Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
ikut campur


__ADS_3

Alfa menemani maira menunggu Yusuf tiba di kampus, Erlin dan diva sudah pamit pulang terlebih dahulu.


"bang Alfa lagi enggak sibuk ?"


tanya maira melirik sekilas.


"sebenar nya sibuk tapi aku harus memastikan kamu pulang bersama Yusuf..."


jawab Alfa membuat maira termangu tak mengerti maksud pria itu namun kali ini maira memilih diam tidak ingin berdebat, tangan kedua nya masih terpaut maira sendiri membiarkan hal itu, dari kejauhan seseorang memperhatikan hal itu, lagi lagi ia terbakar cemburu melihat maira bersama Alfa.


tak selang lama Yusuf tiba di hadapan mereka berdua, kian terus memperhatikan mereka.


"loh ada bang Alfa ?"


tanya Yusuf membuka helm tertutup nya, beberapa mahasiswa perempuan berbisik bisik melewati Yusuf yang masih berada di atas motor.


"ya, tapi kita tetap jadi pergi, bang Alfa cuma temenin kakak nunggu kamu !"


jawab maira melepaskan genggaman tangan Alfa.


"oh gitu...!"


balas Yusuf singkat merasa sedikit tak enak karena menduga kalau Alfa hendak mengajak maira pergi bersama.


"ya sudah, Abang kembali ke mobil... pergilah berdua, hati hati ya!"


"ya, pinjam sebentar ya bang Alfa !"


Alfa senyum lalu mengangguk membiarkan maira naik ke atas motor sport tersebut, kian menghelat Nafas lalu menutup kaca jendela mobil nya melaju kan mobil nya mengikuti laju motor milik Yusuf.


"beneran enggak apa apa kita pergi berdua kak !"


ujar Yusuf menoleh ke arah belakang.


"enggak apa apa, lagian dia mau balik ke kantor !"


jawab maira santai tanpa tahu ada yang mengikuti nya dari belakang.


tak berselang lama mereka sampai di mall, maira langsung turun saat Yusuf memarkirkan motornya, kian sendiri melajukan mobilnya menuju galery saat Alfa menghubungi nya menanyakan pesanan lukisan nya tempo hari.


maira tertegun saat Yusuf menuntun tangan nya masuk ke dalam Untuk memesan tiket masuk ke dalam gedung bioskop.


Maira sedikit merasa heran dengan sikap Yusuf yang tidak biasa nya bersikap seperti itu.


"mau beli makanan apa kak ?"


tanya Yusuf membuyarkan lamunannya.


maira tertegun tak menyadari kalau mereka sudah berada di kantin untuk memesan cemilan.


maira memesan beberapa cemilan dan minuman untuk menemaninya Nonton film horor yang hendak tayang.


"takut enggak, kita nonton film horor loh?"

__ADS_1


ujar Yusuf senyum lalu menuntun Maria masuk ke dalam gedung tersebut.


"enggak lah, itu kan cuma bohongan...!"


"tapi yang aslinya ada beneran loh kak !"


"ya itu hantunya kamu !"


Yusuf terkekeh geli mendengar penuturan maira yang terkesan lucu.


film mulai di putar, keadaan pun sudah gelap gulita, beberapa kali maira bersembunyi pada Yusuf saat adegan menegangkan saat hantu mulai meneror beberapa orang yang terjebak di rumah tua.


Yusuf tertawa kecil saat melihat ekspresi wajah maira yang ketakutan, beberapa kali maira menjerit membuat Yusuf terkekeh kecil.


maira menghela nafas panjang saat film tersebut usai, lampu kembali di nyalakan beberapa orang langsung beranjak dari duduknya termasuk maira dan Yusuf yang langsung mengajak maira ke tempat pizza.


"lagi banyak duit ya, traktir kakak suf!"


ujar maira dengan wajah sumringah masuk ke restoran pizza tersebut.


"banyak, duit papah !"


ujar Yusuf terkekeh lalu memesan pizza dan minuman untuk mereka berdua, Yusuf akan berbicara setelah mereka selesai makan.


"ayo makan yang banyak kak !"


titah Yusuf saat makanan lezat tersebut tersaji di hadapan mereka berdua.


