
Alfa terus mendampingi Maira yang tengah di dandani, gaun pengantin berwarna putih dengan corak warna merah muda menghiasi gaun indah itu.
Maira tersenyum mendapati suami nya Menatap nya lekat.
"Apa sih bang?"
Tanya Maira senyum menyentuh pipi Alfa, pria itu langsung mencium tangan Istri nya itu.
Maira terkekeh mengingat kejadian tadi subuh bersama Alfa.
Waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi, Maira menarik selimut yang melorot menampakkan tubuh nya yang indah, Namun kembali melorot karena Alfa yang menarik nya.
"Mai ayo Sholat subuh dulu, sudah adzan!"
Ujar Alfa yang kembali dari kamar mandi.
Ia sudah Mandi dan hendak memakai pakaian.
Namun maira malah kembali menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya termasuk kepala.
Alfa tertegun mengingat penuturan Abian yang mengatakan bahwa Maira itu sangat susah di bangun kan.
Alfa naik ke ranjang lalu menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh istri nya, Saat itu Alfa baru menggunakan celana pendek saja, Dada bidang dan perut nya yang seperti roti sobek ia biarkan tanpa sehelai benang pun.
"Mai, ayo kita sholat subuh dulu, ingat loh jam tujuh kita harus ke ruang rias."
ujar Alfa namun Maira malah menutup kepala dengan bantal, tak ingin mendengar kan celotehan Alfa.
"Mai.... sayang !"
Alfa mengambil bantal tersebut lalu menarik tangan Maira agar duduk dan membuka mata.
"Aku ngantuk, dan dingin !"
Jawab Maira menghempas kan tubuhnya hingga menarik tubuh Alfa dan menindihnya.
"HM, bang....!"
Maira membuka mata nya dan menatap wajah Tampan Alfa yang berada di atas nya, hangat tubuh Alfa menjalari seluruh tubuh nya yang hanya menggunakan lingerie seksi.
Pria yang dulu begitu dingin bak beruang kutub kini justru menjadi seseorang yang begitu hangat, Alfa menatap wajah Maira yang terpaku menatap nya.
"kamu mancing terus ya? mau kita enggak keluar kamar sampai siang ?"
tanya Alfa membuat maira terkekeh geli saat Alfa menggelitik perutnya.
__ADS_1
"Emang kuat sampai siang ?"
Maira tertawa kecil melihat Alfa yang langsung menganga.
"nantang ya kamu Mai?"
Maira terkekeh saat Alfa kembali menggelitik perut nya Rata.
Waktu terus berjalan, kedua nya justru malah asik di ranjang.
Alfa kembali meraih bibir Maira, memberikan kecupan hingga cumbuan mesra yang membuat Maira meremang, Ia juga pernah merasakan nya bersama seseorang namun apa yang di jalani bersama Alfa itu berbeda Dan terasa begitu indah karena dalam ikatan pernikahan.
sementara sebelum nya hal itu menjadi hal gila yang ia lakukan bersama pria yang masih berstatus suami orang.
Maira Mengalungkan tangannya pada leher Alfa, sontak hal itu membuat Alfa semakin bersemangat mencumbu istri nya itu.
Hasrat nya semakin menggebu, Rasanya Alfa tidak bisa lagi menahan nya apalagi saat ia mendapatkan persetujuan dari Maira untuk terus berlanjut ke tahap selanjutnya.
Alfa mencumbu setiap inci tubuh istri nya itu, memindai keindahan yang tidak pernah ia pandangi sebelum nya.
"Mai kita akan kesiangan bagaimana menurut mu ?" tanya Alfa mengungkung Istri nya Itu.
Maira mengedikan bahu nya tanda tak tahu, Ia juga bingung jika keadaan sudah seperti itu.
Karena tak ada jawaban dari maira, Alfa yang sudah menggebu berpikir untuk menuntaskan hasratnya yang tertahan semalam.
Maira senyum melihat Alfa yang berdoa sembari mengangkat tangan nya, setelah itu masuk ke dalam selimut dan mengungkung tubuh istri nya.
Maira meremas sprei berwarna putih sekuat tenaga saat Alfa mulai memasuki nya, kata orang yang pertama akan terasa sakit.
