Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
salju berdarah.


__ADS_3

Matahari menyingsing menembus kaca jendela yang bersalju, Maira masih betah dengan selimut tebal nya, Maira menilik Selimut tebal bercorak bunga berbulu halus pemberian dari Alfa.


Pria itu rajin sekali mengirim nya barang barang berharga, seperti selimut tebal ini yang pasti mahal.


Maira bahkan begitu nyaman dengan bahan selimut nya yang begitu halus, lembut dan Memberikan kehangatan.


Ini weekend, Maira berpikir untuk pergi keluar mencari udara segar.


"Oma, Nico mana ?"


tanya maira yang sudah bersiap berangkat.


"Nico baru saja pergi dengan grand pa... kamu mau kemana ?"


Siva memindai penampilan maira yang cantik dengan dress dan jeans berwarna hitam nya, Rambut nya yang berwarna coklat ia biarkan terurai.


"Mai mau pergi keluar sebentar !"


"kemana ? kamu tunggu Nico saja...!"


"hm, keluar sebentar... tidak lama, Maira sendiri saja...!"


ujar Maira, beberapa hari ini ia lepas dari penjagaan para body guard. Maira pikir keadaan sudah aman, ia tak perlu body guard.


kejadian itu juga sudah berlalu.


"ya sudah kamu hati hati ya....!"


Maira mengangguk lalu melangkah keluar dari rumah.


"Mai tunggu...!"


"kenapa Oma ?"


"pakai jaket, dingin!"


Maira Tersenyum lalu pergi tak menghiraukan ucapan Siva.


Maira pergi menggunakan bus untuk pergi ke alun-alun kota Roma, Seseorang tersenyum dari kejauhan memperhatikan Maira tanpa jaket. mengapa ia biarkan tubuh nya kedinginan?


gegas ia naik ke bus yang sama dengan maira, gadis cantik itu tidak sadar kalau Alfa berada satu bus dengan nya.


Alfa lebih mudah menemukan Maira karena ia tahu kediaman Maira, berbeda dengan kian yang harus mencari keberadaan Maira.


kian juga sudah sampai di Italia, Deni langsung menghubungi nya. kian hendak memberikan kejutan pada kekasih nya itu.


sementara Shelomita marah saat mengetahui kian telah terbang ke Italia mencari Maira.


Maira mengerutkan kening nya saat Deni menghubungi nya, gegas maira menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.


"kak Deni.....?"


"kamu dimana maira...!"


kian senyum mendengar suara kekasih nya itu, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih nya itu.


"hm, kenapa kak?"


Maira heran saat Deni menanyakan keberadaan nya.


"jawab saja Mai, apa susah nya!"


"HM, oke...Mai sedang menuju alun alun kota Roma !"


"baiklah Mai, sampai jumpa !"


Maira menilik ponselnya sendiri, Deni langsung mematikan panggilan nya.

__ADS_1


Maira turun dari bus tersebut sambil memandangi ponsel nya, Alfa mengikuti dari belakang.


seseorang juga mengincar maira, pria itu tersenyum miring saat tahu Maira tanpa penjagaan seperti sebelumnya.


mungkin ini waktu yang tepat untuk membidik kan senjata nya.


Maira berdiri di depan alun alun Kota, weekend atau hari hari biasa selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.


salju turun dengan perlahan membuat tempat itu terlihat putih, di beberapa titik terdapat gundukan salju, Siva bilang semalam ada badai salju.


Maira menghembuskan nafasnya saat dingin mulai menyeruak pada tubuh nya.


Maira memeluk dirinya sendiri, Maira berjalan menjauhi keramaian, benak nya terus mengingat seseorang yang entah dimana ?


Maira berdiri menatap bangunan tinggi nan indah, tetap terlihat meski dari kejauhan.


Maira tertegun Saat seseorang merengkuh nya dengan jaket tebal, Maira menoleh ke arah belakang dimana Alfa berada.


pria itu tersenyum lalu sedikit menjauh dari Maira, tak jauh dari tempat itu kian melihat mereka berdua.


"sabar Ki.....!"


bagaimana bisa bersabar melihat kekasih nya bersama pria lain.


*


"jangan memaksakan sesuatu yang kamu sendiri tidak bisa menahan nya, udara begitu dingin tapi kamu tidak melindungi tubuh kamu dari rasa dingin itu....."


ujar Alfa membuat maira tertegun.


"aku tidak bisa memberikan mu rasa hangat, Andai saja bisa memeluk mu dengan bebas maka aku akan melakukan nya...."


