
Mana bisa endru lepas begitu saja dari Erlin karena apa yang endru dapatkan lebih dari apa yang ia dapatkan dari diva yang begitu membatasi hubungan mereka berdua.
diva tak mau Endru menyentuh nya lebih dari mencium nya, sementara bersama Erlin endru mendapatkan sesuatu yang membuat nya tak bisa jauh.
beberapa hari berlalu.....
Luna memperhatikan kian yang tengah sarapan sambil melirik notebook nya berulang kali, sejak sampai di rumah tak pernah sedikitpun kian menyentuh nya, Luna sendiri tidak tahu mengapa tak biasa nya kian tak seperti itu meski apa yang terjadi hanya sekedar hasrat tanpa cinta.
"sampai kapan kamu meninggalkan perusahaan, mami mu tuh selalu minta aku untuk bujuk kamu balik ke perusahaan Ki...!"
kian mendongak menatap wajah Luna yang juga menatap nya.
"aku akan tetap menjadi diri ku sendiri, kalau kamu lelah dengan semua itu kamu boleh beranjak !"
jawab kian, seseorang mengirim kan Poto Luna bersama Syam yang keluar dari kamar hotel, kian sendiri tidak bisa langsung menuduhnya karena Syam memang manager Luna namun dari Poto keduanya tampak mesra.
"Kenapa kamu bicara seperti itu, apa kamu punya selingkuhan ?"
tanya Luna menatap tajam ke arah kian yang juga menantang nya.
"aku paling tidak suka seseorang memerintah aku untuk kembali ke perusahaan, bukan kah persyaratan menikah dengan mu adalah aku yang tetap dengan prosesi ku."
jawab kian lalu beranjak dari duduknya meninggalkan Luna yang mematung menatap langkah kian.
Luna mendengus lalu beranjak dari duduknya dan melangkah masuk ke dalam kamar, seperti nya lebih baik pergi show dari pada mengurusi suami yang keras kepala seperti kian.
penghasilan dari melukis memang tidak di ragukan, tapi tetap saja keluarga kian berharap ia kembali ke perusahaan, Luna juga lelah dan ingin mengakhiri semuanya namun sang Mama terus menahan dengan alasan bahwa keluarga kian sudah banyak berjasa pada perusahaan keluarga.
dengan demikian sang mama meminta nya untuk bertahan menghadapi sikap kian yang terkadang menyakitkan.
**
Maira tersenyum senang karena pagi ini Alfa tidak datang untuk mengantar nya ke kampus, ia juga hari ini tidak ada kelas pagi jadi ia bisa santai dan kembali ke ranjang, semalam ia tidur larut karena chat dengan kian.
"hari ini Alfa pergi keluar kota, jadi enggak anterin kamu ke kampus "
ujar Abian saat di meja makan.
"syukur deh, aku juga hari ini tidak ada kuliah pagi...Mai balik ke ranjang ya, masih ngantuk "
jawab maira setelah mentandaskan susu nya.
Zahira dan Abian hanya diam sambil menatap maira yang menaiki anak tangga.
padahal Abian hendak memberi tahu maira kalau nanti malam Alfa ingin mengajak nya makan malam bersama, namun maira bergegas pergi sebelum Abian bicara.
"biarkan nanti aku yang bicara dengan maira pah "
sahut Zahira dan di anggukan oleh Abian yang kemudian beranjak dari duduknya.
Maira menghempas tubuh nya di ranjang, terlihat kian melakukan panggilan telepon, gegas maira mengangkat nya.
__ADS_1
"Mai, kamu dimana sayang ?"
ujar kian yang saat ini tengah berada di galery, ia ingin mengajak maira untuk bertemu dengan kliennya.
"di rumah kak, kenapa ?"
jawab maira tersenyum saat mendengar kian berbicara."rindu...!"
sahut kian sambil terkekeh kecil.
"Mai hari ini ada kuliah siang, kemungkinan sore kita baru bisa bertemu...!"
jawab maira melihat tugas yang menumpuk di meja belajar nya.
