
Maira tertegun mengingat percakapan nya dengan Yusuf bahwa tak selamanya ia bisa menyembunyikan hubungan nya dengan kian, lambat laun semua akan terbongkar, dan semua orang akan tahu tentang affair nya dengan kian yang merupakan suami orang, image nya akan buruk dan di cap sebagai pelakor, lalu bagaimana dengan perasaan nya, ia tidak bisa mengingkari bahwa ia menginginkan pelukis tampan itu.
gegas maira keluar dari kamar, Abian sendiri saat itu belum kembali dari kantor, maira bergegas pergi saat tak ada Zahira.
maira menggunakan kendaraan roda dua nya menuju galery, ia harus membicarakan hal ini dengan kian.
Sepanjang jalan ia terus memikirkan kian, entah apakah kian berada di galery atau tidak namun maira tetap melaju menuju tempat tersebut.
tak lama maira sampai di galery, maira senyum saat melihat mobil kian terparkir di depan galeri, kian memang berada di dalam.
pria itu masih berkutat dengan kanvas nya, tadi siang Alfa datang dan kembali memesan lukisan dan lukisan itu adalah foto pertunangan Alfa dan kekasih nya, hati serasa di cabik melukis seorang wanita yang ia cintai bersama pria lain.
"kak Ian....?"
seru maira masuk ke dalam ruangan tersebut, kian menoleh lalu berdiri saat langkah maira semakin dekat.
"aku......!"
maira memindai Wajah kian tanpa ekspresi, dengan gerakan cepat kedua tubuh itu sama sama mendekap erat.
"aku rindu.....aku pikir kamu tidak akan datang !"
ujar kian memangku wajah maira lalu menciumi nya berulang membuat maira terkesima lalu menghentikan bibir kian yang hendak melahap bibir nya.
kian tertegun menatap wajah maira, gadis itu menunduk lalu mendekap erat tubuh kian yang terasa panas hingga menyalurkan kehangatan pada tubuh nya.
"sampai kapan kita seperti ini ? mungkin terkesan terburu buru tapi aku ingin kita segera terbuka....!!"
Maira melepaskan pelukannya lalu melangkah membelakangi kian.
"aku ingin kita bersama tanpa rasa takut atau pun rasa bersalah, meskipun aku ..."
Maira kembali menghadap kian yang mematung menatap nya.
"jika mencintai mu suatu kesalahan, maka aku tidak ingin menjadi benar....!"
kian tertegun mendengar apa yang maira tutur kan wajah nya tampak sendu, gegas kian menghampiri lalu mendekap erat tubuh gadis itu.
"ya, cinta tak pernah melihat dia datang pada siapa dan untuk siapa, aku juga merasa kan hal sama, ingin bersama dengan mu, tak rela melihat orang lain menggenggam tangan mu"
Maira memejamkan matanya saat kian mengecup bibir nya singkat lalu kembali memeluk nya erat.
hujan deras menjadi saksi cinta yang tumbuh dalam keadaan yang tidak tepat namun keduanya bersikukuh ingin bersama meski mungkin hal itu akan di kecam oleh kedua belah pihak, namun cinta yang dalam tak menyulut Kan keinginan keduanya untuk bersatu seperti saat ini, saling memeluk di bawah selimut, tak memperdulikan mereka yang kemungkinan akan menentang keras hubungan kedua nya.
__ADS_1
setelah hujan reda, kian mengantar maira pulang dengan mengikuti dari belakang.
"lain kali naik taksi jangan naik motor, kita bisa satu kendaraan ..."
ujar kian sebelum mereka melaju, maira senyum melihat kaca spion motor terlihat mobil kian berada di belakang nya.
tak berapa lama maira sampai di depan rumah, kebetulan sekali Abian baru turun dari mobil, ia juga baru sampai di rumah.
Abian memperhatikan maira yang melambai kan tangan pada pria yang berada di dalam mobil.
