
Siapa yang tidak mendengar kabar tentang pernikahan Maira dan Alfa yang berlangsung mewah dan megah.
Kian yang berada di London pun mendengar berita tentang pernikahan kekasih nya itu, Kian turut bahagia dengan pernikahan mereka.
Maira memang pantas mendapatkan itu semua, Sebenarnya ia juga ingin sekali memberikan kebahagiaan namun apa daya.
pengaruh Shelomita begitu besar hingga ia tak mampu melawan nya, apalagi jika menyangkut nyawa seseorang.
Kian tak akan bisa senekat itu, Ia juga mesti memikirkan sekitar nya.
Kian memperhatikan kanvas besar yang berukuran dinding, Ia hendak melukis seseorang yang kini masih menaungi hati nya.
meskipun ada Shira Namun ingatan nya selalu tertuju pada maira, wajah cantik nya melekat dalam benak.
Perlahan tapi pasti Kian mulai mengukir cinta nya dalam kanvas itu, berharap ini akan jadi hadiah terbaik untuk maira.
"kamu tetap jadi yang terindah Mai, Alfa pasti senang mendapati diri mu yang masih utuh !"
tentu saja, kian mencintai maira dengan tulus bukan karena nafsu semata, bisa saja ia merenggut semua itu dari maira namun bukan itu yang menjadi tujuan utama nya, kian selalu berpikir waras untuk keselamatan Kekasih nya itu, rasa sesal selalu mendesaknya mengingat kejadian tempo dulu saat Maira tertembak dan ia hanya bisa diam berdiri.
kalau bisa memutar waktu, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. kalau bisa ia saja yang tertembak.
namun semua sudah berlalu, masih kah ada waktu untuk memperbaiki image nya di depan Maira.
Shelomita juga mendengar kabar tentang pernikahan Alfa dan maira, tentu ia sangat bersyukur karena misi nya berhasil memisahkan Kian dan maira, ia tidak akan Sudi memiliki menantu seorang perempuan yang mau melayani suami orang, apapun alasan itu adalah kesalahan yang paling Shelomita benci.
Erlin juga melihat diva yang memposting foto foto kebersamaan mereka di acara resepsi pernikahan Maira yang terbilang cukup megah, Pernikahan nya sendiri berlangsung sederhana tanpa pesta karena hubungan kedua nya tak di setujui oleh kedua belah pihak, karena ia hamil terpaksa mereka menikah kan keduanya.
Erlin termenung mengingat kebersamaan mereka bertiga, mereka bersahabat sejak lama namun kebencian kembali menguat mengingat maira yang sudah merusak rumah tangga sang kakak, padahal banyak faktor penyebab terjadinya perceraian. bukan karena kesalahan maira semata, kini hubungan keluarga nya dengan keluarga kian tak sedekat dulu.
****
Maira merasa lelah karena hampir satu jam ini ia berdiri menyalami para tamu yang datang memberikan selamat.
Alfa tersenyum melihat Maira yang beberapa kali menguap, bukankah itu salah satu efek dari percintaan nya tadi pagi.
"bang, aku lelah dan ingin istirahat..."
ujar Maira dengan manja, itulah yang Alfa khawatir kan tapi ia sendiri tak bisa menahan diri bila sudah berdekatan dengan istri nya itu.
"sebentar ya sayang...?"
jawab Alfa lalu menghampiri sang mama untuk meminta izin istirahat sebentar saja.
waktu juga menunjukkan jam makan siang, tamu undangan justru semakin banyak.
"bagaimana bisa ? tamu lagi banyak banget !"
__ADS_1
ujar sang mama, namun ia juga tidak tega melihat Maira kelelahan.
"ya sudah, kalian ke kamar hotel saja dulu ! biar diva yang temani, kamu tetap disini !"
sambung sang mama meminta Alfa tetap tinggal.