Hal itu benar adanya, Maira merasa kan perih seperti teriris hingga Ia tak bisa menahan air mata yang melaju ke pipinya.
Alfa tertegun sejenak memindai wajah maira yang langsung pucat dengan air mata yang mengalir di pelupuk mata.
"Sakit ya, maaf ya sayang !"
ujar Alfa mencium kening Maira, membiarkan istri nya itu tenang sebelum melanjutkan aktivitas bercinta mereka.
Alfa Bahagia karena Maira menjaga mahkota nya untuk Suaminya, pernah berpikir bahwa Maira pernah berbuat jauh dengan kian tapi ternyata tidak, Ia Mendapatkan Maira yang masih utuh.
Maira tersenyum saat Alfa menyeka air matanya, membiarkan milik nya terbenam di dalam tubuh nya.
"Terima kasih Mai karena kamu sudah menjaga milik mu yang paling berharga !"
ujar Alfa mencium bibir Maira kemudian melanjutkan aktivitas nya hingga yang terdengar suara indah mendayu dari kedua insan yang di mabuk cinta.
__ADS_1
Rasa sakit itu berujung indah, candu bahkan tak ingin berpisah satu sama lain.
Jika saja tidak mengingat waktu mungkin kedua nya memilih untuk tetap berada di peraduan, menyatukan cinta hingga berbuah asa.
"Mai, Terima kasih sayang !"
Ujar Alfa, keduanya sama sama mencapai pelepasan dengan nafas tersengal.
Maira tak mampu berkata hanya wajah nya yang Merona, merasakan sensasi rasa unik tak kira.
sebenarnya tak ingin beranjak namun waktu hampir siang, ia juga belum menunaikan shalat subuh.
"kita langsung mandi yuk, nanti sholat subuh berjamaah !"
Maira mengangguk membiarkan Alfa mengangkat tubuh nya dan membawanya ke dalam kamar mandi.
pagi yang indah, tidur bersama, mandi bersama, sholat berjamaah kemudian sarapan bersama hingga suara ketukan pintu terdengar, Zahira memanggil maira untuk segera ke ruang rias bersama Alfa.
***
perias pengantin memperhatikan kedua nya tampak mesra, teringat suami nya yang berada di rumah. hehe
Alfa terus menggenggam tangan Maira, pagi ini terasa begitu menakjubkan, akan menjadi sejarah terindah dalam hidup nya.
jarang di jaman seperti ini mendapati seorang wanita yang masih menjaga utuh mahkota'nya, dan Alfa begitu bersyukur karena Maira menjaga kesucian nya.
Bagaimana Alfa tidak semakin cinta bila apa yang di berikan oleh Maira begitu luar biasa untuk nya, Image buruk nya itu tak terbukti. tidak salah ia terus memperjuangkan maira, Inikah hadiah dari kesabaran serta doa yang selalu ia panjatkan di sepertiga malam.
Setelah selesai kedua nya melangkah menuju ballroom hotel tersebut, Diva melambaikan tangan nya menyambut pengantin baru itu.
pagi ini kedua nya tampak mesra dan begitu serasi, senyum terus tersungging di bibir kedua nya.
beberapa tamu undangan sudah datang, begitu juga dengan semua kerabat yang sudah berkumpul di dalam ballroom mewah itu.
Alfa melangkah bersama Maira menuju pelaminan, dimana Abian dan orang tua Alfa sudah berdiri untuk mendampingi pengantin.
Hari ini akan sangat menyenangkan dan melelahkan karena para orang tua mengundang banyak tamu, di perkirakan acara akan sampai malam.
Alunan musik menggenggam di ruangan itu, berbagai makanan dan minuman tersaji untuk para tamu yang datang, dan yang membuat Maira terperangah adalah Alfa memberikan nya sebuah pizza berukuran besar dengan berbagai toping.
jika kebanyakan orang akan menyiapkan kue pengantin berbeda dengan Alfa karena maira tak menyukai kue bolu, maka Alfa memberikan nya pizza berukuran besar.
Semua Mata tertuju pada pizza yang menjadi hiasan di meja bundar itu, tentu makanan itu juga menjadi menu wajib di acara itu.
bersambung....
__ADS_1
happy reading......