
mereka memutuskan untuk bermalam di kapal pesiar dan akan pulang nanti esok pagi.
Maira tersenyum senang karena malam ini ia bisa bertemu lagi dengan kian.
maira masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang, suasana menjelang sore tampak indah dengan pemandangan alam yang hijau, pulau pulau kecil yang berjejer membentang di sepanjang perjalanan.
Alfa mengatakan bahwa besok pagi sebelum pulang mereka akan singgah di sebuah pulau kecil milik teman nya, namun maira kecewa karena kemungkinan ia tidak akan bisa bersama kian tentu Abian terus mengawasi gerak gerik nya.
Acara makan malam...
Yusuf menggandeng tangan sang kakak memasuki restoran dimana Alfa dan yang lain nya sudah berkumpul, terdengar alunan musik klasik mengiringi makan malam tersebut.
"sayang kenapa kamu lama sekali ?"
tanya Zahira saat maira sampai dan duduk di samping nya, entahlah maira lebih memilih untuk duduk di samping Zahira, tentu tepat di hadapan Alfa yang sejak tadi tak bergeming menatap betapa cantiknya maira malam itu, padahal Maria berdandan untuk seorang pria yang berada di belakang Alfa, tersenyum menatap maira.
"ya, tadi lama di kamar mandi, maaf !"
lagi lagi maira berbohong, padahal bukan itu tapi sejak tadi ia asik telpon dengan kian, membuat janji untuk bertemu.
"ya sudah, karena maira sudah ada kita mulai saja makan malam nya...!"
kian terus memandangi maira yang duduk bersebelahan dengan Yusuf, "tampang juga adik maira"
gumam kian yang sudah tidak sabar ingin memeluk gadis cantik itu.
acara makan malam berlangsung lancar, maira lebih banyak diam dan mendengar kan Alfa dan Abian serta calon mertua nya berbincang tentang mancing tadi siang, dan tentu saja maira tidak begitu tertarik.
maira melangkah pamit ke toilet, padahal ia pergi keluar karena jenuh.
Alfa yang menyadari hal itu mengikuti langkah maira yang berjalan menyusuri kapal sambil menatap air laut yang tenang.
kian yang hendak mengejar tertahan saat mengetahui ada Alfa di belakang maira.
"Mai, kamu mau kemana ?"
tanya Alfa mengejar maira menyamai langkah nya.
"kamu ngapain ikutin aku? hm...aku jenuh dan ingin jalan jalan saja !"
"kenapa tidak bilang, aku kan bisa menemani mu Mai?"
maira tertegun mendengar apa yang Alfa lontarkan, bagaimana bisa sementara ia sudah janji bertemu dengan kian, mungkin saat ini pria itu melihat nya bersama Alfa.
__ADS_1
"jangan pergi sendiri, kalau ada apa apa bagaimana ?"
Mai tidak menjawab, ia menatap air laut yang gelap.
"Mai, aku tahu awal hubungan kita memang tidak berjalan baik tapi aku ingin memulai semua dari awal, agar kita bisa dekat dan saling mengenal ...aku ingin waktu tiga bulan menjadi masa kita menuju gerbang pernikahan, bukan perpisahan, ajarkan aku seperti yang kamu mau Mai...!"
Maira tertegun tak menjawab apa yang Alfa sampai kan, hati nya sudah lebih dulu jatuh cinta pada kian dan ia tidak bisa bersama dengan Alfa.
"aku tidak berjanji untuk mewujudkan keinginan itu karena aku......!"
maira berpikir ulang untuk bicara, ia akan bicara setelah kian berpisah dengan Luna.
"aku mau masuk.... udara semakin dingin !"
Alfa menghampiri lalu membuka jas nya merengkuh tubuh maira yang langsung membeku, Alfa tersenyum lalu menggenggam tangan maira untuk kembali masuk ke dalam.
sementara kian hatinya tampak nyeri melihat hal itu, ia harus segera meraih maira kalau tidak maira akan berubah pikiran sementara ia sudah terlanjur jatuh cinta pada gadis itu.
setelah makan malam, Alfa mengantar maira masuk ke dalam kamar, ia ingin memastikan kalau maira tidak keluyuran di luar.