"oh ya sudah, tadi nya mau ajak kamu ketemu klien, tapi lain kali saja.
kamu belajar dulu saja ya!"
seru kian dan di anggukan oleh maira, setelah itu keduanya mengakhiri percakapan.
maira menilik wajah nya di cermin, memperhatikan bibirnya yang berwarna pink, hampir setiap bertemu kedua nya berciuman hal yang membuat kedua nya candu hingga membuat lukisan terbengkalai.
Maira terkekeh kecil sendiri, hal gila yang pernah ia lakukan, bisa bisa nya ia memiliki affair dengan kakak ipar sahabat nya sendiri.
entah apa yang akan terjadi jika mereka tahu tentang hal itu.
"maira, mamah boleh masuk ?"
"ada apa mah...?"
tanya maira menoleh ke arah Zahira.
"Mai nanti malam, Alfa mau ajak kamu makan malam....!"
Maira tertegun sejenak mendengar apa yang Zahira sampai kan, bukan kah makan malam yang dulu saja tidak berjalan lancar.
"Mai tak janji karena udah janji mau Nonton sama teman-teman mah...."
jawab maira memberi alasan untuk menolak, hari ini saja rasanya begitu senang karena tidak bertemu dengan Alfa.
"ya sudah tapi kalau Bisa kamu sempatkan waktu untuk memenuhi ajakan Alfa !"
maira hanya mengangguk kecil tak ingin banyak bicara karena hal itu akan panjang ujung nya.
siang itu maira pergi ke kampus dengan kendaraan roda empat nya, terlihat diva dan Erlin sudah menunggu di depan gedung.
Erlin meringis memegangi perutnya yang terasa nyeri karena obat tersebut sudah bekerja dan kini ia tengah mendapat kan tamu bulanan yang begitu banyak.
"kamu kenapa Lin ?"
tanya maira saat sampai di hadapan kedua nya.
__ADS_1
"perut keram lagi datang bulan !"
jawab Erlin, tersenyum dalam hati karena ia tidak jadi hamil.untuk kedepannya ia bisa berhati hati jika melakukan hal itu lagi.
"oh gitu...!"
jawab maira singkat lalu ketiga nya masuk ke dalam gedung.
"mau ke galery enggak Mai ?"
tanya diva sambil memainkan ponselnya.
"hm, sore mungkin, ada lukisan yang belum selesai !"
"kamu tiap hari ke galery ?"
tanya Erlin pada maira yang langsung tertegun.
"ya enggak juga, aku ke galery kalau kak kian yang minta ?"
jawab maira berbohong, padahal hampir setiap hari keduanya menghabiskan waktu bersama.
"ya sudah nanti sore kita barengan ya ke galery, aku ajak endru juga !"
ujar diva, Erlin langsung diam dan mengingat percakapan nya dengan endru.
"aku akan berpisah dengan diva dan kita bisa bebas, aku juga sudah malas melanjutkan hubungan dengan diva..."
ujar endru kala itu.
"kamu mau ikut enggak Lin ?"
Tanya diva membuyarkan lamunannya.
"hm, enggak aku mau pergi sama Riko !"
maira dan diva mengangguk kecil lalu keduanya masuk ke dalam kelas.
sore itu kedua nya berencana untuk pergi ke galery, terlihat endru juga sudah menunggu, Erlin yang awalnya tidak akan ikut, akhirnya pergi bersama karena Riko juga ingin berkunjung ke galery milik kakak ipar nya itu.
kian tersenyum saat beberapa mahasiswa itu masuk ke dalam galery nya, tentu pandangan nya tertuju pada perempuan cantik dengan rambut panjang yang tergerai.
"kita ganggu enggak kak ?!"
tanya diva yang langsung duduk dihadapan kian.
"enggak kok... santai aja..!"
jawab kian lalu beranjak dari lukisan nya.
bersambung.....
__ADS_1