alis nya terpaut saat melihat maira, sahabat Erlin adik nya.


"maira....?"


seru Luna masuk menghampiri, Maria menoleh lalu tersenyum.


kian sendiri berada di belakang membereskan lukisan yang sudah siap kirim.


"kamu ngapain di sini ?"


tanya Luna sedikit heran.


"kamu yang ngapain ke sini, maira itu kerja di galery ini .dia kan bisa melukis, Erlin juga tahu !"


"oh......aku datang untuk melihat keadaan mu, mama yang minta, ayolah Ki kita perbaiki semua nya !"


ujar Luna terang terangan di hadapan Maira, entah kenapa Luna merasa ada sesuatu yang kian sembunyikan di galery, mereka juga hanya berdua saja di tempat itu.


"aku sibuk, sebaiknya kamu pulang !"


sahut kian acuh lalu duduk di kursi, maira tersenyum dalam hati lalu kembali fokus dengan lukisan nya.


"aku akan tetap di sini sampai maira pulang dan menyelesaikan lukisan nya."


jawaban Luna duduk di sofa panjang, tempat biasa kedua nya bersama.


"ya sudah, Mai lanjut besok saja sekalian ajak diva kak, Mai pamit pulang !"


Tutur maira membuat kian tertegun, Maria pergi meninggalkan mereka berdua.


"kamu tuh apa sih ?"


sahut kian namun Luna acuh tak peduli dengan sikap pria itu.

__ADS_1


maira menunggu taksi yang lewat, berdiri di pinggir jalan sambil memainkan ponselnya.


sebuah mobil mewah tiba tiba berhenti di hadapan nya, maira tertegun saat pemilik mobil tersebut membuka kaca.


"bang Alfa ?"


Alfa mengerutkan kening nya saat melihat tempat dimana maira berdiri, bukan kah itu galery milik Kiandra.


"kamu abis ngapain ?"


tanya Alfa turun dari mobil, terlihat supir juga membuka kaca.


"ya terserah aku lah....!"


Alfa menghela nafas lalu mengajak maira untuk masuk ke dalam mobil.


"aku antar Kamu pulang !"


ujar Alfa, maira tak menolak karena memang tak ada taksi yang lewat, cuaca juga sudah mendung.


"aku tanya Mai, kamu ngapain di galery?"


Alfa kembali bertanya saat mobil melaju.


"main, galery itu milik kakak ipar sahabat Mai ?!"


Maira menopang kepala nya tak ingin berbicara lagi dengan Alfa.


"kemana kerudung mu Mai ?"


lagi lagi Alfa bertanya.


"di rumah, aku enggak suka pakai kerudung !"


ujar Alfa mulai geram dengan kelakuan calon istri nya itu.


"aku belum siap, jadi jangan mengatur ku karena kita baru bertunangan !"


balas maira lalu menutup telinga tak mau mendengar kan Alfa bicara.


"apa kamu senang melihat pria tergoda oleh kecantikan mu ?"


tanya Alfa, namun maira bungkam tak menjawab.


Alfa Hanya menghela nafas berat melihat sikap acuh maira yang tidak mau di atur.


"ikut dengan ku ke hotel !"


seru Alfa membuat maira menoleh.


"untuk apa ? aku mau pulang !"


"kita bercinta, bukan kah Tempo hari kamu menantang ku Mai !"


"hah... enggak, jangan aneh-aneh. aku lapor papah baru tahu !"


"kenapa tidak mau, bukan kah sebentar lagi kita akan menikah !"


maira terperangah mendengar apa yang Alfa sampai kan, tak selang begitu lama mereka sampai di hotel.


"ayo keluar...aku sudah memesan kamar residen Swit untuk kita!"


Alfa terkekeh dalam hati melihat maira yang langsung melebarkan matanya.

__ADS_1


Alfa ingin tahu sampai mana kenakalan gadis itu, apa yang akan maira lakukan.


"aku tidak takut !"


tantang maira setengah hati menggigit bibirnya sendiri.


"baiklah, ayo calon istri ku!"


"enggak Alfa, berani kamu ?"


tanya maira terkesiap saat Alfa mengangkat tubuhnya keluar dari mobil.


"lepas !"


titah maira meronta, banyak yang memperhatikan Alfa yang membawa maira ke dalam hotel tersebut.


Alfa senyum dalam Hati melihat ekspresi wajah maira tampak pucat, ia sukses mengerjai Maira, terlihat wajah nya ketakutan.


"lepas bang, jangan macam macam !"


ucap maira dengan gemeretak Gigi nya mencoba untuk turun dari pangkuan Alfa namun tidak bisa karena Alfa mengeratkan pegangannya.


Maira mengigit bibir nya saat Alfa benar benar membawa nya masuk ke dalam kamar hotel.


"aku ingin mendengar kamu merintih seperti waktu itu, seperti nya seru!"


"enggak........!"


teriak maira memekakkan telinga Alfa yang langsung menjatuhkan maira ke ranjang besar dengan seprei berwarna putih, maira sendiri reflek menarik dasi Alfa, pria itu pun terkesiap dan menindih tubuh maira.


kedua nya sama sama terdiam, maira merasakan jantung Alfa berdetak kencang.


"Alfa......!"


teriak maira lalu mendorong tubuh Alfa yang langsung jatuh ke bawah.


Maira langsung tertawa melihat Alfa terjungkal ke bawah, berlari saat Alfa bangkit hendak mengejar nya.


"awas ya kamu mai ?"


Alfa mengejar maira dengan cepat, menarik tangan nya lalu merengkuh tubuh maira yang langsung membeku, Alfa pun terdiam saat keduanya kembali bertemu.


"Mai, kita menikah !"


ujar Alfa membuat maira menjauh dan melepaskan pelukan Alfa.


"tidak, aku belum siap...hm, aku mau pulang!


aku rasa sudah cukup main main nya ?"


sahut maira menunduk.


"aku tidak main-main Mai, aku menginginkanmu...aku jatuh cinta sama kamu Mai, aku ingin kita bersama tanpa takut dosa!"


maira menelan Saliva nya lalu membalik tubuhnya untuk pergi namun cepat Alfa menarik nya kembali.


maira tertegun saat Alfa mengecup kepala nya, "aku tidak bisa melihat mu seperti ini Mai, aku ingin seperti ini ketika kita sudah menikah.. aku tidak rela orang lain melihat keindahan mu !"


maira melepaskan diri lalu pergi meninggalkan Alfa yang mematung sendiri.


bersambung....


terima kasih sudah mampir,😍😍

__ADS_1


__ADS_2