Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
aset berharga.


__ADS_3

Beberapa hari berlalu....


satu bulan berlalu...


Kedua nya semakin mesra, Alfa sudah mengajak Maira tinggal di rumah baru mereka berdua.


tentu Abian tak melepas Maira begitu saja, beberapa body guard berjaga untuk melindungi kediaman maira.


Rumah itu cukup besar, ada tiga orang pembantu, satu orang tukang kebun dan dua orang satpam.


Alfa tidak mengizinkan Maira untuk melakukan pekerjaan rumah, semua di kerja kan oleh pembantu.


Maira memperhatikan Alfa yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya, kedua nya berencana untuk honeymoon ke Swiss.


Beberapa waktu ini Alfa menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu, sementara maira menghabiskan waktunya di rumah karena ia belum kembali ke kampus.


"Ini pakaian nya bang"


Maira menyodorkan pakaian yang sudah ia siap kan untuk Alfa.


Alfa senyum lalu mengungkung Maira yang duduk di tepi ranjang.


Maira sedikit menjauh dari Tubuh Alfa yang masih basah, maira menghela nafas panjang.


"untuk apa ada handuk jika tidak digunakan untuk membasuh"


gumam maira dalam hati.


"Abang basah, Maira tarik nih handuk nya"


ujar maira membuat Alfa terkekeh dan malah mencium pipi nya yang sedikit cabi.


"Abang lebih suka kamu menarik handuk Abang..." jawab Alfa membuat maira tersenyum merona.


Maira menatap wajah tampan Alfa yang masih basah, pemandangan indah penyejuk mata, setiap hari menyaksikan pria ini bersikap manis dan berceloteh mesra.


"kapan kita pergi ke Swiss bang, Mai bosan di rumah terus "


ujar Maira, kemarin Nico baru saja melamar diva dan mereka berencana akan menikah dua bulan yang akan datang.


"hm, weekend ini ya. Abang selesai kan tugas Abang dulu di kantor "


jawab Alfa lalu mengecup bibir istrinya itu.


awalnya hanya kecupan namun Maira selalu menjadi candu, hingga beberapa waktu setelah pernikahan mereka Alfa selalu datang siang ke kantor, Adi sendiri mengerti keadaan itu, di kantor pun Alfa kerap merindukan istri nya itu.


"Sayang bagaimana kalau kamu ikut Abang ke kantor ..?"


tanya Alfa setelah melepaskan ciuman nya, maira tak mampu menjawab nafas nya terengah karena Alfa hampir membuat nya kehabisan nafas, seperti itu lah jika sudah berdekatan seperti ada magnet yang menarik membuat Alfa tak bisa melepaskan Maira, mencumbu nya hingga Maira tak mampu menahan desahannya.


Alfa malah terkekeh melihat wajah maira tampak merona.

__ADS_1


"tidak, Mai di rumah saja !"


ujar maira, karena tidak akan pernah selesai pekerjaan Alfa jika ia berada di kantor.


yang ada Alfa akan mengunci pintu dan terus memeluk nya, mengabaikan beberapa panggil masuk dari Adi asisten nya.


"sekertaris ku berhenti, aku sedikit kewalahan sayang !"


"ya akan lebih kewalahan kalau mai yang jadi sekertaris kamu !"


jawab Maira membuat Alfa terkekeh lalu menarik tubuh maira agar duduk di pangkuan nya.


"Setiap waktu aku merindukan mu Mai, aku selalu ingin cepat pulang agar bisa bertemu dengan mu...!"


ujar Alfa menatap wajah maira lekat.


Cinta itu tumbuh seiring kebersamaan yang terjalin, Alfa begitu baik memperlakukan nya bak ratu di istana itu.


Dan cinta nya pada kian melebur karena kecewa, Rasa aman yang Alfa berikan mampu menghapus rasa takut dalam benaknya, menghanguskan seluruh kenangan bersama kian, karena apa yang ia rasakan bersama Alfa jauh lebih indah, cinta setelah menikah. bukan cinta untuk menghancurkan pernikahan.


Alfa terus memohon hingga akhirnya Maira memutuskan untuk ikut ke kantor, Alfa memindai Maira yang menggunakan celana jeans sobek dan Tunik katun bercorak bunga.


