Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
naif.


__ADS_3

Kian menghela nafas panjang menatap maira yang tertidur pulas meringkuk di sofa panjang.


karena kecemburuan nya ia membuat kekasih nya itu menangis, ia menyesal dan tak seharusnya bersikap seperti itu, dua kali ia membuat maira kecewa dan ragu akan cinta nya.


"maaf kan aku mai, aku janji akan menyelesaikan masalah ku dengan Luna agar kita bisa bersama dan tak harus sembunyi lagi....!"


Tutur kian mengecup kening maira singkat lalu kembali fokus pada lukisan nya.


Yusup termenung sendiri mengingat kejadian tadi di galery, apa kah ia harus mengadukan hal itu pada sang papah, apa yang di lakukan oleh kakak nya itu sebuah kesalahan dan saat ada yang mengetahui hal itu ia akan di cap sebagai pelakor dan Luna juga bisa menyebar image buruk tersebut ke publik karena ia seorang selebriti.


tak lama ia sampai di rumah, Zahira dan Abian tengah ngobrol berdua. Yusuf masuk setelah mengucapkan salam di depan.


"sudah pulang ?"


tanya Zahira senyum saat Yusup mencium tangan nya berganti pada Abian.


"ya, mah.... Yusuf langsung ke kamar ya !"


Zahira mengangguk dan membiarkan putranya itu masuk ke dalam kamar.


Yusuf Tak henti memikirkan tentang maira, seperti nya ia harus berbicara berdua dengan maira, Yusuf harus menyadarkan maira bahwa apa yang terjalin di antara mereka itu sebuah kesalahan.


**


esok nya....


Pagi ini mereka berkumpul di meja makan, Yusuf memperhatikan maira yang tengah sarapan sambil memainkan ponsel nya.


"kak nanti siang nonton bareng yuk "


ajak Yusuf, mumpung ia tidak latihan bola dan berpikir untuk membicarakan hal itu dengan maira.


"HM .."


maira mendongak menatap wajah tampan adiknya itu.


tumben sekali Yusuf mengajak nya pergi Nonton, bukan nya adik nya itu tengah sibuk latihan untuk turnamen futsal yang akan datang.


"emang enggak sibuk ?"


tanya maira, Zahira dan Abian hanya diam menanggapi percakapan kedua nya.


"enggak kak, ada film bagus loh,nantinya Yusuf jemput ya kak,


sekarang berangkat bareng sama Yusuf !"


maira termangu lalu menoleh ke arah Abian yang seperti menunggu jawaban dari nya.


"ya sudah...."

__ADS_1


terpaksa maira mengiyakan karena ia Bingung mencari alasan untuk menolak, mereka tahu selain pizza maira juga paling suka Nonton.


pagi itu maira di antar oleh Yusuf menggunakan roda dua milik Yusuf, saat di lampu merah maira Melihat Luna yang tengah bermesraan di dalam mobil dengan seorang pria, maira menajamkan pandangan nya saat melihat kedua tampak acuh acuh saja, padahal Luna adalah publik pigur, bagaimana kalau ada wartawan yang melihat kejadian itu.


ternyata Luna juga tidak nyaman dengan rumah tangga nya, kenyataan nya keduanya sama sama berpaling ke lain hati, hubungan yang memang sudah tidak sehat.


Maira terperangah saat Yusuf tiba tiba menarik tangan nya hingga maira mendekap tubuh Yusuf yang atletis dan berisi.


gegas maira menepuk pundak Yusuf agar sedikit menjauh dari nya.


"apa sih ini anak !"


Yusup terkekeh kecil mendengar apa yang maira serukan.


"jangan aneh-aneh ya kecil kecil!"


Maira cemberut lalu turun dari motor saat mereka sampai di depan gedung universitas.


"hm... enggak apa apa kan kak, kita enggak ada hubungan darah jadi enggak ada salahnya kalau kita dekat !"


maira terperangah mendengar apa yang Yusuf lontar kan, "mana bisa seperti itu ?"


batin maira dalam hati lalu menggeleng kan kepalanya cepat.


