Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
talak.


__ADS_3

"apa maksud kamu Ki...? kenapa tiba tiba kamu berucap seperti itu ?"


tanya Luna memindai wajah kian, terdiam dengan kecemasan kian mengetahui hubungan nya dengan Syam, bagaimana caranya mencari alasan untuk membatalkan keinginan itu.


"aku tahu selama ini kamu juga penat dengan semua ini, kita akhiri saja...aku tidak pernah mencintai mu!"


ujar kian begitu menohok hati meski Luna tahu itu tapi pengungkapan itu terasa menyakitkan.


"aku tidak mau bercerai dengan mu, aku mau memperbaiki semua nya Ki...?"


kian terkekeh kecil membalikkan tubuhnya membelakangi Luna yang mematung sendiri.


"aku tidak bisa memperbaiki sesuatu yang awalnya sudah rusak....aku lelah dengan semua sandiwara ini !"


kian tetap pada pendiriannya, ia tidak ingin menunda lagi waktu.


"aku tidak mau.....aku mau memperbaiki semuanya !"


"harus aku beri tahu kamu, apa alasan kuat aku menggugat cerai mu ? aku rasa kamu juga tahu itu, apa harus aku membeber kan nya di depan mu !"


Luna termangu sendiri, ia mengerti maksud kian tentang hubungan nya dengan Syam.


"aku minta maaf Ki, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya !"


"tidak, aku tetap akan menggugat cerai mu...malam ini kamu aku talak!"


Luna menggigit bibir nya mendengar kata talak yang terlontar dari mulut kian, sakit dan kecewa karena kian langsung menceraikan nya.


"baiklah, tapi aku tidak akan tinggal diam, aku yakin kamu juga pasti menyembunyikan sesuatu dari aku...!"


"apa itu ?"


tanya kian santai memindai wajah Luna tampak sendu lalu terisak.


"aku tidak tahu, tapi aku akan mencari tahu!"


ujar Luna lalu pergi meninggalkan kian berlari menuruni anak tangga.


Shelomita yang melihat hal itu bergegas menghentikan langkah Luna yang menyeka air matanya.


"ada apa Luna ?"


tanya sang mertua.

__ADS_1


"mah, Luna di talak oleh kian... sekarang Luna bukan menantu mama lagi !"


Shelomita langsung tertegun mendengar hal itu, reflek wajah nya mengangkat ke atas dimana kamar mereka berada.


"kamu jangan pergi dulu, masuk lah ke kamar tamu, biar mama bicara dengan kian !"


Luna mengangguk lalu menuruti apa kata mertua nya itu.


gegas Shelomita menaiki tangga melangkah menuju ruangan dimana kian berada.


"kian.... kenapa baru sehari kalian tinggal di rumah ini kemudian kamu memutuskan untuk berpisah dengan Luna, ada masalah apa ?"


tanya Shelomita pada kian yang tengah memasuki pakaian nya ke dalam tas.


"apa tidak bisa semua di bicarakan secara baik baik....!"


sambung Shelomita menghentikan gerak kian, menengadahkan wajahnya memindai Shelomita mita.


"aku tidak bisa lagi menunda keinginan itu saat aku tahu kalau Luna memiliki hubungan dengan Syam....hal itu sudah cukup kuat untuk menjatuhkan nya talak, selama ini dia juga penat dengan rumah tangga ini..."


Shelomita tertegun mendengar hal itu, benarkah menantu nya memiliki hubungan dengan pria lain ?


"ya, tapi apa semua sudah kamu selidiki dengan pasti ?"


"aku bukan sembarang orang yang berani mengambil keputusan tanpa pemikiran yang matang, aku ingin hidup sesuai dengan keinginan ku sendiri....!"


"apa karena Shira kamu seperti ini, sampai kapan ? bahkan Shira sendiri sudah bahagia dan memiliki kehidupan masing-masing..."


penuturan itu justru membuka luka lama yang sudah kian kubur dalam lubuk hati nya.


