Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
sibuk.


__ADS_3

Maira tertegun saat Abian meminta nya untuk duduk karena ada hal yang ingin Abian bicara kan, tentu menyangkut tentang cincin yang melingkar di jari manis nya.


"Mai, bagaimana kalau kamu dan Alfa segera mencari tanggal pernikahan !"


ujar Abian seketika membuat maira membeku.


pertunangan nya dengan Alfa baru berjalan satu bulan, dan sekarang Abian meminta nya untuk mencari tanggal pernikahan, bagaimana bisa sementara ia tidak pernah menginginkan pernikahan itu, maira justru mengharapkan perpisahan.


"tidak bisa pah, maira tidak mau buru buru menikah dengan Alfa, maira enggak cinta !"


"kalau soal cinta, lambat Laun itu akan terbangun setelah kalian menikah !"


jawab Abian menatap lekat wajah maira tampak masam.


"enggak pokok nya enggak mau, jangan sampai Mai nekat pergi dari rumah !"


Zahira langsung menahan Abian yang hendak berbicara.


"ya sudah Mai, begini saja.


kapan kamu siap untuk mengambil keputusan ?"


tanya Zahira berusaha untuk tenang menghadapi maira yang kini berani melawan.


Abian menghela nafas panjang menatap maira yang juga menatap nya tajam.


"kalau papa udah enggak mau ngurusin Mai, ya udah mai bisa hidup sendiri tapi jangan suruh Mai terikat dengan seseorang yang tidak mai cinta, coba bayangkan kalau papa ada di posisi Mai !"


jawab maira membuat Abian membeku, maira pergi meninggalkan mereka yang tertegun.


Abian menatap Zahira, ia juga dulu hampir kehilangan sosok indah yang berada di hadapannya karena sebuah perjodohan namun apa yang menyebabkan maira bersikap seperti itu, apa ia memiliki kekasih di luar sana hingga ia selalu menolak Alfa.


"maira butuh sosok hangat seperti papa, bukan seperti Alfa yang dingin dan menyebalkan...!"


ujar maira kala itu terngiang di telinga nya, apa ia sudah salah memilih kan calon, tapi setahu Abian, Alfa merupakan pria yang baik.


"bicaralah baik baik dengan maira, jangan sampai ia berpikir kalau kita tidak mau mengurus nya lagi !"


ujar Zahira menghampiri Abian.


"ya sudah temani aku ya"


Zahira mengangguk mengikuti langkah Abian menuju kamar maira.


Maira duduk di tepi ranjang memandangi potret sang nenek yang sudah tiada, rindu itu terasa menggebu membuat nyeri, mungkin keadaan tak akan seperti ini jika nenek nya itu masih ada. netra nya teralih kan pada ponsel nya yang berdering, terlihat kian melakukan panggilan telepon.

__ADS_1


namun suara pintu mengalihkan perhatian nya, gegas maira menyembunyikan ponselnya ke dalam nakas.


"Mai boleh mama masuk?"


tanya Zahira sedikit membuka pintu, maira hanya diam membelakangi mereka yang masuk.


Abian menghampiri lalu mengusap rambut panjang putri nya itu, Zahira duduk di samping maira.


"maafkan papa ya Mai....!"


Abian duduk di hadapan maira yang berderai air mata.


"apa papa udah enggak sayang lagi sama Mai..."


tanya maira menatap wajah Abian yang langsung terpaku, apa sikapnya sudah menyakiti maira ?


"maafkan papa Mai, papa sangat menyayangi kamu, makanya papa ingin yang terbaik untuk kamu !"


"tapi Mai enggak cinta sama Alfa!


jangan paksa Mai pah....!"


jawab maira membuat Abian tertegun.


tanya Zahira, kini maira yang tertegun mengingat kian yang masih berstatus suami orang, ia tak mungkin mengatakan hal itu pada Abian, yang ada ia malah di jauhkan dari kian.