"maaf kak ,aku bercanda !"


"nanti siang Yusup jemput ya!"


maira mengangguk lalu membiarkan Yusuf pergi dengan motor sport nya.


Maira berjalan masuk ke dalam gedung tersebut, namun langkah nya terhenti saat melihat Erlin turun dari motor sport entah bersama siapa karena pria itu menggunakan helm tertutup, gegas maira sedikit bersembunyi agar Erlin tak melihatnya.


lusa kemarin ia kehilangan jejak Erlin dan endru, apa mungkin itu endru?


kemarin Erlin tidak ada kabar dan sekarang Erlin terlihat baik baik saja.


kemarin Erlin memang tidak ke kampus, ia pergi dengan endru ke puncak, keduanya menghabiskan waktu bersama hingga sore hari.


maira bersembunyi di balik dinding saat Erlin masuk ke dalam gedung, dan saat Erlin masuk maira kembali ke luar untuk melihat plat nomor motor yang di kendarai pria itu.


maira masuk ke dalam kelas, diva dan Erlin tengah berbincang berdua.


"hai....!"


maira duduk di samping diva yang langsung tersenyum.


"Aku kira kamu enggak masuk Mai ?"


"Enggak lah Mau kemana ?"

__ADS_1


jawab maira senyum, tak lama dosen masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran.


maira memperhatikan Erlin yang bersikap biasa, padahal maira tahu ada yang ia sembunyikan dari diva.


mungkinkah Erlin berselingkuh dengan endru ?


Maira termenung mengingat hubungan nya dengan kian, begitu naif. apa bedanya Erlin dan dirinya.


untuk pertama kalinya ia menangis karena seorang pria, dan ironisnya pria itu suami orang.


Maria tertegun saat Alfa masuk kedalam kelas, seperti biasa Alfa menjadi sumber inspirasi bagi para mahasiswa yang ingin sukses di usia muda, Alfa melirik ke arah maira yang seperti nya tengah memikirkan sesuatu tapi bukan tentang apa yang tengah ia terangkan.


Alfa senyum saat netra maira melirik ke arahnya, maira sendiri bersikap biasa tak ingin menunjukkan siapa dirinya di depan teman teman nya, mungkin bagi sebagian wanita akan menjadi suatu kebanggaan menjadi calon istri dari pengusaha sukses, Tampan, mapan seperti Alfa.


namun berbeda dengan maira, entah kenapa ia begitu mudah jatuh cinta pada kian. cinta tak bisa di tebak mau nya hati....?


Maira tak bisa mengingkari perasaan nya bahwa ia menginginkan pelukis ternama itu.


usia pelajar semua mahasiswa berhamburan keluar dari kelas, Alfa menghampiri ke tiga gadis yang tengah merapikan tas nya.


diva senyum saat Alfa menghampiri mereka dan duduk di depan maira.


"mau pulang sama sama ?"


tanya Alfa senyum di hadapan Maira.


"siang ini maira ada janji dengan Yusuf !"


Erlin dan diva senyum memperhatikan interaksi di antara keduanya, Alfa bersikap manis pada calon istri nya itu.


"benar kah?"


tanya Alfa mengerutkan keningnya.


"ya, Yusuf mau ajak nonton. bang Alfa mau ikut !"


jawab maira, Alfa menoleh ke arah jam yang melingkar di tangan nya, siang ini ia ada meeting penting dengan klien yang dari Jepang.


"lain kali saja, ayo kita keluar bersama !"


mereka beranjak dari tempat lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut.


Maira tertegun saat Alfa menggenggam tangan nya menuntun nya keluar.


"so sweet banget....!"


desis diva di telinga maira, tentu saja beberapa pasang mata melihat hal itu dan bertanya tanya ada hubungan apa maira dengan pengusaha muda tersebut.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2