
beberapa waktu yang lalu Syam berada di luar negeri, dan hari ini ia tiba di tanah air.
Syam tercenung saat mendengar kabar kian menggugat cerai Luna, sontak berita itu langsung terdengar oleh awak media, beberapa wartawan datang ke kediaman Luna dan kian untuk mencari tahu kabar tersebut, mereka ingin tahu apa alasan kian tiba tiba menggugat cerai penyanyi cantik yang memiliki suara merdu itu.
"kok bisa lun, dia tahu soal kita ?"
tanya Syam Di telpon, Luna sendiri berada di rumah nya, ia tak berani keluar dari rumah karena menghindari wartawan.
Wida sendiri hanya bisa berpasrah saat kian tak bisa merubah putusan nya untuk bercerai dengan Luna, namun Wida lega karena papah kian tetap akan menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan nya.
dan soal hubungan keduanya, Wida serahkan pada Luna dan kian, membantu sebisa yang bisa ia bantu.
"ya, dia tahu soal kita... tapi aku enggak mau pisah dari kian, aku belum siap untuk memberikan keterangan karena berharap kian mau mencabut gugatan nya..."
Syam terdiam mendengar apa yang Luna lontarkan, padahal ia berharap Luna berpisah dengan kian, agar mereka bisa bersama.
"ya sudah Syam, untuk sementara waktu ini kita tidak usah bertemu dulu, kalau bisa tolong aku untuk cari tahu apakah kian menyembunyikan sesuatu dari ku, maksud ku apa kian berselingkuh juga dia belakang ku !
hal itu bisa menjadi alasan saat aku bertemu dengan media..!"
Luna tidak mau kalau fans nya tahu ia lah yang bermasalah, jika benar kian memiliki affair dengan seseorang, itu bisa Luna gunakan untuk menarik simpati para netizen.
"baiklah lun, aku akan mencari tahu untuk mu !"
jawab Syam, ia benar benar mencintai Luna dan rela melakukan apa saja untuk Luna.
***
maira tertegun duduk di tepi ranjang mengingat kejadian tadi bersama Alfa, maira merebahkan tubuh nya melepaskan penat, beberapa siaran TV memberitakan tentang perceraian kian dan Luna, maira berpikir seharusnya ia juga mengakhiri pertunangan nya dengan Alfa, dengan itu ia bisa bebas dari Alfa.
maira terpaku sendiri mengingat Alfa yang mengatakan bahwa ia telah jatuh cinta.
kenapa harus jatuh cinta?
Maira menghela nafas panjang lalu beranjak dan melangkah ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuh nya yang terasa panas.
*
Alfa sendiri termenung sendirian mengingat kejadian bersama maira, gadis itu tidak mau saat ia mengatakan untuk menikah, tak adakah sedikit saja rasa untuk nya, namun Alfa tidak akan menyerah, ia harus segera berbicara dengan Abian untuk mencarikan tanggal pernikahan untuk mereka, gegas Alfa Beranjak dari duduknya dan pergi untuk menemui Abian di kantor nya.
beberapa orang yang mengetahui Alfa calon menantu Abian memberi hormat saat Alfa memasuki gedung perusahaan milik Maira.
Alfa langsung masuk ke ruangan Abian, kebetulan saat itu Abian tengah berada di ruangan nya.
"assalamualaikum pah..."
Alfa masuk dan langsung menghampiri Abian.
"walaikumsalam...duduk Al..."
Abian senyum lalu duduk di hadapan Alfa.
__ADS_1
"ada apa Al, seperti nya penting ?"
tanya Abian, sebelum datang Alfa menghubungi Abian terlebih dahulu dan mengatakan bahwa ada yang ingin ia bicarakan.
"saya ingin segera menikahi maira..."
Abian tertegun mendengar apa yang Alfa sampai kan.
"saya jatuh cinta pah , setiap kali dekat dengan maira saya tidak bisa mengendalikan diri... maira begitu memikat saya!"
sambung Alfa berterus terang pada Abian yang langsung mengangguk.
