Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
pontang panting.


__ADS_3

Diva memberi tahu Maira bahwa Kemarin Erlin dan endru menikah, Maira sendiri tak kaget dengan kabar itu karena keduanya memang memiliki hubungan spesial sejak lama.


"kamu sabar ya Va, aku yakin kamu pasti dapat yang jauh lebih baik !"


ujar Maira merasa kasihan pada sahabat nya itu, mungkin kasus nya dengan Erlin hampir sama namun Luna tak seperti diva, justru Luna lebih dulu memiliki hubungan spesial dengan manager nya.


"aku malah bersyukur, dengan itu tuhan memberi tahu aku seperti apa mereka !"


ujar diva senyum, sedikit tersipu karena Nico terus memperhatikan nya.


Sebelumnya maira sudah mengenal Kan kedua nya, Maira memberi tahu diva kalau Nico itu Om nya.


"ya sudah kita pergi ke tempat game yuk... cari hiburan !"


ajak Maira beranjak, dalam benak terlintas untuk mendekatkan mereka berdua.


Diva baik, Nico juga baik. seperti nya mereka akan cocok.


ketiga nya berjalan beriringan, Maira berjalan di belakang mereka sambil merogoh tas nya mengambil ponsel, keduanya terlihat langsung akrab dan berbincang.


Maira tersenyum melihat kedua nya tampak asik dan nyambung.


Maira Termangu saat tiba tiba seseorang menggenggam tangan nya dan berjalan mendahului diva dan Nico.


Maira melebarkan matanya saat pria tampan itu tersenyum ke arah nya, Alfa yang tak sengaja melihat maira langsung menghampiri gadis itu.menarik tangan nya untuk berjalan bersama.


"bang, Al ?"


panggil Maira masih termangu, membiarkan Alfa menggenggam tangan nya.


Diva dan Nico malah tersenyum melihat mereka berdua, sebenarnya Nico lebih setuju maira dengan Alfa karena Alfa juga baik.


"kapan datang ?"


tanya Alfa menyentil hidung maira.


"his...bang Alfa ?!"


Seru Maira membuat Alfa terkekeh.


Maira tertegun melihat Alfa yang bersikap hangat pada nya.


"kenapa tidak dari dulu kamu bersikap seperti ini pada ku, mungkin aku tidak akan melabuhkan cinta ku pada pria lain.."


gumam maira senyum.


"hai Al .. gimana kabar Lo ?"


sapa Nico menghampiri mereka berdua.


"baik....!"


jawab Alfa kemudian bersalaman.


Nico mengajak Alfa untuk ikut bergabung dengan mereka, tentu seseorang merekam kebersamaan Maira dan Alfa.

__ADS_1


Maira memperhatikan Nico dan Alfa yang tengah bermain, Terlintas pria yang kini entah dimana.


"pulang lah, jangan pergi terlalu lama...aku khawatir seseorang menawan ku untuk berpaling dari mu !"


batin Maira, pilu setiap kali mengingat rindu nya yang tak berujung.


Maira membiarkan Alfa dan Nico berdua, Sementara ia bersama diva menceritakan apa yang tengah melanda kehidupan cinta nya.


"jadi kak Ian hilang ?"


tanya Diva tak menyangka bahwa Maira telah lama berpisah dengan pelukis ternama itu.


"Mai, Kamu kok bisa sih ada hubungan spesial sama kak Ian ?"


tanya diva, ia tak tahu menahu tentang kedekatan keduanya.


Maira bercerita pada Diva bahwa semua berjalan begitu saja, Maira sadar bahwa ia salah tapi cinta hadir begitu saja tanpa di minta, Maira bahkan mengabaikan persahabatan nya dengan Erlin yang sudah terjalin sejak lama.


mereka bersahabat sejak jaman SMA, dan karena hal itu kini mereka bermusuhan.


Erlin bahkan selalu menulis komentar miring jika maira menggugah story' nya Di Instagram.


"terus gimana sama bang Alfa Mai...?"


Maira juga bingung, Ia mengedikan bahu nya tanda tak tahu.


