
Tak berselang lama Abian datang dengan helikopter nya, mendarat setelah maira melambaikan tangannya.
Angin berhembus kencang saat helikopter mendarat menerbangkan salju salju yang berada di Bawah, Alfa justru terpana melihat rambut maira yang berantakan karena tertiup angin.
"papah......!"
Maira berlari ke arah Abian yang langsung menghampiri nya.
"Mai kamu'baik baik saja ?"
Abian memangku wajah maira lalu menoleh ke arah Alfa, netra nya menatap lekat ke arah tangan nya yang terluka.
"apa yang terjadi ?"
beberapa body guard ikut turun untuk menjaga mereka.
"Alfa terluka karena tertembak.......!"
Abian mendengar kan cerita Maira dengan seksama.
"Terimakasih Alfa kamu sudah menolong dan menjaga maira, aku tahu kamu Mampu. itulah kenapa aku memilih mu...."
ujar Abian membuat Alfa tertegun, begitu juga dengan Maira.
dengan kejadian itu Abian semakin simpatik pada Alfa.
gegas Abian membawa kedua nya keluar dari hutan itu, Dari jauh seseorang mengamati dan memberikan laporan kepada bos nya.
"biarkan saja mereka pergi, ini baru permulaan. lain kali aku akan melibatkan Abian, agar keduanya mati bersama ?!"
ujar pria itu tersenyum penuh kebencian.
Abian membawa Alfa ke kediaman Ridwan, gegas Siva memanggil dokter untuk memeriksa luka Alfa.
Nico mengajak Alfa untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya di kamar.
Maira tertegun saat melihat Alfa yang bertelanjang dada, hal itu untuk memudahkan dokter membersikan luka Alfa.
Maira menatap pakaian Alfa yang penuh darah, sebelum Nya Alfa sudah membuka pasmina yang membungkus Luka nya.
"terima kasih sudah menolong Maira !"
ujar Zahira duduk di dekat maira.
Maira tak banyak bicara, ia bungkam memikirkan ucapan Abian.
"ya itu sudah menjadi keharusan saya untuk menjaga maira..."
Alfa ingin maira sadar bahwa ia sangat menyayangi nya.
namun Maira sejak tadi tak bergeming, tubuh nya begitu lelah, rasa lapar sudah terlewatkan
"kamu baik-baik saja Mai ?"
tanya Zahira memindai wajah maira tampak pucat.
Nico memperhatikan luka Alfa cukup dalam, Dan entah kenapa kedua nya tampak canggung, namun Nico menangkap ada cinta di mata Alfa untuk Maira.
Abian sendiri tengah berbicara dengan Ridwan mengenai orang orang yang hendak mencelakakan Maira.
"Maira baik baik saja....!"
jawab maira lirih.
*
__ADS_1
Tak berapa lama dokter datang bersama seorang suster.
Siva langsung mengarah kan dokter pada Alfa.
dokter langsung memeriksa keadaan luka bekas tembakan tersebut.
"luka nya cukup dalam, hebat anda bisa menahan nya... kalau orang lain mungkin sudah pingsan, ini pasti sangat sakit !"
ujar dokter lalu membersihkan luka tersebut.
Maira merasa iba saat Alfa meringis menahan nyeri saat dokter membersihkan luka nya.
"apa luka nya infeksi ?"
tanya maira, ia juga tidak tega melihat keadaan Alfa.
"tidak, kalau di biarkan beberapa waktu kemungkinan akan infeksi, kita akan cepat tangani dan memberikan nya obat !"
"apa luka nya akan di jahit ?"
timpal maira duduk di samping Alfa, walau bagaimana Alfa terluka karena melindungi nya.
"ya, akan sedikit sakit. jadi tahan ya!"
Alfa mengangguk membiarkan dokter menjahit luka nya, sakit memang.
tapi ada yang lebih sakit dari luka itu, Saat seseorang yang kita cintai berharap pada orang lain.
Alfa menarik nafas dalam menahan rasa sakit pada luka nya, Wajah maira seketika pucat membayangkan dirinya yang terluka.
"sudah, kita perban ya!"
dokter langsung menutupi luka Alfa dengan perban.
"biar Nico yang beli....."
Nico menyambar resep obat tersebut kemudian pergi.