"sayang celana nya?"


ujar Alfa menunjuk membuat maira terkekeh.


"ini hanya sobek di luar saja, biarkan ya!"


jawab maira senyum lalu mengalungkan tangannya ke leher Alfa.


ujar Alfa membuka lemari lalu mengambil dress cantik senada dengan kerudung nya.


"pakai ini saja !"


ujar Alfa membuka kancing tunik milik istri nya itu.


"Abang !"


Maira hendak menolak namun Alfa malah memeluk maira dari belakang, menyentuh semua keindahan yang di miliki Istri nya itu.


"semua ini milik ku, dan aku tidak rela orang memandang nya hingga berangan tidak baik !"


ujar Alfa membuat Maira tertegun mendengar penuturan nya.


dia adalah pria pertama setelah Abian yang selalu menyuruh nya menggunakan hijab.


Alfa tidak seperti kian, Alfa menjauh saat ia menggoda nya, bahkan maira berani duduk di pangkuan Alfa yang langsung membeku.


pria yang selalu menjaga pandangan nya dari yang bukan hak nya, sementara ia dengan kian hampir berbuat jauh.


Maira mengambil dress cantik dari tangan Alfa lalu mengganti tunik nya.

__ADS_1


Alfa tersenyum saat Maira menuruti perintah nya.


"dengar Mai, kamu adalah Amanah yang tuhan berikan untuk Abang, Aset berharga yang Abang miliki lebih dari harta yang Abang punya.


Abang akan menjaga aset itu dan tidak akan membiarkan orang lain melihat nya, karena bagi Abang hanya Abang lah yang berhak atas kamu, kelak di akhirat Abang yang akan di minta pertanggung jawaban atas diri kamu sebagai istri...!


Kamu mau kan meringankan tanggung jawab itu, Abang mencintai kamu karena Dia, Maira !"


celotehan indah yang mampu membuat Maira membeku, perempuan mana yang tidak meleleh saat suaminya memperlakukan nya bak sang Dewi.


Alfa begitu menyayanginya, pria itu membuktikan semua ucapan nya, memanjakan Maira, mengutamakan kepentingan Maira, memberikan apa yang maira mau tanpa Maira minta.


semoga selalu seperti itu hingga ujung hayat, menapaki Cinta hingga janah.


Alfa juga tidak merelakan istri nya berpakaian ketat, Hanya di dalam kamar Maira boleh membuka hijab nya.


"berangkat sekarang ?"


tanya Maira terlihat lebih cantik dengan dress Cantik berwarna hijau muda senada dengan kerudung yang menutupi dada nya.


Alfa tersenyum lalu menggandeng tangan Maira keluar dari kamar.


***


Maira membantu Alfa menyusun semua laporan yang terbengkalai, jadwal pertemuan nya dengan beberapa rekan bisnis.


"kerjaan Abang masih banyak, terus kapan pergi liburan nya ?"


tanya Maira sembari mengerucut kan bibir nya.


Alfa terkekeh lalu mengunci pintu ruangan itu, memeluk Maira dari belakang.


"Abang ini di kantor ?"


"enggak apa apa biar semangat !"


jawab Alfa terkekeh menciumi Maira berulang kali.


"secepatnya kita akan pergi !"


jawab Alfa sembari mengecup pipinya istri nya.


%**


Di lain sisi seseorang masih saja berkutat dengan kanvas nya, memindai wajah yang baru saja ia lukis.


Semalam ia bermimpi bertemu dengan Maira ? serindu itu kah ia hingga Maira menjelma dalam mimpi, sementara wanita itu kini sudah bahagia dengan suami nya.


lalu bagaimana dengan dirinya sendiri, pernah kah berpikir untuk mencintai Shira, bukan hanya sekedar menjadikan nya teman hidup tapi juga menjadi kan nya kekasih seperti dulu lagi.


entahlah Ternyata Maira begitu hebat membuat nya jatuh? Ia bahkan tak memberanikan diri menyentuh Shira sebagai mana mestinya.

__ADS_1


bersambung....


happy reading...


__ADS_2