"saya ingin papah bicara dengan maira dan secepatnya mencari tanggal pernikahan..."
tambah Alfa mantap, berbeda dengan maira yang justru ingin mengakhiri hubungan nya dengan Alfa.
"baik lah Al, papah akan bicarakan dengan maira, tapi kemungkinan esok pagi karena sore ini saya akan pergi keluar kota dan kemungkinan tidak akan sempat bertemu dengan maira... karena terkadang saat saya pulang ia sudah tidur !"
"ya sudah tidak apa-apa pah,nanti saya akan bicara dengan papah dan mamah saya soal ini !"
Abian mengangguk, mungkin memang lebih cepat lebih baik untuk mereka berdua.
pagi....
semalam Abian pulang larut dan tak sempat bertemu dengan maira namun ia sudah membicarakan hal itu dengan Istrinya, Zahira sendiri tidak yakin karena ia mengetahui satu hal bahwa maira memiliki orang lain yang ia cintai dan itu bukan Alfa, namun Zahira bungkam dan ingin mengetahui apa yang akan maira lakukan nanti.
"Mai, mau ke kampus?"
tanya Zahira terlihat maira terburu buru mengambil Roti dan berganti meminum susu.
jawab maira lalu pergi meninggalkan rumah dengan tergesa gesa.
tak lama Abian keluar dari kamar sudah rapi dengan jas berwarna hitam nya.
"maira sudah berangkat...!"
seru Zahira membuat Abian menghentikan gerakan nya yang hendak mengambil roti.
"kapan, ini kan masih pagi !"
"ya, maira bilang pagi ini ia ada kuis.."
Abian mengangguk, ia belum sempat berbicara tentang keinginan Alfa.
"ya sih tumben pagi pagi udah berangkat !"
ujar Yusuf duduk di samping Abian.
"mungkin takut macet...!"
balas Zahira lalu duduk di samping suaminya.
__ADS_1
*
Maira menghela nafas panjang saat tiba dengan tepat waktu, kalau sampai lewat ia tidak akan bisa mengikuti kuis dosen killer tersebut.
namun Erlin tak terlihat hanya ada diva yang sudah duduk di bangku kelas.
"eh aku kira kamu enggak datang !"
"ini juga hampir kesiangan...!" jawab maira lalu fokus pada dosen yang memasuki kelas.
siang ini ia berencana untuk pergi bersama kian mengantar beberapa lukisan ke costumer yang sudah menunggu di hotel.
beberapa waktu berlalu, maira merentangkan kedua tangannya saat berhasil mengikuti kuis, ia merasa lega karena bisa menjawab semua pertanyaan.
"Mai, si Erlin kemana yah ?"
maira tertegun, ia sendiri tidak tahu dan masih menyelidiki hubungan Erlin dengan endru.
"enggak tahu tuh anak sekarang sering banget mangkir ?!"
jawab maira sekenanya saja.
"oh ya, lukisan aku sama endru udah selesai ya!"
tanya diva, kemarin kian mengirim kan foto nya, bukan hanya milik diva tapi lukisan Alfa bersama maira juga sudah selesai kian bungkus.
"ya, sudah selesai... mau di antar atau di Ambil sendiri va ?"
tanya maira, kedua nya berjalan di koridor kampus.
"kamu tiap hari ke Galery Mai ?"
tanya diva yang tidak mengetahui hubungan kedua nya.
"hm, enggak...aku datang kalau ada kerjaan saja !"
"ya sudah aku ambil nanti Sama endru!"
jawab diva dan di anggukkan oleh maira.
hal itu benar adanya, meski sesungguhnya ia ingin sekali bertemu dengan kian setiap hari namun ia dan kian memberi jarak bertemu karena tak ingin ada yang tahu hubungan kedua nya.
"kamu pulang sama siapa Mai ?"
tanya diva saat mereka sampai di depan gerbang, maira sengaja tidak membawa mobil karena kian akan menjemput nya.
"aku naik taksi, kamu sama siapa VA ?"
"aku juga naik taksi, aku mau langsung ke butik..."
maira mengangguk, dari jauh kian sudah menunggunya, namun maira menuggu diva pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
bersambung...
.