"ya udah kalian makan ya... kamu bantu Alfa pakai baju, Mama siapkan makanan untuk kalian berdua !"
Zahira pergi meninggalkan keduanya, keluar dari kamar tersebut bersama dokter.
Maira mengambil kemeja Nico, hal itu memudahkan Maira membantu Alfa memakai baju.
"terima kasih ya bang, kamu sudah melindungi aku !"
ujar Maira, ia benar-benar merasa berhutang pada Alfa.
Maria melebarkan matanya saat ia terhempas duduk di pangkuan Alfa karena pria itu menarik tangan nya.
"aku mencintaimu Mai....!"
Abian yang hendak masuk menghentikan langkahnya mendengar suara Alfa.
Maira beranjak dari pangkuan Alfa.
"aku tahu... tapi aku!"
Maira memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam-dalam.
"aku minta maaf kalau aku belum bisa menerima kamu bang, kak Ian memang tidak ada kabar , aku ingin mencari nya...aku ingin memastikan semua nya....!"
"apa yang akan kamu lakukan jika ia membohongi mu...?"
tanya Alfa.
__ADS_1
"tentu aku akan memilih seseorang yang tulus mencintai ku... tapi saat ini biar kan aku memperjuangkan nya sampai aku benar benar menyerah ?!"
Maira memalingkan wajahnya dari Alfa.
"saat ini aku bingung dan biarkan aku sendiri....!"
tambah maira lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.
Abian terpaku mendengar percakapan kedua nya, Alfa begitu tulus mencintai maira, sedang kan kian menghilang entah kemana, Abian tengah mencari tahu keberadaan pria itu tapi sampai hari ke tiga belum mendapatkan hasil.
Maira masuk ke dalam kamar, ia langsung mencharge Ponsel nya.
Maira tertegun menatap kaca jendela, salju kembali turun dengan perlahan.
"kamu kemana kak, kau membuat ku ragu akan cinta kita.... !"
ujar maira kemudian naik ke ranjang dan menelungkup kan wajah nya di bantal, menangis tanpa suara.
*
Saat ini Alfa tengah bersama Abian menceritakan dengan detail kejadian kemarin, sore ini ia berencana untuk pulang saja ke Indonesia.
"aku akan merasa bersalah jika sesuatu terjadi dengan mu, Al. terima kasih sudah menolong maira "
"ya Pak Abian, saya tulus menyayangi maira.
justru saya akan sangat menyesal jika sesuatu terjadi pada maira..."
Abian kagum dengan kebesaran hati Alfa, dia tahu apa yang dirasakan oleh Alfa tapi ia tetap sabar dan berusaha memberikan yang terbaik.
jadi tipe pria seperti apa yang Maira cari, sedang kan seseorang dengan cinta kasih tulus nya berada di hadapan mata.
Abian sendiri tidak ingin memaksa, biar waktu yang menentukan siapa yang terbaik yang di pilih kan Tuhan.
sore menjelang...
Zahira masuk ke dalam kamar dan melihat maira baru keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono nya, seperti nya maira langsung mandi setelah terbangun dari tidurnya, Zahira memang sengaja membiarkan Maira beristirahat.
"Ada apa mah...?"
tanya maira saat Zahira masuk ke dalam kamar nya.
"Mai, Alfa akan kembali ke Indonesia...!"
ujar Zahira membuat Maira tertegun, ia juga seharusnya kembali ke Indonesia untuk mencari informasi tentang kian, tapi apa Abian mengizinkan.
Maira berpikir untuk membicarakan hal itu nanti dengan Abian.
"Maira akan temui Alfa mah...!"
Zahira mengangguk lalu keluar dari kamar.
gegas Maira memakai pakaian lalu keluar dari kamar menemui yang lain nya.
Maira menghampiri Alfa yang sudah bersiap untuk pergi ke hotel mengambil barang barang nya.
Alfa senyum simpul saat Maira Menghampiri.
"hubungi aku segera saat kamu membutuhkan aku Mai...!"
ujar Alfa, lagi lagi membuat pilu.
kenapa kata kata itu terus keluar dari bibir pria lain, bukan dari seseorang yang ia harapkan keberadaan nya.
bersambung....
__ADS_1