Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
keliru.


__ADS_3

Alfa menggeleng kan kepala nya, tak sampai di situ maira meminta nya untuk membantu nya bangun.


"jangan di dorong seperti itu, ayo tarik..!"


pinta maira tersenyum usil lalu mengangkat tangan nya agar Alfa membantu nya Bangkit.


Alfa membantu maira bangkit lalu tubuh maira dengan sengaja menubruk tubuh Alfa yang terpojok di sofa.


jantung alfa berdegup kencang saat netra kedua nya bertemu, bulu mata yang lentik membuat gadis itu semakin cantik.


maira juga tertegun saat merasa kan tubuh Alfa yang terasa hangat membuat jantung nya berdegup kencang, teringat seseorang yang jauh di sana.


Maira mencoba untuk menjauh namun Alfa menarik pinggang nya.


"bagaimana kalau kita secepatnya menikah ? agar aku tidak menolak saat kamu ingin memberi ..!"


maira terperanjat lalu berdiri menjauh dari Alfa.


"aku hanya bercanda....!"


jawab maira lalu duduk di sofa yang terpisah dari Alfa.


"ya bukan kah akan lebih indah Saat kita bercanda tanpa batas karena sebuah status !"


seru Alfa dan di tanggapi santai oleh maira.


"buat aku jatuh cinta terlebih dahulu setelah itu baru aku memutuskan untuk menikah dengan mu...!"


jawab maira memalingkan wajahnya lalu beranjak dari duduknya.


"maira......!"


ujar Alfa menghentikan langkah maira yang hendak pergi ke luar dari ruangan itu.


"cinta dalam ikatan pernikahan itu jauh lebih indah dan berpahala....?"


Alfa berdiri di hadapan maira, sesungguhnya cinta itu telah Hadir, hanya ia menunggu respon dari maira.


Alfa tidak tahu kalau sebenarnya maira sudah jatuh hati pada pria lain, meskipun sebenarnya itu adalah rasa yang keliru.


Alfa kembali mengenakan jas hitam milik nya pada maira.


"aku tidak suka orang lain melihat keindahan yang ada pada diri mu... jaga lah untuk seseorang yang berhak atas diri mu !"

__ADS_1


ujar Alfa membuat maira membeku di tempat nya.


Maira melangkah saat Alfa menggenggam tangan nya keluar dari ruangan itu, seorang perempuan cantik yang berdiri di meja sekretariat memperhatikan mereka berdua, hati nya terasa ngilu melihat Alfa bersama maira, telah lama Anisa memendam rasa pada pemilik hotel mewah tersebut.


maira melepas kan genggaman tangan Alfa, membuat Alfa menoleh ke arah belakang dimana maira terdiam.


"aku bawa mobil sendiri.....!"


"ya sudah, aku antar sampai depan... jangan membantah karena aku tidak suka di bantah !"


Alfa kembali menarik tangan maira, beberapa pasang mata memperhatikan mereka berdua, semua orang tahu seperti apa Alfa, ia tidak pernah membawa perempuan lain setelah Rosa.


"terimakasih....!"


ucap maira membuka jas milik Alfa lalu memberikan nya.


"lain kali jangan berpakaian seperti ini...!"


"aku bukan Rosa, dan aku tidak suka seseorang mengatur hidup ku....!"


jawab maira membuat Alfa tertegun lalu masuk ke dalam mobil.


Alfa terdiam memperhatikan punggung mobil yang menjauh, maira sendiri terus teringat interaksi mereka tadi.


namun cepat maira mengemudi kan mobil nya menuju galery, tak ingin lagi memikirkan Alfa, pria itu kini melangkah masuk ke dalam hotel menuju ruangan nya.


maira menghentikan mobil nya di depan galery, terlihat mobil seseorang terparkir.


maira kenal betul milik siapa mobil tersebut, ia berpikir ulang untuk masuk ke dalam galery.


Luna baru saja sampai di galery, kemarin ia bertemu dengan mama nya kian, seperti biasa beliau mengajak mereka untuk pergi makan malam di rumah Utama keluarga besar Kiandra Juanda.


