Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
ciuman pertama.


__ADS_3

Sebenarnya sejak lama Erlin menjalin kedekatan dengan Endru, namun diva tidak pernah mengetahui hal itu, selama ini mereka selalu pergi bertiga. tanpa diva sadari kalau keduanya ternyata main hati di belakang diva.


malam itu keduanya pergi bersama ke sebuah club malam Tanpa diva ketahui, keduanya mabuk hingga tak sadar melakukan hubungan terlarang hingga membuat keduanya semakin tak bisa terpisahkan.


awal awal memang keduanya merasa takut namun hal itu juga membuat keduanya nagih hingga terus mendambakan satu sama lain.


beberapa bulan terakhir ini keduanya terus merahasiakan hubungan tersebut dari diva dan kekasih Erlin yaitu sandi.


Erlin merasa pusing saat tak mendapatkan tamu bulanan untuk bulan ini, ia bahkan terlambat sudah dua Minggu lama nya, di tambah ia sering sekali merasa pusing dan mual, jujur saja Erlin takut jika sesuatu terjadi pada nya.


"mm, gue cuma pusing, biasa magh gue kumat.....!"


jawab Erlin senyum.


"oh gitu, gue kira Lo kenapa Erlin!"


maira duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan sekitar, ia merasa haus dan lapar seperti nya ia harus kebawah mencari Minum dan makan.


"aku haus...ke bawah dulu ya!"


ujar Maria dan di anggukan oleh keduanya.


maira menuruni tangga menuju dapur, rumah itu tampak sepi pembantu juga seperti nya berada di halaman belakang tengah mengurusi pakaian.


karena sudah terbiasa maira mengambil minuman sendiri, membuka lemari es untuk mengambil minuman dingin.


Maria tercenung saat mendapati kian yang berada di samping nya.


"kak kian!"


seru Maura sedikit manja membuat kian terkekeh kecil.


"kenapa kaget begitu ?"


tanya kian lalu merengkuh tubuh maira yang langsung meronta.


"ihs berani ya nanti gimana kalau ada yang lihat !"


ujar maira sambil cemberut dan hal itu membuat kian kembali terkekeh.


"enggak akan karena kita hanya berdua semua orang sedang keluar !"


maira memicing kan mata nya memindai wajah kian yang tersenyum lebar.

__ADS_1


"kak kian kok ada disini ?" tanya maira duduk di kursi meja makan menaruh gelas berisi air dingin.


"ya ada sedikit Pembahasan dengan mama mertua, kamu mau tahu beb ?"tanya kian duduk di samping maira, maira menggelengkan kepalanya lalu maira pindah ke kursi yang lain.


ternyata ia begitu pengecut, tapi berani menjalin hubungan terlarang dengan kian.


"jangan bikin gemas ya Mai !"


ujar kian terkekeh namun terhenti saat ada Tante Wida menghampiri mereka berdua.


"Kalian ngapain ?"


tanya Wida duduk di kursi.


"ini kak kian bercanda terus, Mai abis ambil minum !"


terlihat Erlin dan diva menuruni anak tangga, lalu menghampiri mereka.


"oh ya udah kalian makan aja....."


ujar Wida membuka kan tudung saji yang berisi beberapa makanan.


oek ...


semua langsung menoleh ke arah Erlin yang langsung pucat, Wida juga memindai wajah Erlin seperti takut.


ujar Wida merasa ada sesuatu yang aneh karena Erlin seperti menyembunyikan sesuatu.


"ya nanti sore aja mi!"


jawab Erlin tak ingin teman teman nya curiga, ia sendiri takut kalau ia sampai hamil, ia harus segera menggugurkan kan nya.


Siang itu mereka makan bersama, setelah selesai diva memutuskan untuk pulang sementara maira pergi ke galery bersama kian, ia sudah menjelaskan pada ibu mertua nya kalau maira ikut proyek nya di galery.


satu tangan mengemudi satu tangan lagi menggenggam tangan maira, kian menoleh ke arah maira yang tampak santai.


melirik ke arah kian sekilas, apa yang di jalani memang hal yang salah tapi maira tidak bisa mengingkari perasaan nya kalau ia jatuh cinta pada pria beristri itu.


"kenapa ?HM...?"


tanya kian menoleh lalu kembali fokus ke jalan.


"kalau kita ketahuan gimana yah?"

__ADS_1


tanya maira yang khawatir kalau Abian marah dan bisa saja menjauh kan ia dari kian.


"semua akan berjalan baik baik saja, dan mereka akan tahu hubungan kita saat kita telah sama sama sendiri !


kamu tenang ya, aku juga sedang menyelidiki sesuatu !"


jawab kian lalu mencium tangan maira.


seharusnya weekend ini jadwal kepulangan Luna dari luar kota namun entah apa yang terjadi, ia menunda nya sampai weekend depan, kian ingin mengetahui apa saja yang di lakukan oleh istri nya itu di luar sana karena selama ini ia membebaskan Luna, kian ingin memiliki alasan untuk berpisah dengan Luna, ia juga sudah tidak berselera menjalani kehidupan bersama Luna karena kini ada maira.


tak berapa lama mereka sampai di galery, maira langsung membuka pintu keluar dari mobil bersama kian.


terlihat beberapa orang keluar dari galery, maira merasa canggung saat kian menuntun tangan nya masuk ke dalam galery.


"bisa enggak kalau ada orang enggak usah pegang pegang, takut nya mereka curiga..."


ujar maira manyun, kian senyum lalu meraih tangan maira agar duduk di pangkuan nya.


"aku enggak bisa, mau nya mesra sama kamu !"


maira menghela nafas, bagaimana bisa seperti itu sementara mereka berdua itu tengah berselingkuh dari pasangan masing masing.


"aku mau secepat nya kita bersama Mai, aku udah muak menjalani semua itu, aku ingin mengakhiri semuanya, dan memulai nya dengan mu !"


maira memejamkan mata nya saat kian mengecup bibir nya, karena tak ada penolakan kian memperdalam ciuman nya, entah lah ini yang pertama untuk maira dan ia merasakan dengan seseorang yang memang ia cintai, jantung nya berdegup kencang, tangannya memegang bahu kian yang masih mencium bibir nya.


kian melepas kan pagutan nya, menatap wajah Maira yang bersemu merah.


"i love you Mai !"


Maira senyum lalu memeluk tubuh hangat itu.


meski sedikit canggung keduanya kini menghadap kanvas putih, kian menoleh ke arah maira yang masih merona, rasanya gemas dan ingin sekali mencubit pipi maira yang masih memerah, ciuman itu memang bukan yang pertama untuk kian namun entah mengapa rasanya begitu berbeda dan membuat candu, Namun kian berusaha untuk mengendalikan diri tak ingin maira berpikir macam macam karena ia menginginkan maira bukan karena nafsu belaka, ia benar benar jatuh hati pada gadis itu.


"Udah sore kak, aku mau pulang !"


ujar Maira beranjak menghampiri kian yang tengah melukis sembari memikirkan gadis itu.


"ya sudah, aku anterin kamu pulang ya!"


jawab kian beranjak menghadap maira yang berdiri di samping nya, memindai bulu mata milik maira yang panjang dan lentik, maira memang cantik dan manja, kian suka.


"kenapa kak !"

__ADS_1


tanya maira menatap wajah kian, teringat ciuman mesra yang beberapa waktu terjadi membuat maira kembali bersemu merah, jantung nya berdegup kencang tak kala kian mengecup pipinya, membalikan tubuh nya lalu memeluk nya erat menanamkan wajahnya di curuk leher maira.


bersambung...


__ADS_2