Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
insecure.


__ADS_3

Kian duduk di depan ruang operasi bersama Shira dan Alfa yang berdiri di samping pintu, Alfa langsung membawa maira ke rumah sakit terdekat di tempat itu, Ia juga sudah menghubungi Nico dan Abian.


"Alfa... bagaimana keadaan Maira..?"


ujar Siva dengan Raut wajah yang menunjukkan kecemasan.


"sudah di tangani oleh dokter !"


terlihat Ridwan berbicara dengan pihak kepolisian mengenai kejadian penembakan itu.


"Ini yang Oma khawatirkan, seharusnya Maira tetap dalam penjagaan...Oma enggak bisa bayangkan betapa Kagetnya Abian dan Zahira mendengar kabar ini..!"


ujar Siva duduk di samping Shira.


Saat ini Abian tengah berada di perjalanan menuju Italia bersama Zahira, Abian mempercayai Alfa untuk mengurus semua nya.


Sementara kian, sejak tadi tak bersuara.


Rasa sesal mendesak hingga membuat sesak, tak seharusnya ia bersikap seperti itu pada Maira, cinta seperti apa yang ia miliki jika kenyataan ia malah menyakiti Maira,


Ia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa disaat Maira membutuhkan darah pun, Alfa yang memberi kan nya.


kian pun beranjak dari duduknya, merasa tak berguna berada di tempat itu. Shira langsung mengikuti kian melangkah menjauh dari tempat itu.


berharap dalam hati, tak terjadi apa apa pada Maira, setidaknya ia masih memiliki kesempatan untuk meminta maaf.


"bang, Mau kemana ?"


tanya Shira, Ia Iba dengan keadaan kakak angkat nya itu.


"Abang harus tetap di sini menunggu Maira sadar !"


kian tertegun mendengar apa yang Shira ucapkan, padahal sejak tadi sang mama menghubungi nya namun Shira abaikan.


"Bang, Harus tunjukkan kalau Abang benar benar cinta sama maira, jangan pergi !


kalau soal mama nanti Shira yang akan bicara !"


Bukan itu yang menjadi kerisauan nya, dengan kejadian ini Kian merasa tak pantas untuk maira, tidak seperti Alfa yang siap siaga untuk orang yang di cintai nya.


pertemuan itu justru membawa luka untuk Maira, kian Merasa begitu bersalah mengingat apa yang terakhir Maira lontarkan, kian yakin bahwa maira kini membenci nya, Ia berhasil menyakiti kekasih nya itu.


"kejadian ini bukan salah kak Ian, kita juga enggak menyangka kan kalau seseorang mengintai Maira, bahkan kejadian ini pernah terulang setahun yang lalu....!"


ujar Shira yang mendengar kan Alfa bercerita tentang kejadian lalu mereka menginap di hutan gelap gulita.


"Maira selalu cari Lo....dan jangan salah kan gue kalau gue terus mendekati maira, bukan kah Lo yang mengajak kita untuk bersaing mendapatkan hati Maira...dan sampai saat ini gue terus berusaha.meski Maira cuma cinta sama Lo.


Gue paham Lo cemburu, tapi seharusnya Lo bisa menahan diri untuk tidak menyakiti maira karena keegoisan Lo itu...!"


ujar Alfa yang geram melihat tingkah kian, ia begitu menyayangi Maira, merasa tersakiti melihat wanita yang ia cintai terluka karena kian.

__ADS_1


kian sadar ia salah, dan jujur ia sangat takut terjadi sesuatu pada Maira, ia akan menjadi orang yang paling merasa bersalah.


Kian berpikir bahwa ia tidak pantas untuk Maira, dulu pun sering terjadi perdebatan karena kecemburuan nya dan sekarang kembali terulang lagi, Bahkan lebih parah.


*


Dua jam berlalu, Maira keluar dari ruangan operasi, Alfa begitu bersyukur saat dokter mengatakan operasi berjalan lancar.


"dokter tolong rapikan selimut nya..."


ujar Alfa yang ikut mendorong brankar.


Kian merasa lega karena maira tertolong dan itu juga berkat Alfa.


*


"pasien kekurangan darah, kami butuh donor darah, golongan AB+..."


ujar dokter saat Maira masuk ke dalam ruang operasi, dan saat ini hanya Alfa yang golongan nya sama dengan Maira karena golongan darah kian B+.