"Mama minta kita untuk datang malam ini...."


ujar Luna duduk di samping kian yang tengah melukis, beberapa kali merilik ke arah jam tangan menuggu kedatangan maira namun tak kunjung datang.


"aku akan pergi nanti sore, pergilah lebih dulu nanti aku menyusul...."


jawab kian karena ia ingin bertemu dengan maira terlebih dahulu.


"aku ingin kita pergi bersama, ayolah kian kita perbaiki semua nya...."


Luna duduk merengkuh tubuh kian yang langsung menghentikan aktivitas nya.

__ADS_1


kian menoleh ke arah Luna, memperhatikan istri nya itu, Luna cantik, ia juga seorang selebriti papan atas, suara indah nya mendayu terdengar di mana mana, namun hal itu tak membuat kian jatuh cinta apa lagi kian mendapati Luna sudah tidak perawan lagi di malam pertama mereka berdua.


Maira yang penasaran masuk ke dalam galery dan melihat interaksi pasangan suami istri itu, siapa dirinya di tempat itu?


maira melangkah keluar dari galery tak ingin melihat kemesraan mereka berdua, rasa nya sakit melihat kian bersama Luna.


"aku tidak berjanji untuk memperbaiki semua nya, sebaik nya kamu berpikir ulang untuk hidup dengan ku, aku tahu kamu juga sudah muak dengan semua ini, jangan bersandiwara di hadapan ku..."


ujar kian membuat Luna tertegun sejenak lalu tersenyum kecil.


"aku ingin memperbaiki semuanya nya, aku tidak bersandiwara....aku akan Tetap menunggu mu, kita pergi bersama "


jawab Luna mencoba untuk sabar dan mengalah demi keluarga nya.


teringat percakapan nya dengan sang mama mengatakan bahwa perusahaan tengah mengalami banyak penurunan.


"jangan berulah dan membuat mereka kecewa karena semua itu akan berimbas buruk pada keluarga kita, perbaiki hubungan mu dengan kian, segera lah untuk mempunyai keturunan agar hubungan kalian tetap terjaga ..."


ujar Wida terngiang di telinga Luna, ia bersandar pada sofa sambil memainkan ponselnya mencoba mengabaikan bau cat yang tidak ia sukai.


kian sendiri asik dengan kanvas nya tanpa memperdulikan Luna yang masih menunggu nya, kalau seperti ini kemungkinan ia tidak akan bisa bertemu dengan maira padahal ia sangat merindukan gadis itu.


maira memasukkan mobil nya ke halaman rumah, terlihat Abian dan Yusuf tengah bermain basket.


Abian memperhatikan raut wajah maira tampak masam, entah apa yang terjadi dengan putri nya itu.


"assalamualaikum mah..."


ujar maira lirih sembari melewati Zahira yang hendak menghampiri Abian dan Yusuf yang berada di depan.


"walaikumsalam.....mai kamu sakit ?"


tanya Zahira Namun maira tak merespon, ia terus melangkah naik ke atas menuju kamar dengan langkah gontai.


entah lah rasa nya letih dengan semua ini, ingin sekali rasanya berteriak dan mengatakan bahwa ia tidak suka ini.


bagaimana kalau kian tidak jadi berpisah dengan Luna sementara ia sudah telanjur berharap dan menginginkan pelukis tampan itu.


maira Merebahkan tubuh di ranjang, kian juga tidak menghubungi nya, teringat Erlin dan endru, kenapa ia sampai lupa dengan mereka ? itu semua karena Alfa, maira kembali tertegun mengingat percakapan nya dengan Alfa.


"semua terlambat ..aku terlanjur mendambakan cinta yang lain, aku tahu itu salah tapi aku tidak Bisa menyangkal rasa ini bahwa aku mencintai dia, aku ingin dia.... kenapa harus dia, aku juga tidak tahu!"


maira menelungkup kan wajah nya di bantal tak ingin menangisi semua itu.

__ADS_1


namun air mata terlanjur Hadir membuat pilu.


bersambung .....


__ADS_2