"seandainya Luna lebih baik dari shira mungkin aku akan mempertahankan semua ini tapi ternyata dia tak jauh lebih baik dari shira....!"


ungkap kian yang kecewa dengan pilihan sang mama, namun ia kini sudah menemukan seseorang yang bisa membuat nya melupakan shira dan kian tidak ingin kehilangan lagi.


"terserah apa kata Mama, tapi kian akan tetap memproses perceraian antara kian dan Luna !"


Shelomita terdiam, kian memang keras kepala dan tak mudah untuk mengatur nya.


"aku akan tinggal di galery, tempat dimana aku merasa hidup !


maaf kan kian jika kian membuat Mama dan papa kecewa, percaya lah bahwa Andhika adalah orang yang tepat untuk memimpin perusahaan !"


sambung kian lalu pergi meninggalkan Shelomita yang mematung sendiri, ia tidak bisa membantah atau merubah keputusan yang sudah di ambil kian, sejak kecil ia sudah memilih jalan hidup nya dengan sekolah dimana, apa yang ia suka dan tidak ia suka ia tunjukkan tanpa ragu.

__ADS_1


apa yang ia pilih menjadi hal yang tidak Bisa Shelomita rubah.


kian memang keras kepala, dan tidak mau di atur, pernikahan yang ia jalani pun karena sebuah keterpaksaan karena Shira yang meminta kalau tidak ia juga tidak akan mau.


"ayo lah kak, menikah lah dengan kak Luna.. yakin lah pilihan mama yang terbaik, Shira tidak mau kalau mama benci sama Shira Karena.....!"


Shira terdiam, kehadiran nya di rumah itu juga karena keinginan sang papa karena tidak memiliki anak perempuan, bukan untuk di jadikan sebagai menantu. Shelomita sendiri awal nya memang tak begitu menginginkan shira, hingga ia menentang keras saat kian menginginkan Shira. saat itu juga Shelomita menjodohkan Shira dengan anak kolega bisnis nya.


"lupakan semua tentang kita, Shira juga sudah bahagia dengan suami Shira kak..."


mendengar hal itu membuat kian kecewa dan terpaksa menerima perjodohan itu.


Shelomita mendatangi Luna yang tengah meringkuk di ranjang sambil terisak.


"Luna....!"


panggil Shelomita membuat Luna menoleh.


"ma.... bagaimana ?"


tanya Luna duduk di tepi ranjang.


"kian memang keras kepala, tapi semoga besok ia merubah keputusan nya.


sekarang biar kan ia berpikir, Kamu tetap di sini !"


ujar Shelomita senyum lalu memeluk menantunya itu.


Shelomita kembali ke kamar dan suaminya masih sibuk dengan laptop nya.


Shelomita duduk di samping sang suami lalu menceritakan tentang putra bungsu nya itu.


"biarkan saja, dari dulu ia memang susah di atur ! yang terpenting kita sudah mengarah kan nya....dia tidak pernah memikirkan perasaan kita sebagai orang tua, bertindak sesuka hati tanpa perduli dengan orang sekitar.... aku sendiri tak mau ambil pusing !"


jawab sang suami lalu menyimpan laptop nya dan kembali untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah.


Luna tidak percaya kian langsung menceraikan nya, ia memang salah tapi semua terjadi juga karena dirinya yang tidak seperti suami yang lain, ia acuh dan datang semau nya.


namun Luna tetap pada tempatnya, ia tak akan tinggal diam dan membiarkan semua begitu saja, kalau bisa ia akan membuat perceraian itu tak jadi.


Luna termenung, sudah satu Minggu ini ia tidak mendapatkan tamu bulanan, Luna berharap kalau ia hamil dan bisa membatalkan perceraian mereka dengan itu ia akan tetap menjadi istri dari pria itu.


Luna tersenyum dengan ide cemerlang nya Itu, ia tidak akan Melepaskan kian begitu saja.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2