Di situ kian Merasa insecur, ia kalah banyak dari Alfa.


kian memindai ketulusan cinta Alfa yang luar biasa, bahkan ia yang paling gesit mengurusi urusan rumah sakit agar maira segera melakukan operasi, sementara ia hanya diam menunggu.


Ia lah orang pertama yang menitikkan air matanya saat melihat maira tumbang, Mengangkat tubuh maira dan berlari membawa nya ke rumah sakit.


Mungkin Alfa seorang yang terbaik untuk maira, bukan hanya itu Kian semakin patah mengingat sang Mama yang bersikukuh menolak kehadiran Maira.


*


Dokter membawa maira ke ruang ICU pasca operasi tersebut, Maira dalam pantauan dokter dan kepolisian.


Ridwan masih menunggu kedatangan Zahira dan Abian yang kini masih dalam perjalanan, Ridwan menilik kian.


wajah nya tak asing dan pernah muncul di stasiun televisi karena ia seorang pelukis terkenal.


"Alfa, kalau kamu lelah kamu boleh pulang dulu bersama Nico, kamu harus istirahat... kamu kan baru di ambil darahnya..!"


ujar Siva yang tidak mengetahui bahwa pria yang berada di samping Deni, adalah kekasih maira karena sejak tadi Siva sibuk bertanya pada Alfa.


"ya, Alfa akan pulang ..... ada kian yang akan menunggu Maira...!"


Siva tertegun mendengar nama kian, nama itu sering kali di sebut oleh maira.


Kian mencoba untuk senyum dan menguasai keadaan, Ia harus terus berada di rumah sakit sampai maira sadar.


Ia harus meminta maaf atas apa yang terjadi, entah bagaimana kedepannya kian pasrahkan kepada maira, Kian sendiri cukup sadar bahwa ia sudah banyak berbuat salah dan membuat Maira menderita.


Kian dan Shira begitu juga Deni berkenalan dengan Siva dan Ridwan.


"ya sudah kamu istirahat dulu!"

__ADS_1


ujar Ridwan saat Alfa berpamitan pada Siva dan Ridwan.


Mereka duduk Menunggu Maira sadar, waktu terasa berhenti berjalan hingga terasa begitu lama.


Kian duduk sambil berpikir tentang hubungan nya dengan Maira, Masih kah mungkin berjalan ?


"bang, ini mama mau bicara !"


ujar Shira menerima telpon dari Shelomita.


Kian langsung mengarahkan ponsel Shira ke telinga nya, kian tahu Shelomita pasti geram.


"pulang kian, menurut sama Mama.


kalau kamu tidak menuruti perintah Mama, Mama tidak akan segan menyakiti Shira !


atau Maira akan mendapatkan yang lebih dari yang ia rasakan saat ini"


ancam Shelomita lalu mematikan panggilan telepon nya.


"Mama bicara apa bang ?"


kian terdiam menatap Shira.


kedua nya tumbuh dalam lingkungan yang sama, kian begitu menyayangi Shira yang ternyata hanya adik angkat nya.


Bahkan lebih dari itu, Cinta hadir membuat bimbang, kedekatan yang terjalin membuat kian tak bisa menahan perasaan itu.


begitu juga dengan Shira, namun ia cukup sadar diri karena Ia memang dari keluarga yang tidak jelas asal usulnya.


"kita pulang sekarang....!"


ujar kian beranjak meninggalkan tempat itu, membuat Deni dan Shira termangu bertanya tanya.


"Maaf kan aku Maira...!"


kian berjalan dengan mata berkaca-kaca, entah harus bagaimana menghadapi sang Mama yang tidak pernah ingin di bantah.


hal yang sama terulang ketika ia di jodohkan Dengan Luna.


Shelomita juga mengancam keselamatan Shira jika ia tidak menuruti nya, dan sejarah itu kembali membuat kelam cinta nya.


bersambung.


coba para reader tercinta author mau bertanya, kalian akan memilih untuk di cintai atau mencintai....🤭🤭🤭😍


terkadang cinta itu tidak harus memiliki, dan sebuah kesalahan harus mendapatkan pembenaran.


🤔🤔🤔💪


terus dukung otor ya, jangan lupa like and komentar...😍

__ADS_1


__ADS_2