Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
kenapa tidak?


__ADS_3

Alfa Mengajak Maira untuk makan bersama, karena sayang dengan makanan yang Maira bawa.


Maira tertegun saat Alfa hendak menyuap kan makanan ke dalam mulut nya, awalnya maira menolak namun Alfa memaksa agar maira mau makan.


"kamu harus makan, kalau tidak kamu akan sakit, Weekend ini kita kan akan mengadakan acara pertemuan Keluarga"


sambung Alfa senyum lalu menghapus lagi air mata yang menetes di pipi maira.


"setelah ini aku akan mengantarmu pulang "


sambung Alfa dan di anggukan oleh Maira.


akhirnya mereka pun makan bersama.


Maira juga merasa lega karena puas menangis, untuk kedepannya ia tidak akan lagi memikirkan seseorang yang sudah jauh meninggalkan nya, kembali menata hati nya melupakan semua kenangan menutup lembaran cinta dan membuka lembaran baru bersama Alfa.


cukup sudah ia menderita karena cinta, tak ingin lagi meratapi kepedihan jiwa nya yang lara.


kian sendiri lebih banyak diam setelah bertemu dengan maira, ia memutuskan untuk menikah agar maira tak lagi berharap pada nya.


kian juga ingin Maira fokus pada Alfa, seseorang yang sudah teruji cinta nya. mungkin kisah yang pernah terjalin untuk menguji hubungan mereka dan kenyataannya Alfa mampu mempertahankan cintanya pada maira.


Shira memperhatikan Kian yang tengah melamun, ia juga awal nya ragu untuk menikah dengan kian, namun pria itu menegaskan bahwa ia sudah tidak menginginkan kembali bersama maira, saat ini ia hanya ingin fokus pada karir dan keluarga nya yang baru.


Setega itu kah ia pada maira ?


terpaksa......!


**


Waktu berlalu, acara keluarga juga berjalan lancar. keduanya memutuskan untuk menikah dua Minggu yang akan datang, Maira tidak ingin ada resepsi pernikahan namun berbeda dengan para orang tua yang menginginkan pesta.


"ya sudah pengantin diam saja, biar kita para orang tua yang mengurusnya semua nya termasuk baju pengantin, kalau kamu malas untuk datang ke butik, biar mereka yang datang kemari."


ujar Mama Alfa menjelaskan, ia begitu semangat mempersiapkan semua nya, awalnya ia tidak menginginkan Maira, namun setelah di nasehati suaminya, ia pun menyerah dan menuruti keinginan Alfa untuk meminang maira.


Maira Hanya diam dan membiarkan mereka berbincang mengenai persiapan pernikahan nya dengan Alfa.


Mungkin ini adalah jalan yang seharusnya ia tempuh dulu, bukan malah memiliki hubungan dengan suami orang.


Maira terkekeh dalam hati, betapa ironis nya karena tersesat sendiri.


Maira menoleh pada Alfa yang duduk di samping nya, mengangkat dagu tanda tanya ?

__ADS_1


"kita pergi keluar yuk ...ke depan !"


Maira mengerti maksud Alfa, mereka memang butuh waktu berdua.


Maira beranjak dari duduknya lalu pergi bersama Alfa.


Maira menengadahkan kepalanya ke atas langit dimana bintang bertaburan menghias langit malam.


Alfa menggenggam tangan Maira untuk berjalan bersama menuju kolam ikan yang berada di dekat halaman rumah.


"kamu kok enggak mau ada resepsi de, kenapa ?"


tanya Alfa menatap wajah maira.


"enggak takut nya nanti kamu malu kalau klien kamu tahu kalau kamu menikah sama aku, meski masalah sudah berlalu tapi beberapa orang yang mengingat kejadian itu pasti menjudge kamu mau sama aku ?!"


bukan hanya itu Erlin juga masih sering menyindir nya di sosial media, padahal kejadian itu sudah lama. ia juga sudah tidak berhubungan lagi dengan kian, namun beberapa kali Erlin berkomentar miring di Instagram nya.