"ya sudah, semoga Tuhan kasih jalan yang terbaik untuk kalian berdua...!"


*


Maira menghampiri dan duduk di tepi kolam, Nico yang baru tiba ikut bergabung dengan mereka.


"gimana jalan jalan nya ?"


tanya Zahira duduk di samping Maira yang tengah melamun memikirkan kian, mungkinkah ia berada di Swiss.


jika benar maka ia harus meminta izin pada Abian untuk pergi ke Swiss mencari kian.


"Mai...."


Zahira menyentuh pundak maira, gadis cantik itu langsung menoleh.


"kamu melamun?"


tanya Zahira memindai wajah maira Tampak sendu.


"enggak apa apa mah, Zahira masuk ke kamar dulu ya!"


Zahira mengangguk.


"kenapa Maira ?"


tanya Abian yang naik ke atas menghampiri Zahira.


"enggak tahu, seperti tengah memikirkan sesuatu !"

__ADS_1


"ya sudah biar kita bicara nanti !"


jawab Abian yang kembali turun ke kolam renang.


Malam...


Tiba waktu malam, semua berkumpul di meja makan.


Maira membantu Zahira menyiapkan makanan ke atas meja, terlihat Nico dan Yusuf asik berbincang tentang bola.


Maira sendiri berencana untuk meminta izin pada Abian perihal keberangkatan nya ke Swiss.


Mereka makan sambil berbincang hal ringan, agar semua menikmati makanan tersebut.


Setelah selesai makan, Maira menghampiri Abian yang duduk di ruang keluarga bersama Yusuf.


"pah, Mai mau bicara !"


Maira duduk di hadapan Abian, keduanya tengah menonton TV.


Nico datang dan duduk dekat mereka, Nico yakin maira hendak meminta izin untuk pergi ke Swiss.


Maira menyampaikan keinginan nya untuk pergi ke Swiss mencari kian, Abian tertegun mendengar apa yang maira sampai kan.


Zahira duduk di samping Abian.


"Papah tidak izinkan kalau kamu pergi sendiri, sementara papah sibuk. Nico juga harus melanjutkan studinya. begitu juga dengan kamu. kapan kuliah kamu selesai kalau kamu terus mengurus kepentingan pribadi.


bukan papah melarang tapi apa kamu tidak pernah berpikir Mai.


kalau dia sibuk atau ada keperluan yang lain nya, seharusnya dia memberi tahu kamu !


dan kalau dia sakit, dia juga seharusnya menghubungi kamu, sekarang ini jaman sudah canggih, banyak cara untuk berkomunikasi dengan seseorang, Tapi kian. ia bahkan tidak memberikan kabar selama enam bulan lebih ? apa yang kamu harapkan Mai ? kalau dia cinta sama kamu, dia akan datang. kamu tidak perlu repot-repot mencari nya, kamu pontang panting ke sana ke mari mencari, bagaimana kalau dia malah tidak mengingat kamu sama sekali !"


ujar Abian panjang lebar menasehati Putri nya itu, Maira mematung mendengar Apa yang Abian sampai Kan.


"kamu tahu, sakit nya berharap pada selain Dia, papah ingin kamu sadar, kamu itu sangat berharga, kenapa kamu membiarkan diri mu di sia sia kan !"


sambung Abian langsung membuat Maira terisak, Zahira langsung berpindah tempat mendekati Maira kemudian merengkuh nya.


"kami Di sini sangat menyayangi kamu Mai, papah selalu was was dan khawatir meski ada body guard yang menjaga kamu, jadi papah minta kamu menurut. kalau dia benar benar mencintai mu maka dia akan mencari kamu Mai, yakinlah...!"


***


kian sendiri baru tersadar pasca operasi nya, seperti permintaan Shelomita, Shira terus berada di samping kian.


mereka selalu menolak jika kian meminta berbicara tentang Maira, dokter meminta kian tenang pasca operasi untuk pemulihan, kian sendiri menurut demi kesehatan nya, setelah sembuh Ia akan pergi mencari Maira.


kian pun sangat merindukan kekasih nya itu, berharap Maira setia pada nya.


bersambung....


happy reading....


😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2