"enggak apa apa, Alfa juga istirahat dulu. mereka juga perlu makan. biar kita yang menyambut tamu undangan.!"
ujar sang papa meminta Alfa menemani Maira, Abian juga sibuk dengan tamu nya.
penjagaan di perketat, khawatir sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, semua pintu masuk menuju hotel di jaga ketat oleh aparat. tak semua orang bisa masuk ke dalam hotel tanpa kartu undangan.
Alfa mengajak Maira untuk istirahat sejenak dan makan siang, diva dan Nico menemani kedua nya masuk ke dalam kamar.
beberapa pelayan mengikuti membawa makanan untuk mereka.
Maira menghempas kan tubuh nya di sofa, ia benar benar lelah dan ingin sekali tertidur namun acara masih berlangsung.
"sayang ayo kita makan dulu !"
ujar Alfa menyodorkan makanan namun di tepis pelan oleh maira.
"enggak lapar, tapi ngantuk banget...mau tidur sebentar saja !"
ujar Maira lalu menjadikan paha Alfa sebagai bantalan.
Diva dan Nico langsung terkekeh kecil melihat maira yang langsung tertidur.
Alfa tersenyum lalu mengusap punggung Istri nya itu.
ingat tadi pagi, bekas luka tembakan itu masih terlihat jelas karena memang kejadian nya belum lama.
Alfa terus mengusap nya hingga Maira benar benar tertidur pulas di atas paha nya.
"ya sudah, biarkan maira istirahat dulu.
kita kembali ke depan ya!"
"ya satu jam aku dan maira akan kembali !"
Diva dan Nico mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka berdua di kamar.
Satu jam berlalu, Alfa pun ikut terlelap di sofa. hingga suara ketukan pintu terdengar membangun kan nya, berbeda dengan maira ia tetap terlelap.
"Alfa...!"
sang Mama langsung masuk saat Alfa menyuruh masuk.
__ADS_1
"cepat kembali ke depan karena di sana banyak kolega bisnis perusahaan kita !
mereka menanyakan kamu !"
ujar sang mama senyum melihat maira tertidur pulas di pangkuan Alfa.
"ya Alfa akan membangun kan maira sebentar mah !"
sang Mama keluar meninggalkan mereka berdua.
"sayang bangun, ini Resepsi pernikahan kita, banyak tamu yang menanyakan kita!"
Maira membuka mata nya dan melihat wajah Alfa yang berada dekat dengan nya.
"bangun sayang, Acara nya sampai sore. setelah itu kamu bisa beristirahat dengan puas!"
Maira mengangguk sambil tersenyum.
Alfa masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya, lalu mengajak maira untuk masuk ke ruang rias untuk mengganti gaun pengantin yang sudah di siapkan untuk acara Selanjutnya.
Kali ini maira menggunakan gaun pesta bersama gold senada dengan jas milik Alfa.
Gaun tersebut begitu indah dengan hiasan mutiara membuat Gaun pengantin itu bersinar terang.
kira kira seperti ini gaun pengantin mairaβ¦>
sebelum nya maira menggunakan gaun pengantin ini ya.
Cantik kan, kira kira seperti itu gaun yang maira gunakan tadi siang bersama Alfa.
Maira menghela nafas panjang melihat gaun cantik berwarna gold yang hendak ia gunakan,
Maira yang terbiasa menggunakan celana jeans dan kaos biasa merasa tidak betah apa lagi harus berdiri Berjam jam menggunakan sepatu hak tinggi.
"bang acara enggak sampai malam kan ?"
ujar maira memindai wajah tampan suami nya itu.
"tergantung tamu yang datang, tapi tadi mama bilang kamu boleh istirahat kalau lelah !"
jawab Alfa senyum melihat maira tampak bak putri raja dengan gaun cantik nya.
"sudah selesai nih cantik banget deh Nyonya Alfa !" ujar perias itu setelah selesai memakai kan mahkota di kepala maira yang berbalut hijab.
__ADS_1
bersambung.
happy reading πππ