"Mai belum siap untuk bicara, tapi untuk saat ini biarkan mai dengan kebebasan Mai, pah!"


Abian mengangguk tak ingin memaksakan maira untuk mengikuti saran nya.


"ya sudah, tak apa apa.


saran papa cobalah untuk lebih mengenal Alfa..."


maira tertegun tak menjawab, hati nya sudah lebih dulu tertawan oleh sosok pria lain, maira tahu itu sebuah kesalahan tapi hati nya sungguh tak bisa mengingkari rasa cinta yang hadir begitu saja.


"ya sudah, ini sudah malam.


kamu istirahat saja...hm..apa kamu sudah makan Mai ?"


maira mengangguk kecil menjawab pertanyaan dari Zahira.


setelah itu keduanya keluar membiarkan maira beristirahat.


bagaimana mau mengenal Alfa, keduanya berkomunikasi hanya pagi hari setelah itu tak ada lagi percakapan apapun di ponsel karena memang Alfa tak pernah menghubungi maira, ia sibuk dengan pekerjaan nya hingga tak ada waktu untuk menghubungi maira apa lagi Hanya untuk menanyakan apakah ia sudah makan atau belum, berbeda dengan kian keduanya banyak menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


banyak hal indah yang di lewati bersama, meskipun itu tak seharusnya namun kian sendiri bertekad untuk mengakhiri hubungan nya dengan Luna dan meraih maira.


seperti malam ini, Luna tiba tiba saja pulang.


kian sendiri tidak tahu kapan maira pulang, karena kian kembali ke rumah pukul setengah sebelas malam, ia harus menyelesaikan lukisan pesanan seseorang.


"dari mana sih kamu Ki ?"


tanya Luna saat kian masuk ke dalam kamar, tertegun sejenak melihat Luna menggunakan lingerie berwarna merah muda, namun kian memalingkan wajahnya karena merasa tak lagi berselera entah kenapa.


"aku habis melukis, kamu pikir aku dari mana? aku kira kamu tidak akan ingat pulang!"


tanya kian membuat Luna tertegun.


"kenapa kamu tidak pernah menghubungi Ki ?"


tanya Luna mengalihkan pembicaraan.


"aku sibuk banyak pekerjaan, tapi aku tidak pernah lupa pulang !"


jawab kian enteng membuka sepatu serta jas hitam yang membungkus tubuh atletisnya.


"HM benar kah seperti itu, lantas apakah tidak ada waktu sedikit pun untuk menghubungi ku ?"


kian menghampiri Luna yang tengah memindai nya, Luna memundurkan tubuhnya saat jarak keduanya semakin dekat.


"aku lelah, dan bukan hal seperti ini yang aku harapkan saat kita bertemu, kau malah membuat ku malas..."


jawab kian lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri meninggalkan Luna yang mematung sendiri.


awalnya Luna memang enggan untuk pulang, namun Syam mengatakan bahwa ia tidak ingin ada yang mencurigai hubungan mereka berdua hingga kedua memutus kan untuk pulang terlebih dahulu.


Luna duduk di tepi ranjang menuggu kian keluar namun sampai satu jam kian belum juga keluar dari kamar mandi membuat Luna tertidur lebih dulu karena mengantuk, sementara kian asyik bertukar pesan dengan maira.


berbeda dengan Erlin, tadi sore ia menemui dokter kandungan yang bisa mengatasi masalah mereka, Erlin kaget ternyata ia memang hamil, dan Erlin meminta dokter untuk memberikan obat penggugur kandungan karena untuk tindakan lainnya Erlin tak berani.


karena kandungan nya masih kecil, dokter pun memberikan obat tanpa melakukan tindakan lain, tentu hal itu menjadi keuntungan untuk endru karena lepas dari tanggung jawab, ia juga bisa merahasiakan hal itu dari diva.


Erlin memperhatikan beberapa obat yang di berikan dokter tadi siang dan percakapan nya dengan endru.


"aku enggak mau kita ada hubungan lagi ?"


ujar Erlin.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2