
Abian memperhatikan maira yang masuk dari pintu gerbang dengan berjalan kaki menggunakan payung, waktu sudah hampir mau isya dan maira baru sampai di rumah.
Maira tertegun saat Abian membuka pintu rumah, terlihat ia memindai penampilan Maira yang sedikit basah.
"mana mobil kamu Mai?"
tanya Abian mencoba untuk bersabar menghadapi Maria, Zahira bilang mama nya Alfa menunggu sampai sore, tapi maira tak kunjung pulang.
"mogok....pa!"
jawab maira sambil menutup payung tersebut.
"masa sih mai, itu kan mobil baru mana mungkin mogok!"
balas Abian mengikuti langkah maira masuk ke dalam rumah, terpaksa maira berbohong karena tak mungkin juga ia berkata jujur tentang kian.
"ya emang kayak gitu pah, kalau enggak mogok enggak mungkin Mai tinggal!"
jawab maira, zahira memperhatikan keduanya berbicara sambil berjalan.
"udah ya, maira capek banget dan mau istirahat!"
ujar maira saat hendak naik ke tangga.
Abian hanya menghela nafas berat membiarkan maira melangkah menaiki tangga.
"kamu sabar, biar nanti aku yang bicara dengan maira...!"
ujar Zahira menyentuh pundak Abian.
"ya sudah....!"
jawab Abian lalu masuk ke kamar bersama Zahira.
**
Maira menghempaskan tubuhnya ke ranjang, tersenyum sendiri mengingat kebersamaan nya dengan kian, namun senyum nya tertahan tak kala mengingat status mereka.
kian sudah menikah dan ia juga sudah bertunangan, lalu kenapa rasa nyaman itu hadir diantara kedua nya, bahkan kian Juga merasa kan hal yang sama.
senyum sendiri mengingat gadis cantik yang masih polos itu, banyak hal yang membuat kedua nya nyambung hingga tak ada obrolan yang membosankan, kian merasa hidup saat bersama maira.
kian menoleh ke arah ponsel yang berdering terlihat Luna melakukan panggilan telepon.namun kian mengabaikan dan memilih untuk memejamkan mata nya.
ke esok kan harinya...
Maira turun dari tangga dan melihat Abian yang tengah duduk di kursi meja makan bersama Yusuf, kedua nya asik ngobrol.
"pagi....pa"
sapa maira senyum lalu duduk di hadapan Abian, dekat Yusuf yang senyum melihat kakak perempuan nya tampak ceria.
"Kak maira mau di jemput kak Alfa ya, kelihatan nya senang banget"
seketika raut wajah maira berubah kaku saat mendengar nama Alfa, bukan pria itu yang hendak menjemput nya tapi kian yang hendak menjemput nya.
Abian sendiri memindai Wajah maira yang langsung berubah masam.
"siapa yang mau pergi sama beruang kutub"
Abian mengerutkan alisnya mendengar kata beruang kutub.
"siapa beruang kutub?"
__ADS_1
tanya Abian, maira malah manyun, Yusuf terkekeh kecil lalu menjawab pertanyaan Abian.
"ya siapa lagi kalau bukan kak Alfa!"
"loh kok beruang kutub?"
tanya Abian lagi.
"ya orang dia itu dingin banget, datar pula!
persis beruang kutub!"
jawab maira tanpa merasa bersalah di hadapan Abian, terlihat Zahira menghampiri sambil membawa bekal untuk Abian dan Yusuf.
"Mai kamu mau bekal juga?"
tanya Zahira duduk di samping Abian.
"boleh maira mau?!"
"oh ya udah mama siapkan, siang ini kamu pulang cepat kan, mama nya Alfa ajak kita ke spa...!"
ujar Zahira dengan lembut karena berbicara dengan maira harus sabar.
"jam berapa ke spa nya?"
tanya Zahira sambil mengunyah roti bakar nya.
"sudah Dzuhur ya mama tunggu di tempat spa nya?"
jawab zahira lalu beranjak untuk membuat bekal untuk maira.
"enggak janji takut nya ada kelas tambahan!"
ujar maira hendak beranjak namun Abian menahan nya.