"hm, kak boleh enggak Yusuf bicara, tapi jangan marah !"


maira mengerut kan kening nya mendengar penuturan Yusuf.


"kak ada hubungan apa dengan Kiandra pelukis ternama itu, maaf bukan maksud Yusuf untuk ikut campur...!"


"cukup.....!"


ujar maira menghentikan ucapan Yusuf, maira tak habis pikir dari mana Yusuf mengetahui tentang hubungan nya dengan kian.


"kamu memata matai kakak suf!"


tanya maira memindai wajah tampan yang hampir sama dengan Abian, sosok pria yang pertama kali ia kagumi.


"enggak sengaja, semua berawal di kapal pesiar, kenapa kakak melakukan hal itu di belakang bang Alfa yang begitu baik !"


"kamu enggak akan mengerti apa yang aku rasakan, aku enggak cinta sama Alfa !"


"ya tapi mencintai suami orang suatu kesalahan mutlak, kak Mai akan berdosa kalau sampai pasutri tersebut sampai bercerai !"


"tutup mulut kamu suf, kamu enggak tahu apa apa jadi jangan sok tahu...awas kalau kamu berani ngadu sama papah!"


"ya, tapi kalau sampai publik tahu malah akan lebih patal kak, Yusuf sangat menyayangi kak maira, tak ingin terjadi apa apa !"


maira tertegun sejenak lalu menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Aku tahu aku salah, tapi aku cinta sama pelukis Itu suf , aku tahu aku salah tapi aku benar benar tidak bisa mengingkari perasaan ku...!"


"ya Yusuf paham tapi kak maira harus melawan perasaan itu, Yusuf yakin itu hanya sebuah simpatik bukan cinta, kak Mai keliru !"


"cukup.... jangan bicara lagi, awas kalau kamu ngadu sama papah ?!"


ujar maira beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Yusuf sendiri.


"tunggu kak!"


gegas Yusuf mengejar maira yang berlari keluar dari restoran itu, dengan kemampuan berlari yang cepat Yusuf mampu mengejar maira dan menarik tangan nya.


"tunggu kak!"


Yusuf menghentikan langkah maira yang hendak menuruni eskalator.


"apa sih ?"


elak maira mencoba menepis tangan Yusuf namun cepat Yusuf menarik pinggang maira hingga tubuh keduanya beradu.


kedua nya sama sama tertegun saat bibir keduanya hampir beradu namun cepat maira mendorong tubuh Yusuf, Beberapa orang yang berlalu lalang memperhatikan interaksi kedua nya dan berbisik bisik kalau mereka sepasang kekasih yang tengah bertengkar dan seorang perempuan cantik berhijab memperhatikan Yusuf bersama maira.


"loh bukan nya itu Yusuf, itu pacar nya ? pantesan aja di sekolah cuek banget sama kamu May ..!"


ujar sela pada Mayang, gadis cantik itu menyukai Yusuf sejak mereka masuk SMA namun Yusuf selalu bersikap acuh dan dingin terhadap siswi siswi yang mengidolakan nya.


"enggak nyangka ya!"


sambung Rara lalu pergi meninggalkan maira dan Yusuf yang sama sama terdiam.


"maaf kak, Yusuf cuma mau melindungi kak maira ?!"


"omong kosong, jangan sok.... sekarang pergi jangan dekat dekat !"


ujar maira pada pria yang baru menginjak kelas dua SMA itu.


Yusuf tetap mengejar maira yang berusaha menjauh dari nya.


"kita pulang bareng, tadi kan berangkat nya sama sama, kalau enggak mau nanti Yusuf adukan semua sama papah !"


"kamu ngancem ?"


tanya maira menunjuk wajah tampan Yusuf.


"ayo kak, sebentar lagi mendung...


oke aku enggak akan ikut campur, tapi kalau pria itu menyakiti kakak, maka aku orang pertama yang akan menghajar nya!"


"hm... dasar anak kecil kurang ajar !"


umpat maira membuat Yusuf terkekeh geli lalu berlari meninggalkan maira yang langsung mengejar nya.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2