Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
tak ada kabar.


__ADS_3

Maira berjalan jalan di pusat kota bersama Nico, dulu kedua nya juga selalu menghabiskan waktu bersama.


Nico tidak menyangka Maira tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, meski usianya lebih satu tahun namun maira terlihat lebih muda mungkin karena kecantikan nya.


"kenapa melihat ku seperti itu..?"


tanya Maira melirik ke arah Nico yang langsung terkekeh.


"kalau tidak malu dengan kak Abian, aku bisa saja melamar mu!"


Maira melebarkan matanya mendengar apa yang Nico lontarkan, pria itu justru terlihat santai saja.


"hm, jangan suka aneh-aneh ya Nico !"


Maira memalingkan wajahnya sambil cemberut, Nico malah cengengesan.


"enggak, aku serius tapi aku malu !"


ujar Nico lalu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah maira terlihat geram.


"udara semakin dingin, ayo kita pulang Mai !"


kedua nya beranjak meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah menggunakan bus.


Maira duduk di samping Nico, berharap kelak ia bisa pergi berjalan jalan dengan kian, mungkinkah ?


semakin berharap membuat Maira semakin rindu, namun ada sedikit perih yang terpatri mengingat keadaan mereka berdua saat ini.


terpisah kala hati sama sama mendambakan.


tak berapa lama mereka sampai di rumah, Abian dan Zahira tengah berbincang dengan Siva.


"kalian sudah kembali ?"


tanya Siva senyum saat Nico duduk di samping nya.


"ya saljunya semakin banyak, udara juga begitu dingin kita putuskan untuk kembali saja !"


Abian memindai wajah Maira yang terlihat murung.


"ada apa Mai, kamu memikirkan sesuatu ?"


Maira mengangguk.


"Maira ingin kian cepat datang, kapan dia menyelesaikan perkara nya !"


ujar maira membuat Abian tertegun sejenak.


Beberapa waktu yang lalu Alfa menelpon dan mengatakan bahwa ia belum menyerah untuk mendapat kan maira karena kian mengajak nya bersaing untuk mendapatkan Maira, Abian sendiri tak mempermasalahkannya jika itu menjadi keinginan Alfa.


"kamu yakin dia cinta sama kamu ? atau hanya sekedar kesepian saja Mai ?"


ujar Abian membuat maira tertegun.


"enggak maira yakin bahwa kian sungguh sungguh mencintai Mai, kenapa papah bicara seperti itu ?"


jawab maira dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"ya sudah, kita tunggu saja kalau seperti itu...!"


Zahira langsung mendekati Maira lalu memeluk nya.


Abian mendesah lalu pergi meninggalkan Mereka yang mematung mendengar Isak tangis maira dalam pelukan Zahira.


"Mai harus bagaimana sih mah, supaya papah ngerti kalau mai cinta sama kian!"


Zahira mengangguk, Siva pun tertegun melihat maira. Ia teringat akan Zahira yang dulu bersikeras menginginkan Abian.


"sudah sayang,,?!"


Zahira mengusap punggung maira yang beberapa kali menarik napas.


"kalau kamu yakin dengan kian, berdoa pada Tuhan agar Ia memberikan yang terbaik untuk kalian berdua ?!"


tambah Zahira membuat maira tertegun, ia memang sudah lama meninggal kan Kewajiban nya sebagai seorang hamba.


"kamu sholat ya!"


titah Zahira dan di anggukan oleh maira.


"terimakasih mah, selalu support maira !"


Zahira senyum lalu kembali memeluk maira.


Ia paham apa yang dirasakan oleh Maira, dulu ia juga merasakan hal yang sama, betapa tersiksanya jauh dari orang yang kita cintai, bukan hal yang mudah untuk melupakan seperti yang orang katakan.


Zahira sendiri berpikir bahwa maira berhak memilih cinta nya, seperti apa kedepannya semoga itu yang terbaik yang di pilih kan tuhan.


