Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
sembunyi sembunyi


__ADS_3

Diva mengatakan maksud mereka datang ke galery, kian memang mendengar kan diva berbicara namun beberapa kali netra nya terarah pada maira yang tengah memainkan ponsel nya, Abian mengrimkan pesan agar maira pulang cepat karena mereka akan pergi makan malam bersama keluarga Alfa, jika sudah seperti itu maira sendiri tidak bisa menolak atau memberikan alasan lain.


"kirim kan foto nya saja diva...!"


ujar kian membuat maira mendongak lalu memasukkan ponsel ke dalam tasnya.


"baik kak !"


jawab diva yang tidak menyadari kalau endru pergi entah kemana, begitu juga dengan Erlin yang katanya pamit ke toilet.


"ya sudah aku ke belakang sebentar "


ujar kian meniggalkan maira, diva dan juga Riko yang tengah memperhatikan beberapa lukisan.


kian melangkah ke belakang untuk mengambil beberapa keperluan nya namun langkah nya terhenti saat melihat Erlin dan endru yang tengah berbicara berdua.


"ya aku emang mau pisah sama diva, tapi biarkan dia memiliki kenangan untuk terakhir kalinya.."


jawab endru saat menanyakan tentang kejelasan hubungan mereka berdua.


"aku janji kita tidak akan sembunyi sembunyi lagi seperti ini...."


sambung endru lalu memangku wajah Erlin dan mencium bibir nya penuh hasrat.


kian tertegun lalu tersenyum ternyata kehidupan seperti itu bukan hanya dirinya yang mengalami tapi banyak di antara kita yang justru merasa cocok dengan orang lain.


kian sendiri tidak terlalu memikirkan hal itu, yang terpenting saat ini bagaimana caranya ia melepaskan rindu nya pada maira, gegas kian kembali ke depan menghampiri maira dan diva yang tengah berbincang.


"kalau yang seperti ini maira juga Bisa, tapi kalau kamu ingin karya aku ya sudah, hanya mungkin tidak akan bisa cepat karena kita juga sedang banyak pesanan..."


ujar kian duduk di hadapan maira yang tersenyum kecil.


"ya sudah enggak apa-apa..."


jawab diva, tak lama Erlin menghampiri sambil membawa beberapa minuman.


kian memperhatikan Erlin yang ternyata cukup pintar membuat alasan padahal keduanya baru saja selesai bercumbu di belakang.


"terimakasih Lin...!"


ucap diva mengambil salah satu minuman.


"ya, tadi aku bikin minuman, tumbenan sih banyak banget cemilan sama bahan makanan"


ujar Erlin beralih ke arah kian.


"ya aku kan terkadang suka masak, dan kalau lagi malas ya ngemil aja !"


jawab kian, padahal semua itu tersedia untuk Maira yang memang senang ngemil jika menunggu nya melukis.

__ADS_1


"oh gitu, enggak apa apa kan Erlin bawa sebagian !"


"enggak apa apa... ambil saja !"


jawab kian lalu kembali pada maira, seperti ini lah jika menjalin hubungan rahasia, kita tidak akan bisa bebas berkomunikasi dengan orang terkasih.


setelah beberapa waktu berbincang akhirnya mereka memutuskan untuk pulang terkecuali maira dengan alasan ada satu lukisan yang harus ia selesaikan.


"tak apa lah masih ada waktu satu jam"


pikir maira sendiri.


"ya sudah hati hati ya Mai, kalian cuma berdua loh !"


ujar diva senyum, Erlin sendiri tak memberikan komentar apapun pupil mata nya menatap ke arah endru.


setelah itu mereka beranjak lalu pergi meninggalkan Tempat itu.


Kian langsung menarik maira untuk masuk ke dalam galery, memeluk pinggangnya sambil menatap wajah cantik kekasih nya itu.


"hm...."


kian mendesah lalu memeluk erat-erat tubuh kecil maira lalu berkata.


"rindu.....!"


