
Alfa mengajak Maira masuk ke dalam restoran Tersebut, ada rasa aneh entah apa saat Alfa memakai kan nya pasmina.
Alfa menarik kursi Dan menyuruh maira untuk duduk, di susul dirinya yang duduk di hadapan maira.
"hm...mau pesan apa ?"
tanya Alfa menyodorkan menu makanan yang ada di restoran tersebut.
"aku mau spaghetti aja sama jus lemon !"
gegas Alfa memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Alfa tertegun saat seorang perempuan yang di kenal nya menghampiri menggunakan seragam pelayan restoran tersebut.
"Rosa....?" Alfa berdiri menatap sosok yang pernah ia harapkan hidup bersama.
"bang Alfa.....!"
entah apa yang terjadi, setahu Alfa perempuan itu sudah menikah tapi kenapa sekarang ia bekerja di restoran tersebut.
"apa yang terjadi, kenapa kamu kerja di sini ?"
maira sendiri hanya diam memperhatikan interaksi keduanya.
Rosa senyum lalu menunduk tak menjawab pertanyaan dari Alfa.
"mau pesan apa bang, hm...maaf pak!"
rosa sedikit membungkuk tak enak karena ia tengah bekerja.
"dua spaghetti dan dua jus lemon !"
jawab Alfa lalu duduk sedikit menoleh ke arah maira yang justru tampak acuh.
"oke tunggu lima belas menit pak !"
Rosa langsung undur diri meninggalkan mereka berdua.
"seperti nya kamu masih punya kesempatan...!"
ujar maira membuat Alfa menoleh ke arah maira yang berbicara sambil memainkan ponselnya.
"maksudnya...?" tanya Alfa singkat menilik maira yang menatap nya.
"ya itu kan wanita yang kamu harapkan, seperti nya dia gagal menikah....!"
Alfa diam tak menjawab, ia bersandar pada kursi, selama menunggu tak ada yang bicara maira juga sibuk dengan ponselnya, bukan menghubungi kian karena ia takut jika saat menghubungi kian dan Luna yang mengangkat telepon nya.
tak lama pesanan datang tapi bukan Rosa yang mengantar.
"coba tanya kalau penasaran ?"
celetuk maira kembali membuat Alfa menoleh ke arah nya.
"aku tidak penasaran dan tidak perlu mencari tahu apapun !"
jawab Alfa, kini keadaan sudah berbeda ia tak lagi berharap pada Rosa, hati nya kini condong pada wanita yang seperti nya mengharapkan ia pergi.
Maira hanya diam sesekali melirik rosa yang menjamu tamu yang datang ke restoran tersebut, sementara Alfa bersikap acuh di depan maira meski tak mampu ia elakan bahwa ia penasaran.
"bang aku pulang naik taksi ya !"
__ADS_1
seru maira melirik ke arah Alfa yang juga menoleh ke arah nya, maira ingin ke galery untuk bertemu kian.
"aku antar sampai rumah, mana bisa kamu pulang naik taksi !"
maira diam tak menjawab, waktu menunjukkan pukul setengah satu siang.
"baiklah mungkin aku turuti saja dulu setelah sampai di rumah aku bisa langsung pergi lagi !"
batin maira meracau sendiri.
setelah selesai makan kedua nya beranjak pergi dari restoran itu, sesekali rosa melirik ke arah Alfa dan maira yang berjalan beriringan keluar dari restoran tersebut.
"bener nih enggak mau ngobrol dulu ?"
ujar maira saat mereka berada di depan.
"sama siapa Mai ?"
tanya Alfa memindai wajah maira, tersungging senyum di bibir gadis cantik itu.
"ayo pulang, aku harus segera ke kantor.
nanti sholat Dzuhur di rumah ya !"
pesan Alfa dan di angguk kan maira.
kedua nya meninggal kan restoran tersebut, Rosa hanya bisa memandangi Alfa dari jauh, ia memang berniat untuk menikah namun semua itu gagal saat mengetahui bahwa calon suami itu ternyata sudah memiliki istri.