"tidur yang nyenyak ya Mai, besok kita pergi ke pulau kecil....!"
ujar Alfa saat mereka sampai di pintu.
jawab maira, padahal tak jauh dari mereka ada kian yang menunggu Alfa pergi, hanya maira yang menyadari keberadaan kian.
"ya sudah aku kembali ke kamar ku ?"
ujar Alfa lalu pergi meninggalkan maira, kamar mereka memang terpisah lorong, namun kamar maira bersebelahan dengan kamar milik Zahira dan Abian yang masih berkumpul di restoran.
setelah Alfa pergi, maira membuka pintu dan menyuruh kian untuk segera masuk ke dalam kamar.
"maafkan ya !"
sahut maira lalu mengunci pintu kamar.
memindai wajah kian tanpa ekspresi.
"kak marah ?"
tanya maira mendekat lalu menatap kian yang menggeleng kan kepalanya.
"aku hanya cemburu...!"
__ADS_1
ucap kian lirih lalu mengecup bibir maira, gadis itu tersenyum lalu mengalungkan tangannya ke leher kian yang kembali meraup bibir nya.
cinta ini Hadir begitu saja, tanpa melihat status atau pun keadaan sekitar, maira hanya merasa nyaman berada dalam dekapan hangat kian.
nafas nya tersengal saat kian melepaskan ciuman nya, keduanya saling menatap penuh hasrat.
***
"hari gini masih perawan udah enggak jaman, hal seperti itu udah lumrah kok mai, apa lagi kita melakukan nya dengan seseorang yang kita cintai ...!"
ujar Erlin saat mereka berbincang tentang keperawanan yang masih di pertanyakan, maira sendri masih menjaga kesucian nya, hal seperti ini pun baru pertama kali ia rasakan bersama kian.
"apa aku harus melakukan hal itu agar kamu tetap menjadi milik ku ?"
batin kian menatap wajah maira tampak pasrah.
Kian menciumi leher maira lalu merebahkan tubuhnya di ranjang, maira mengigit bibir nya saat kian mengigit kecil lehernya meninggal kan bekas kepemilikan nya, kian kembali menatap maira yang tersengal mengigit bibirnya sendiri.
Kian tersenyum lalu mencium kening maira, ia tidak harus melakukan hal ini sebelum mereka menikah, yang harus ia lakukan adalah ia harus segera menuntaskan masalah nya dengan Luna agar ia bisa bersama maira, karena kian sendiri khawatir tak bisa menahan diri apalagi maira tidak pernah menolak apapun yang ia lakukan terhadap nya, maira bahkan seperti menyerahkan diri sepenuhnya.
maira tertegun saat kian beranjak dari tubuhnya, merapikan kembali pakaian nya yang sedikit terbuka.
"aku ingin kita melakukan hal itu setelah kita terikat janji suci, aku tidak ingin kamu beranggapan kalau aku mencintaimu hanya karena sebuah nafsu, aku benar-benar ingin melakukan nya Mai tapi saat kita sudah berstatus resmi !"
seru kian membuat maira tersenyum lalu menubruk tubuh kian.
"baiklah aku percaya, meski aku.....!"
maira terkekeh kecil.
"seperti ini saja !"
tambah maira lalu keduanya kembali berciuman.
Deni sendiri sudah mengantungi beberapa bukti kedekatan Luna dengan Syam, mungkin itu Bisa menjadi alasan untuk kian menggugat cerai Luna, Deni menjalankan tugas dengan baik dan hanya deni yang mengetahui hubungan kian dan maira.
semalam kian tidak kembali, kedua nya menghabiskan waktu bersama berbincang dan bercerita apa saja, hingga keduanya terlelap tidur di ranjang.
Maira tertegun saat membuka mata dan melihat kian tengah mendekapnya erat, terlihat tubuh nya yang atletis karena kian bertelanjang dada.
"aku ingin seperti ini di pagi hari ku... bersama menyambut hangat nya mentari !"
ujar maira sendiri lalu mengecup bibir pria itu.
__ADS_1
bersambung......