Saat makan malam tak ada perbincangan penting, mereka hanya membicarakan hal sepele, Abian sendiri tak banyak bicara.


Zahira masuk ke dalam kamar setelah membantu Siva merapikan meja makan dan melihat Abian yang tengah memainkan laptop nya, ia tengah mengecek email yang William kirimkan pada nya.


"aku dulu lebih parah, jadi budak cinta sampai sampai berpikir untuk mengakhiri hidup... sehebat itu aku mencintai !"


Abian langsung menoleh mendengar apa yang Zahira lontarkan.


Abian teringat malam dimana Zahira hendak terjun ke sungai karena ia mengabaikan nya.


"aku rasa maira juga merasakan hal yang sama, jauh dari orang yang kita cintai itu mengikis energi hingga membuat kita tak semangat menjalani kehidupan..."


sambung Zahira senyum saat Abian menghampiri nya.


"kamu pikir aku baik baik saja tanpa kamu ?"


Zahira terkekeh saat Abian mengangkat tubuhnya ke ranjang.


"Bi....!"


Zahira senyum saat Abian mengecup pipinya.


"aku juga hampir gila !"


"lantas kenapa kamu seperti itu sama maira, jangan memaksa seseorang untuk menjauh dari orang yang ia cintai, itu sangat menyiksa !"


"baiklah, aku akan menerima kian jika ia datang kemari, HM..puas!"

__ADS_1


Zahira terkekeh geli saat Abian menggelitik nya.


"jangan bi, geli tahu !"


Abian tersenyum lalu mengungkung tubuh istri nya itu.


"aku kedinginan Zahira !"


ujar Abian kemudian mencumbu istri nya itu, melewatkan malam dingin dengan kehangatan.


**


pagi itu Alfa sampai di Italia, begitu juga dengan Kian. beda nya kian menggunakan pesawat pribadi, namun mendarat di bandara yang sama.


Alfa langsung naik taksi menuju hotel, ia memilih hotel yang berada di pusat kota, supaya memudahkan nya bertemu dengan maira.


sebelum nya ia sudah memberi tahu Abian bahwa ia menyusul mereka ke Italia.


Maira tersenyum senang saat Kian menghubungi nya, gegas maira mengangkat telepon nya.


"sayang...!"


ucap kian membuat jantung maira berdegup kencang.


"kak, dimana aku sangat rindu !"


"aku sudah ada di Italia, berikan alamat rumah mu, aku akan datang !"


"ya, maira akan kirim sekarang juga !"


gegas maira mengirim kan alamat kediaman nya pada kian yang kini berada di jalan.


Kian melebar kan matanya saat melihat sebuah mobil besar tiba tiba menghadang nya hingga mobil yang ia tumpangi menabrak mobil tersebut dan Terbalik...


**


Hingga sore hari Maira menuggu kedatangan kian namun tak kunjung datang, waktu berlalu malam menjelang kian malah tidak ada kabar sama sekali.


"mana kian, katanya dia mau datang ?"


tanya Abian.


Maira menggeleng karena sampai saat itu Kian tak jua menampakkan diri nya.


Abian tertegun saat air mata mengalir di pipi maira.


"kenapa ? di saat mai berharap kian malah enggak ada kabar, baru saja Mai merasa senang karena kian akan datang tapi kenyataannya....!"


Gegas Abian memeluk putrinya itu.


"kamu sabar ya, mungkin besok.. mungkin dia ada keperluan lain ?"


jawab Abian lalu mengajak maira masuk ke dalam rumah.


Zahira dan Nico iba melihat maira, baru saja ia lega melihat maira kembali ceria karena kian Akan datang, tetapi sampai gelap Kian tak jua datang.


beberapa hari berlalu, Kian tak juga kunjung datang, tak ada kabar apapun dari pria itu.

__ADS_1


sementara Alfa, ia hanya memandangi maira dari jauh, nyali nya seakan ciut untuk menemui maira mengingat percakapan terakhir nya, lalu untuk apa dia datang ?


bersambung..


__ADS_2