Lagi lagi Alfa menyentuh hati nya.


Maira menoleh ke arah sisi tak jauh dari tempat nya berdiri terlihat seseorang yang telah lama menghilang kini muncul.


"kak Ian..."


Namun kian tidak bisa menahan kecemburuan nya, ia pun pergi meninggalkan tempat itu dengan tergesa


"kak tunggu...."


Ujar Maira berlari mengejar kian yang tidak menghiraukan panggilan nya.


"kak tunggu aku...."


dengan cepat maira mengejar langkah kian, Alfa mematung memperhatikan wanita yang di cintai nya berlari mengejar seseorang yang entah dari mana.


"kak...."


kian menghentikan langkahnya saat maira berhasil meraih tangan nya.


"kak, kamu... benar ini kamu?"


tanya maira dengan derai air mata.


"ya, kenapa ? kamu sudah melupakan aku ?


apa kamu sudah tidak mengharapkan aku lagi ?"


tanya kian, sakit melihat maira bersama Alfa.


"kenapa bicara seperti itu, bukan kah kak Ian yang pergi tanpa kabar..!"


"aku......!"


jawab kian terbata, seharusnya ini menjadi pertemuan yang indah untuk mereka berdua tapi kenyataannya tidak, Kian tak bisa menahan air matanya melihat maira bersama Alfa, melihat potret nya saja sudah membuat kian sakit, dan sekarang kian melihat sendiri dengan mata kepala nya.

__ADS_1


"aku sadar, aku bukan yang terbaik untuk kamu Mai, Alfa jauh lebih baik dari aku...!"


Maira tertegun mendengar apa yang kian lontarkan.


"apa maksudnya ?!"


Maira tertegun saat melihat Shira berdiri tak Jauh dari kian.


Saat mengetahui kian terbang ke Italia, Shelomita langsung mengajak Shira untuk menyusul kian.


dan tentu saja langkah kian tak luput dari pengintaian Shelomita.


"apa kak Ian kembali dengan shira ?


atau selama ini tidak pernah ada cinta untuk Mai..!"


kian menoleh ke belakang dan melihat Shira berdiri mematung memperhatikan kedua nya, sebenarnya Shira juga tidak ingin ada di antara mereka jika bukan karena Shelomita.


Maira tak kuat menahan air mata nya, pertemuan macam apa ini ?


Kecewa...


"berhari hari aku menunggu, berbulan... tapi kenapa ini yang aku dapat ?"


"menunggu ku ? lalu kebersamaan kalian berdua apa?"


tanya kian.


"aku dan bang Alfa tidak ada hubungan apa apa...! kenapa kak Ian menuduh Mai seperti itu"


"ya itu kenyataan nya, jangan berpikir kalau aku tidak tahu apa apa..dia juga cinta sama kamu !"


"itu hak nya bang Alfa !"


"oh seperti itu dan kamu juga suka ?"


Maira menggelengkan kepala nya tak menyangka dengan pertemuan yang justru membuat nya kecewa.


Maira tak menyangka kian berbicara seperti itu pada nya, bukan ungkapan rindu seperti yang maira harapkan.


"terserah...!"


ujar Maira kecewa dengan sikap kian yang selalu seperti itu, Maira terpaku saat kian berbalik badan dan pergi meninggalkan nya, tangis nya pecah saat kian meraih tangan Shira.


"aku benci sama kamu kak, aku menyesal cinta sama kamu !"


ujar Maira merasa hancur saat seorang yang ia cintai pergi menggenggam tangan wanita lain.


kian menghentikan langkahnya mendengar apa yang maira lontarkan.


seseorang tersenyum miring lalu mengarahkan pistolnya ke Arah maira yang tengah terisak menahan perih memegang erat jaket tebal pemberian Alfa.


dor..


dor...


Maira menganga saat merasakan seseorang menembak punggung nya dari belakang.


seketika darah mengucur membasahi salju putih yang kini berwarna merah darah, maira tumbang seketika.


Alfa langsung berlari menghampiri Maira, begitu juga dengan kian Namun Alfa lebih dulu sampai.


"Maira.....!"


air mata Alfa langsung jatuh membasahi pipi maira yang langsung pucat.


Seketika itu tempat menjadi ramai karena kejadian penembakan tersebut, beberapa polisi datang menghampiri namun pembidik itu berhasil melarikan diri karena sebuah mobil langsung membawa pria itu pergi.

__ADS_1


bersambung...


happy reading..😍😍


__ADS_2