"tapi maira enggak bisa lama kak, HM...papah ngajak makan malam dan luar !"


tanya kian memangku dagu maira.


"hm, di hotel grand Hyatt...tahu kan ?"


kian mengangguk lalu mengecup bibir maira, hendak melepaskan namun kali ini maira lah yang menahan bibir kian agar tak terpisah.


kiam senyum lalu mengangkat tubuh maira dan membawa nya masuk ke tempat kerja.


jantung maira berdegup kencang saat kian membaringkan tubuhnya di ranjang berukuran kecil namun muat untuk mereka berdua.


kian menatap wajah cantik maira, menyingkap rambut nya yang tergerai indah, mengecup mata nya perlahan hingga hembusan nafasnya beradu dengan nafas maira, pengalaman pertama yang begitu mendebarkan saat kian kembali mencumbu nya, memperdalam ciuman nya hingga membuat maira meremang.


namun kian sadar ia tidak boleh melakukan hal lebih sebelum ia dan maira benar benar resmi bersama.


kian melepaskan ciumannya saat nafas nya mulai tersengal, ia juga khawatir tak bisa menahan diri untuk melakukan hal lebih jauh.


Maira tertegun dengan nafas memburu, menoleh ke arah sekitar dimana ia tidak pernah tahu ruangan itu.


"hm...ini kamar kak kian ?"


tanya maira.

__ADS_1


kian senyum lalu kembali mengecup bibir maira lalu membangunkan gadis itu agar duduk di tepi ranjang.


"ya, tidak ada satupun yang bisa masuk kecuali aku...dan kamu.


ini merupakan ruangan rahasia ku..."


ujar Abian duduk di hadapan Kanvas yang tertutup kain lalu membuka nya.


maira tertegun saat melihat lukisan tersebut ternyata potret dirinya dan juga kian.


maira senyum lalu duduk di pangkuan kian, memeluk leher nya hingga kian pun memeluk pinggang nya, jika sudah seperti ini rasanya sulit untuk berpisah.


"i love you Mai, aku ingin kita segera bersama....aku janji akan secepatnya menyelesaikan masalahku dengan Luna agar kita tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi.."


"ya, maira juga berharap seperti itu karena papa terus mendesak maira untuk menikah dengan Alfa, maira tidak mau !"


kian mengangguk lalu kembali mencium bibir maira.


**


Abian menghela nafas panjang saat mobil maira masuk ke dalam rumah, selepas magrib maira baru kembali padahal Abian sudah mewanti-wanti agar pulang cepat tapi masih saja tidak bisa merubah kebiasaan.


"maaf pah, macet!"


sahut maira lalu masuk ke dalam rumah melewati Abian serta Zahira.


Yusuf hanya menggeleng sambil senyum melihat tingkah kakak perempuan nya itu, maira memang selalu membuat gemas.


setengah jam kemudian maira keluar dengan dress cantik berwarna Lilac senada dengan pasmina yang di pakai nya, jika ada Abian tentu ia tidak Bisa melepaskan hijab nya itu.


"ayo berangkat pah !"


ujar maira berdiri di samping Yusuf lalu menggandeng tangan adik tampan nya itu.


"kebiasaan deh si kakak, bikin papah gemes !"


sahut Yusuf membuat maira terkekeh kecil.


dalam perjalanan tak ada yang bicara, maira juga sibuk dengan ponselnya, tentu saja berbalas pesan dengan kian yang kini masih di galery.


tak berapa lama mereka sampai di hotel grand Hyatt, mereka berjalan ke arah restoran dimana keluarga Alfa sudah menunggu.


pupil mata maira beralih kearah meja yang berada tak jauh dari kaca, di sana ada Luna dan Syam yang tengah makan malam.


"apa kak kian tahu ?"


batin maira tanpa sadar sejak tadi Alfa terus menatap wajah cantik nya.


pagi ini mereka tidak bertemu, Alfa tidak tahu mengapa ada perasaan rindu hadir, apa mungkin ia telah jatuh cinta pada maira ?

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2