Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
menyerah.


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, kian tidak pernah menampakkan batang hidungnya, Maira sendiri tak pernah menanyakan tentang kian.


Dengan kejadian ini seakan mempertegas hubungan kedua nya.


"Diam mu menyakitkan,pergi mu tanpa pamit,


kasih mu seakan semu, janji mu hanyalah bualan, dan bodoh nya aku terperdaya...!"


batin Maira, Air mata nya meluncur Bebas tak dapat terkendali, ingin rasanya menangis meraung keras melampiaskan luka yang menganga memberikan duka.


"Masih pantas kah aku bertanya tentang dirimu, sedang kau pergi begitu saja tanpa mau mendengar kan aku...."


Maira menatap kaca jendela rumah sakit, Entah berada di lantai berapa, hanya bangunan tinggi kota Roma dapat terlihat oleh nya.


Krek....


seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu, hari ini dokter mengizinkan maira untuk pulang karena keadaan nya juga sudah membaik.


Zahira menghampiri maira yang tengah melamun, Zahira paham apa yang dirasakan oleh maira, ia dan Abian mengetahui peristiwa antara maira dan kian.


semenjak di rumah sakit kian tidak pernah datang menemui maira.


entah kenapa ?


"sayang, kamu sudah siapkah ?"


tanya Zahira mendekati Maira yang langsung menoleh.


"Sudah mah....!"


jawab Maira lalu turun dari ranjang, Abian sudah mengurus semua nya dan menunggu di luar.


Maira berjalan keluar dari ruangan bersama Zahira, terlihat Abian tersenyum menghampiri kedua nya.


"sudah siap ?!"


tanya Abian memindai wajah Maira yang terlihat segar hanya mata nya terlihat sendu.


Abian tahu ini adalah fase awal membiasakan Hati untuk tidak lagi berharap.


Maira tertegun saat melihat Alfa berdiri di depan mobil menuggu nya, satu Minggu berada di rumah sakit. pria itu tak sekalipun absen menemani nya.


"Sudah siap pulang ?"


tanya Alfa memindai wajah maira yang cantik dengan pasmina nya berwarna coklat.


Maira mengangguk meraih tangan Alfa yang terulur pada nya.


Abian bersyukur dengan keadaan ini kedua nya semakin dekat, Abian berharap Maira sadar bahwa Alfa sangat menyayangi nya.


Maira duduk di samping Alfa, supir membawa mobil melesat menuju kediaman Ridwan.


Tak ada pembicaraan yang berarti, Maira lebih banyak diam dan mendengar kan.

__ADS_1


tak berapa lama mereka sampai di rumah, Siva langsung menyambut kedatangan maira.


Ternyata ada seseorang dalam rumah itu, diva baru saja sampai.


kemarin Nico menjemput diva untuk bertemu dengan orang tua nya, secepat itu Diva menemukan pengganti endru.


Maira bersyukur mereka langsung memiliki kedekatan, apa yang diva dapatkan juga buah dari kesabaran nya menerima perlakuan endru yang sudah menyakiti nya.


Maira masuk ke dalam kamar di temani Zahira, menoleh ke arah lukisan ia dan kian.


"dia bilang aku lah satu satu nya cinta nya..."


Maira memalingkan wajahnya dari Zahira, tak ingin Zahira melihat nya menangis.


"sayang kamu mau istirahat atau ke bawah...?"


tanya Zahira memindai wajah maira yang sembab.


"kamu kenapa Mai ?"


tanya Zahira menyentuh pipi maira yang langsung basah.


Zahira langsung memeluk Maira yang langsung terisak, sesak nya menahan air mata yang ingin tumpah.


kali ini Zahira membiarkan Maira menangis hingga puas, sampai rasa sesak itu berganti kelegaan.


"Hadapi, ini hanya tentang waktu...!"


ujar Zahira mengusap pundak maira.


Sore ini Alfa berencana untuk kembali ke Indonesia, karena memang pekerjaan nya di Italia juga sudah selesai.


kemungkinan ia akan kembali setelah pekerjaan nya di Indonesia berkurang.


Alfa membiarkan Maira beristirahat di dalam kamar nya, Ia berada di ruang tengah bersama yang lain nya.