"ada apa pah?" tanya maira menatap wajah Abian.
"kamu pergi sama siapa? mobil kamu dimana?"
tanya Abian, semalam mereka tidak sempat ngobrol karena Maira langsung tertidur pulas di kamar nya.
"pergi sama temen, ini juga mau ambil mobil maira kemarin malam udah ada orang bengkel yang cek...!"
balas maira menghampiri Abian untuk pamit.
"ini bekal nya Mai, jangan lupa ya mama tunggu kamu!"
Maira tidak menjawab lalu melengos begitu saja meninggalkan mereka yang memperhatikan punggung nya.
tadi pagi pagi sekali kian menelpon dan mengatakan akan menjemput nya dari rumah ke kampus, tentu hal itu membuat maira bersemangat seakan tak menghiraukan status keduanya.
"kak maira tuh kayak nya malas banget ya sama kak Alfa, tiap kali ngomongin kak Alfa pasti manyun!"
ujar Yusuf terkekeh kecil, Abian hanya menggeleng menanggapi ucapan putranya itu.
kedua nya tumbuh besar bersama, dulu kedua nya dekat namun seiring berjalannya waktu kedua nya sibuk dengan kegiatan masing masing hingga kedua nya jarang bersama.
"lambat Laun juga enggak, Alfa itu sebenarnya baik hanya sikap nya yang memang sedikit cuek!"
"ya, dan menurut Yusuf papah salah kalau memilih kak Alfa, kak maira enggak suka tipe seperti itu!"
"ya tapi sebenarnya pria yang seperti itu lah yang jika sudah jatuh cinta maka ia akan memperlakukan wanita nya seperti ratu..."
__ADS_1
ujar Abian senyum pada Zahira.
Alfa memang dingin, tapi Abian tahu ia tetap memiliki sisi hangat untuk orang yang di cintai nya, mereka hanya butuh waktu untuk saling jatuh cinta.
*
Maira senyum lalu masuk ke dalam mobil saat kian tiba di depan rumah.
"loh kok pakai mobil kak kian sih? nanti Erlin berpikir macam-macam kalau lihat!"
ujar maira menatap wajah tampan kian dengan rambut nya yang tersisir rapi.
"kita ke galeri dulu kalau kamu takut Erlin berpikir macam-macam!"
jawab kian senyum menatap maira yang terlihat manis.
"ya sudah...!"
balas maira duduk dengan tenang di samping kian yang fokus menyetir.
"udah sarapan belum mai?"
tanya kian membuka obrolan.
"udah tadi di rumah, itu menjadi hal wajib sebelum keluar dari rumah!"
jawab maira dan di anggukan oleh kian yang merasa lapar karena belum sarapan.
"aku lapar Mai, tapi jalanan macet banget!"
"mau makan!?"
kian mengangguk karena cacing dalam perut nya sudah berdemo.
"ya sudah makan ini saja!"
ujar maira mengambil bekal yang Zahira bawa untuk nya.
"apa itu mai?"
tanya kian sedikit menoleh.
"mm, nasi rumput laut isi daging, ada nugget nya sama capcay juga, mau enggak?"
tanya Maira membuka kotak makan tersebut.
"ya sudah aku mau, nanti untuk makan siang kamu aku ganti ya, kita makan siang di galeri!"
ujar kian lalu mengambil makanan tersebut lalu malahap nya.
Maira hanya senyum memprihatinkan kian menyetir sambil mengunyah makanan, karena kesulitan untuk mengambil, tangan maira replek Menyuapi kian yang menerima nya dengan senang.
"enak Mai, siapa yang masak!"
tanya kian melirik sekilas.
"Mama, tapi aku juga bisa!"
Jawab maira tak ingin kalah.
"benar kah? kalau begitu kita masak capcay ya siang ini!"
ujar kian membuat maira tertegun, kalau capcay ia belum pernah membuat nya tapi tidak ada salahnya mencoba membuat nya bersama kian.
__ADS_1
tak berapa lama mereka sampai di galeri, kian juga sudah menghabiskan bekal milik maira.
bersambung.