
Maira tertegun Setelah membaca pesan dari Abian untuk berhati hati karena para mafia itu masih bergerak.
Pihak kepolisian akan terus melakukan pengamanan sesuai permintaan Abian.
Maira menoleh ke arah sekitar ia berdiri, Alfa tengah memesan kamar hotel untuk mereka berdua.
"ada apa sayang ?"
tanya Alfa memindai wajah Maira sedikit pucat, Maira menoleh ke arah dimana beberapa bodyguard yang menjaga mereka, namun tetap saja maira merasa was was mengingat kejadian dulu sewaktu di Italia.
"papah kirim pesan agar kita berhati hati bang, seperti nya keadaan mulai tidak aman dan papah menyuruh kita pulang !"
Jawab Maira sedikit terbata, kenapa keadaan selalu seperti ini sedangkan mereka baru saja sampai.
wajah maira tiba tiba pucat mengingat mimpi yang menakutkan itu, reflek Maira langsung mendekap erat Alfa.
"sayang apa yang kamu pikirkan ?"
tanya Alfa memangku wajah Maira, mata nya mulai berkaca kaca.
"aku mau pulang, aku takut bang!"
Alfa mengerti kekhwatiran yang Maira rasakan semua pasti berkaitan dengan mimpi buruk itu.
"Kita akan baik baik saja, percaya lah padaku...aku akan menelpon papah, kita akan kembali besok, kita baru sampai dan tidak mungkin langsung kembali, itu akan sangat melelahkan sayang !"
Alfa mengiring Maira untuk masuk ke dalam kamar hotel, Beberapa bodyguard mengikuti dari belakang.
"kita istirahat dulu ya!"
Ujar Alfa Menutup pintu lalu mengajak maira ke ranjang.
"duduk sayang....Kamu tenang ya!"
Alfa berjongkok di hadapan Maira yang tidak bergeming, iba dengan keadaan istri nya itu.
entah kenapa mereka terus mengintai Maira, Alfa sendiri belum mendengar cerita detail nya dari Abian.
Maira tersenyum memandang wajah tampan suami nya itu, pria yang tetap maju meski ia tahu tidak lah Mudah bersama nya, seperti halnya keadaan mereka sekarang.
terancam bahaya, apa mungkin kian menjauh darinya karena hal itu, berpikir ulang memiliki wanita seperti dirinya yang menjadi incaran para mafia.
"jangan pikirkan apapun yang membuat mu lelah, Mai. ada aku disini yang akan selalu menjaga mu.."
Sambung Alfa membuat Maira tersenyum lalu memeluk suaminya itu.
entah lah bagaimana kalau tidak ada Alfa, mungkin keadaan nya akan lebih parah apa lagi kian meninggalkan nya begitu saja.
"Terima kasih bang !"
Alfa mengangguk lalu membuka jas tebal nya.
"Abang pesan makanan untuk kita ya !"
Alfa langsung menghubungi Pihak restoran untuk mengantarkan makanan ke kamar mereka berdua.
Maira memijat keningnya yang terasa pusing, menelan Saliva nya saat Rasa mual kembali menyerang, apa mungkin karena lapar ia menjadi mual dan pusing.
"bang.....!"
Alfa langsung menoleh saat Maira memanggil nya, Alfa baru saja menghubungi Abian untuk menanyakan perihal permasalahan itu.
"ada apa sayang ?"
Alfa memindai wajah Maira lalu menghampiri, mendekap pinggang nya kemudian mencium kening Maira, istri nya pun berbalik memeluk.
__ADS_1
"aku lapar bang !"
Tutur maira senyum mendongak menatap wajah Alfa.
"sebentar lagi makanan datang kamu tunggu ya !"
Tak berselang lama makanan datang, Maira langsung menghampiri dan wajah nya merekah saat melihat salah satu makanan nya tersaji.
"pizza ....!"
sahut nya menoleh ke arah Alfa di belakang.
Alfa terkekeh saat melihat maira langsung meraih makanan itu lalu melahap nya sendiri.
pelayan itu tersenyum lalu memindah kan makanan lain nya ke meja.
Alfa duduk di samping Maira yang tengah mengunyah makanan itu, pizza tersebut begitu lezat dengan toping daging yang lembut serta keju yang meleleh membuat Maira semangat menikmati makanan itu.