Diva meminta Nico untuk mengantarkan nya menemui Maira, banyak yang ingin ia dengar kan dari sahabat nya itu.


"Mai aku boleh masuk...?"


tanya diva mendorong pintu, terlihat maira tengah berada dalam dekapan Zahira.


"masuk va!"


titah Maira lalu beranjak dari Zahira.


"ya sudah, Mama keluar ya! ada diva yang akan menemani kamu !"


Maira mengangguk.


"Mai Lo masih sakit ?"


tanya diva duduk di samping Maira.

__ADS_1


Maira pun menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya dan kian hari itu, bagaimana kian pergi meninggalkan nya dan hingga saat ini ia tidak pernah kembali.


"sudah Mai, mungkin kak Ian menjauh karena tidak ingin menyakiti kamu, aku tahu ini bukan hal yang mudah untuk kalian berdua.


sebenarnya bisa saja memaksa tapi jalan itu justru buntu...!"


Apa yang di Utarakan oleh diva memang benar, jadi untuk apa berharap lagi.


Mungkin untuk kedepannya Maira akan belajar merelakan cinta nya pada kian.


Zahira memanggil diva dan maira yang masih berada dalam kamar, Para pria sudah berkumpul di meja makan untuk makan siang.


"kita makan siang dulu setelah itu kalian boleh lanjut lagi ngobrol nya !"


ujarnya Zahira lalu keluar dari kamar di ikuti kedua nya.


Maira melihat Alfa yang tengah berbicara serius dengan sang papah, entah apa yang tengah mereka bicarakan.


"sayang, ayo makan siang dulu !"


ujar Abian saat maira sampai di meja makan bersama diva.


Maira duduk persis di hadapan Alfa, pria itu terus memandanginya tanpa berkedip.


Alfa senyum Saat Maira terlihat malu malu,sepertinya Gadis itu habis menangis, terlihat wajah nya sembab.


selama di rumah sakit Maira tidak pernah menanyakan perihal kian, tak pernah ia membahas kejadian itu namun raut wajah nya menampakan kesedihan yang mendalam, Alfa tahu Ada yang hilang saat kian jauh dari nya, Alfa sendiri tak paham dengan pemikiran kian, mungkin ia juga memiliki alasan kuat mengapa melakukan hal itu.


"Mai, sore ini Abang mau pulang ke Indonesia, kamu mau ikut ?"


Tanya Alfa di hadapan mereka semua, Alfa ingin tahu apa jawaban maira.


Alfa sendiri sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, ia sendiri pernah mengatakan pada Maira bahwa ia tidak akan memaksa.


"Mau bang....!"


Abian langsung menoleh ke arah Maira, Alfa tersenyum senang mendengar jawaban itu.


"aku menyerah, aku sudah berusaha mempertahankan kita, namun sampai detik ini tak ada usaha dari mu... Mungkin lebih baik hidup dengan orang yang mencintai kita, di banding berjuang sendiri mempertahankan cinta....aku tidak pernah menyesali apa yang pernah terjadi di antara kita, skandal itu menyadarkan aku bahwa tak seharusnya aku bertahan pada kesalahan, orang yang aku harapkan dengan sangat justru pergi tanpa pamit.


Aku lelah memandang hari, cukup sudah aku berjalan sendiri, biarkan aku bersandar pada Asa yang datang menerpa menyambut hangat jiwa ku yang lara, merengkuh ku penuh cinta, dari kejadian kita Aku akan belajar tentang setia.


Dari Mu aku belajar cinta nya salah, cinta yang tak seharusnya ada saat kita terikat dengan yang lain nya.."


"Jika melupakan mu adalah jalan terbaik maka aku akan beranjak dari kesalahan, jika mencintai mu suatu kesalahan maka akan aku tinggalkan....!"


"Rasanya berat mengubah kalimat itu, aku yang mencintaimu dengan sangat harus menyerah saat kamu tinggalkan."


bersambung..


kalian tahu bagaimana pedihnya di tinggal kan oleh seseorang yang kita cintai, sakit nya tiada Tara.


pengalaman Pribadi kah ?🤭🤭🤔🤭😍

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2