Abian tak melihat jelas siapa pria itu karena kaca mobil yang menghalangi sebagian wajah pria itu.
Abian menyenderkan tubuhnya pada mobil, menuggu maira yang masuk ke dalam halaman rumah.
maira tertegun saat melihat Abian yang seperti tengah menunggu nya.
"papah baru pulang...?"
tanya maira membuka helmnya lalu turun dari motor, Abian melangkah menghampiri maira yang langsung terpaku.
tampan nya Abian meski tak lagi muda, tetap berkharisma.
"dari mana kamu Mai, siapa yang berada di dalam mobil tadi !"
"hm, teman maira pah....!"
"siapa Mai, ini sudah malam.... kamu dari mana sih ?"
tanya Abian terus menelisik membuat maira menghela nafas.
"papah capek, Mai juga capek !
Mai habis keluar main sama teman !"
jawab maira lalu Masuk ke dalam rumah meninggalkan Abian yang berdiri di depan rumah.
Zahira memperhatikan maira yang masuk ke dalam rumah melewati nya begitu saja tanpa mengucap kan salam, Yusuf sendiri menduga maira baru saja bertemu dengan pelukis ternama itu.
Zahira menoleh pada Abian yang masuk sembari mengucapkan salam.
"assalamualaikum sayang !"
ucap Abian mencium kening Zahira.
__ADS_1
"walaikumsalam..., kenapa maira ?"
Abian menghela nafas berat lalu meraih tangan Zahira untuk masuk ke dalam rumah.
"entah dari mana, aku melihat seorang pria mengantar maira mengikuti maira sampai rumah menggunakan mobil."
"mungkin teman nya !"
jawab Zahira membantu melepaskan jas yang melekat pada tubuh suami nya, Yusuf sendiri fokus dengan buku yang tengah ia baca.
Abian termenung memikirkan putri angkat nya itu, seperti nya ia harus lebih mengawasi maira, lama kelamaan sifat maira hampir menyerupai kaila yang tidak mau di atur.
**
kian sendiri kembali ke galery, duduk terdiam memikirkan ucapan maira yang ingin bersama Tanpa harus bersembunyi, gegas kian menelpon Deni untuk meminta berkas gugatan cerai yang sudah Deni siapkan.
mungkin lebih cepat lebih baik, ia juga ingin mengakhiri semuanya, dengan demikian ia bisa segera meraih maira, meski ada sejumput rasa ragu mau kah Abian menerima dirinya ?
Kian akan berusaha keras agar ia dan maira bisa bersama, apapun itu akan kian perjuangkan.
tak lama Deni masuk ke dalam lalu memberikan berkas tersebut.
"semua sudah siap tinggal berikan pada pengacara saja, nanti mereka akan urus semua nya..."
ujar Deni.
kian mengangguk lalu melangkah pergi bersama Deni menuju rumah utama dimana kini ia tinggal.
Luna tersenyum saat kian mengajak nya masuk ke dalam kamar, Luna berpikir kalau kian hendak mengajak nya bercinta.
kian berdiri di dekat jendela lalu membalikkan tubuhnya saat mendengar suara high heels masuk ke dalam ruangan bercat putih itu, kebetulan sekali Luna sudah pulang, tadi siang juga Deni mengirim kan foto foto Luna yang tengah bermesraan dengan Syam, apapun keadaannya Tak membuat Luna berubah, keduanya sama sama memiliki affair dengan seseorang.
semua ucapan nya hanya omong kosong belaka untuk menutupi kesalahannya, padahal kian sudah mengetahui semua kecurangan nya.
"ada apa Ki....?"
tanya Luna senyum menghampiri berjalan dengan anggun dengan dress cantik yang menampakkan paha nya yang putih.
"aku ingin kita berpisah ?!"
ujar kian membuat Luna berdiri terpaku.
bersambung...
__ADS_1
terima kasih yang sudah mampir, dukung author ya, kasih like and komentar ya para reader, dukungan Kalian begitu berarti 😍😍😍