Rosa memilih membatalkan pernikahan tersebut karena Tak ingin di poligami.
tak selang berapa lama maira sampai di rumah, ia meminta turun di depan rumah.
tanya maira saat mobil menepi di depan gerbang.
"ya sudah aku langsung pergi..!"
maira mengangguk lalu turun dari mobil Alfa yang langsung melaju pergi.
Maria berdiri di depan pintu tanpa berniat masuk ke dalam rumah, ia menunggu taksi yang lewat untuk pergi.
maira tersenyum saat melihat taksi dari kejauhan lalu tangan nya bergerak menyetop taksi tersebut.
dari jauh Yusuf melihat Maira naik taksi, gegas ia mengikuti mobil tersebut.
dalam taksi maira menghubungi kian dan memberi tahu kalau ia akan datang ke galery.
kian menatap pesan dari maira, hatinya masih diliputi rasa cemburu namun ia juga sangat merindukan gadis itu.
kian ingin tahu sebesar apa rasa yang cinta maira saat ia mengabaikan pesan nya.
Yusuf menautkan kedua alisnya saat maira turun di sebuah galery lukis milik seorang pelukis ternama Kiandra Edhi Wibowo.
karena penasaran Yusuf memarkir kendaraan roda dua nya lalu mengikuti langkah maira mengendap masuk ke dalam galery tersebut.
"kak ...."
panggil maira masuk ke dalam galery, terlihat kian tengah berdiri di depan jendela kaca besar memegang gelas berisi kopi.
kian menoleh lalu menghadap maira yang berjalan mendekati kian yang menatap nya penuh tanya.
"kak kian kenapa ?"
__ADS_1
tanya maira menatap wajah kian tanpa ekspresi.
"enggak rindu sama aku ?"
tanya maira lagi membuat kian terpaku menahan sesak di dada mengingat kedekatan nya dengan Alfa.
ia benar benar cemburu dan tak rela maira bersama pria lain, mungkin terkesan egois karena ia juga masih berstatus suami orang.
"beberapa waktu tidak bertemu kenapa kamu begitu mudah dekat dengan Alfa ?"
ujar kian yang tidak Bisa menahan lagi kecemburuan nya.
"maksudnya ? maira enggak ngerti !"
"aku cemburu mai lihat kamu dengan Alfa !"
jawab kian memegang pundak maira.
"terus kak kian sama kak Luna apa ?"
balas maira, ia juga tak suka melihat kedekatan pasangan suami istri yang katanya hendak berpisah.
"aku enggak ngelakuin apa apa dengan Luna, tidak seperti kamu dengan Alfa !"
sahut kian semakin membuat maira tak mengerti.
"apa sih kak ! aku ngapain sama Alfa !"
"seperti ini !"
kian langsung mencium bibir maira dengan menuntut, Yusuf yang melihat hal itu Langsung tercengang tak percaya bahwa hubungan kedua nya lebih dari sekedar teman.
maira mendorong tubuh kian yang mencium sambil menghimpit nya ke dinding.
"aku enggak ngelakuin itu sama Alfa !
dia itu enggak seperti kamu !"
ucap maira mendorong tubuh kian.
"tapi aku melihat kalian seperti itu ?"
"kapan hah, seperti nya kakak tuh salah lihat !"
balas maira dengan lantang tak terima saat kian menuduh nya berbuat seperti itu dengan Alfa.
"aku datang karena aku rindu bukan seperti ini balasan nya.."
Tutur maira lalu menitikkan air mata nya kesal karena sikap kekasih nya itu.
"pernah enggak sih berpikir untuk bertanya terlebih dahulu, kenapa kak Ian menuduh maira berbuat seperti itu..."
Kian tertegun sejenak lalu mendekap erat tubuh maira.
"maafkan aku mai, aku benar benar cemburu !"
kian merasa bersalah karena kecemburuan nya membuat maira menangis.
seseorang pun terpaku melihat kejadian itu, Yusup tidak percaya dengan apa yang ia lihat namun semua itu nyata, keduanya memiliki hubungan spesial dengan keadaan sama sama telah berdua.
bersambung....
__ADS_1