"loh emang kenapa ? kamu enggak perlu mikirin mereka Mai, mau mereka berkomentar apa aku enggak peduli.... mereka juga belum tentu benar, semua orang pernah melakukan kesalahan! tidak ada yang benar benar suci di dunia ini....!"


Jawab Alfa menyandar kan tubuh maira ke bahu nya.


"aku minta maaf ya bang!" ujar maira mengingat bagaimana hubungan nya dengan kian, mungkin ia akan lebih menyesal kalau sampai memberikan hak suami nya pada kian, bersyukur mereka tak sampai sejauh itu.


"jadi kan semua pelajaran hidup, jangan pernah sesali apa yang pernah terjadi karena aku sendiri banyak belajar dari kejadian itu.


ujar Alfa terkekeh sendiri membuat maira tersenyum tipis.


***


beberapa hari berlalu..


Semua orang di rumah itu sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan maira, Akad nikah akan berlangsung di kediaman Abian sedangkan resepsi pernikahan akan berlangsung di hotel milik keluarga Alfa.


"HM... pengantin santai bener sih !"


ujar diva duduk di samping maira, ia malah asik dengan ponsel nya.


"ya lagi balas pesan bang Alfa !"


jawab Maira senyum sembari menyimpan ponsel nya di nakas.


"cie, kangen nih !"

__ADS_1


sahut diva terkekeh memeluk sahabatnya itu.


hampir seminggu ini Alfa dan Maria tidak bertemu, Alfa yang memang sibuk dengan pekerjaan nya ingin menyelesaikan semua pekerjaan agar ia bisa pergi berlibur nanti dengan maira setelah mereka menikah.


"di pingit nih ceritanya...!"


sambung diva lagi.


"enggak sih, hari gini di pingit....bang Alfa tuh sibuk, Ingin menyelesaikan tugas nya supaya nanti bisa pergi berlibur !"


jawab maira terkekeh sendiri, jika saja Maira tahu akan begini, Ia tidak akan menunggu selama itu.


karena semua usaha dan pengorbanan nya untuk kian hanya sia sia.


"Honeymoon nih....!"


Seru Diva lagi tertawa kecil melihat wajah maira memerah mendengar kata Honeymoon.


Maira tersenyum sendiri mengingat kembali kejadian lalu saat ia menggoda Alfa, itu sangat memalukan, Maira terkekeh geli mengingat wajah Alfa saat ia menggoda nya.


"ingat apa sih Mai, ketawa sendiri !"


Maira menggeleng kan kepala nya lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjang.


kalau kian bisa berjalan tanpa nya, kenapa Ia tidak, kalau kian bisa bahagia bersama orang lain kenapa Ia tidak ?


"kalau kamu tidak bisa memiliki seorang yang kamu cintai, maka miliki lah seseorang yang mencintai mu !"


ujar diva senyum, Ia lega karena keadaan Maira sudah jauh lebih baik.


Ridwan juga kemarin mengabarkan bahwa pihak kepolisian sudah menangkap tersangka kasus penembakan di Itali, namun tidak dengan yang lain nya, karena pria itu menjaga rahasia nya dan tidak membuka mulut nya meskipun polisi mengancam akan membunuh nya, namun pria itu justru lebih memilih mati dari pada mengungkapkan permasalahan yang sebenarnya.


Ridwan sendiri terus mengusut permasalahan itu, dan meminta Abian dan lain nya tetap waspada, khawatir mereka masih mengintai maira.


"bang Alfa tuh baik Mai, aku yakin dia bisa membahagiakan kamu, kalau aku sendiri enggak akan menolak pria sebaik itu...!"


ujar diva yang ikut berbaring di samping Maira.


"Ya kamu bener Va, Dia juga sabar banget sama aku ! dia mau menerima aku yang seperti ini"


seru Maira mengingat bagaimana Alfa mengahadapi nya, Ia bahkan tidak pernah mengeluh saat Ia masih saja menangis karena pria lain.


Saat ini yang harus Maira lakukan adalah menerima keadaan, mensyukuri keberadaan Alfa dan berusaha untuk melupakan semua mimpi nya bersama kian.

__ADS_1


bersambung..


happy reading..


__ADS_2