"jangan minta....!"
Alfa kembali terkekeh lalu menatap maira yang tersenyum lalu kembali melahap pizza itu.
"pelit banget sih, Abang juga mau!"
Maira terkekeh lalu membelakangi Alfa membawa makanan nya.
Alfa merengkuh Maira yang masih mengunyah makanan nya." aku mau Maira ?
mau kamu...!"
Maira langsung menoleh ke belakang membiarkan Alfa mencium bibir nya yang belepotan.
"Asin.....!"
"ayo kita lanjut makan !"
Maira mengangguk lalu menghadap makanan yang lain nya.
Alfa menatap beberapa piring yang kosong, Tak biasa nya maira makan sebanyak itu.
Namun Alfa senang karena Istri nya itu kini sedikit berisi, Maira sendiri hanya cengengesan saat Alfa menggeleng sambil tersenyum.
"sayang, lagi makan nya ?"
Maira langsung menolak karena merasa kekenyangan, semua makanan tandas tanpa sisa dan Kebanyakan Habis oleh nya.
Akhir akhir ini ia selalu merasa lapar, di rumah juga ia selalu meminta pembantu membuat kan nya makanan cemilan.
"Istri Abang ini perasaan sekarang agak gemuk....!"
"hm, masa sih bang !
Mai harus diet nih kayaknya !"
jawab Maira terkekeh lalu memeluk Alfa.
"kalau udah selesai kita Mandi, terus sholat Dzuhur berjamaah !"
Maira mengangguk lalu beranjak bersama Alfa.
Kedua nya menunaikan shalat Dzuhur bersama, tiba tiba Maira merasa mual dan ingin muntah.
setelah salam terakhir gegas Maira beranjak lalu berlari kecil ke kamar mandi memuntahkan semua makanan yang tadi masuk ke dalam perut nya, gegas Alfa menghampiri dan memijat tengkuk Maira.
"sayang kamu sakit ?"
__ADS_1
Tanya Alfa mengelap bibir Maira yang basah, memindai wajah maira yang pucat, kemudian Alfa mengangkat tubuh Maira, Membawa ya ke ranjang.
"pusing banget, tapi nanti ilang sendiri !"
Kata Maira merebahkan tubuhnya di ranjang.
"sayang kamu telat datang bulan enggak?"
Alfa berharap kalau Maira Hamil.
"seharusnya dua Minggu yang lalu dapet !"
Alfa langsung tersenyum dan merengkuh tubuh Maira.
"sayang seperti nya !"
"kalau enggak gimana ?"
sangkal Maira membuat Alfa terkekeh.
"kita akan cek setelah kita kembali ke Indonesia ya!"
Maira mengangguk lalu memeluk Alfa.
keduanya terlelap saling berpelukan melepaskan penat setelah beberapa jam perjalanan.
Malam....
Maira tersenyum menatap keindahan kota Bern dari atas hotel, kaca jendela besar itu menampakkan keindahan kota Bern pada malam hari, sayang nya ia tidak bisa menikmati keindahan itu langsung.
Abian meminta kedua nya untuk tetap di hotel dan tidak keluyuran keluar.
"hm, percuma ke sini kalau cuma diem di hotel... besok malah udah harus balik !"
gerutu Maira sambil manyun.
"turuti saja perintah papah mu Mai ?!"
jawab Alfa memeluk Maira dari belakang.
"ayo bang kita keluar sebentar jalan jalan di pusat kota, Mai yakin mereka tidak akan mencari masalah di tempat ramai !
besok kita kembali ke Indonesia !"
Pinta Maira membuat Alfa tertegun.
"tidak sayang, kita di kamar saja !"
Tolak Alfa, khawatir jika mereka bener bener tengah mengintai maira.
"bosen dong bang, enggak asyik !"
rengek maira membuat Alfa tertegun.
"ya sudah kita keluar sebentar ya!"
Maira langsung tersenyum lalu memeluk Alfa.
Satu pasang mata memperhatikan Maira dan Alfa keluar dari hotel dengan beberapa body guard mengikuti mereka dari belakang dan berjaga di depan.
Tentu itu bukan hal yang sulit mengecoh mereka dan kembali menjalankan misi nya.
bersambung...
happy reading 😍
__ADS_1