
Abian mengepal kan tangannya dengan keras, kesal melihat acara infotainment yang memberitakan tentang perselingkuhan Kian dan Maira, terpampang jelas foto foto kian dan maira saat bersama di galery dan juga basman.
dengan cepat berita itu terpampang, Abian sudah menduga hal itu karena ia juga yakin Luna tidak mungkin tidak mencari tahu tentang suami nya itu dan saat semua terbongkar dengan mudah ia mencari simpati dari permasalahan tersebut.
Zahira sendiri terus mendengar kan Luna yang membeberkan permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga nya Hingga berujung perceraian.
"ya sekarang aku tuh lagi hamil, tega banget suami ku berselingkuh....!"
*
"Suruh Maira kemasi barang barang nya, kita pergi ke Italia siang ni..."
ujar Abian lalu beranjak dari duduknya meninggalkan mereka berdua yang termangu.
beberapa orang terkejut dengan berita tersebut, Erlin bahkan menganga mengetahui hal itu, diva juga tidak menyangka kalau selama ini maira memiliki affair dengan kian.
"benar enggak sih berita itu ?"
diva mencoba untuk menghubungi maira namun nomor nya tidak aktif.
Maira sendiri saat ini tengah meringkuk di ranjang, tak ada keinginan untuk beranjak saat Abian mengatakan bahwa mereka akan pergi ke Italia siang ini juga.
benar kan Abian tidak mencari jalan keluar untuk permasalahan nya, pria itu memilih untuk menghindari keadaan tersebut sampai berita itu mereda.
di kediaman Alfa...
kedua orang Tua Alfa menggeleng kan kepala nya mendengar berita tersebut, bukan hanya di telivisi Tapi juga media sosial semua memberitakan skandal yang terjadi Antara kian dan Maira.
"Alfa, ini rekayasa atau ini sebuah kebenaran?
apa yang akan kamu lakukan?"
tanya sang Mama memindai wajah Alfa tanpa ekspresi.
"aku akan mencari tahu dulu kebenaran nya, aku akan menemui pak Abian !"
Alfa beranjak dari duduknya, ada rasa sakit yang menjalari relung hati nya, Alfa berharap itu semua hanya rekayasa dan perempuan yang berada di dalam foto tersebut bukan lah maira, calon istri nya.
Baru kemarin ia meminta Abian mencari kan tanggal pernikahan dan tiba tiba saja ada berita yang membuat gempar termasuk dirinya yang tidak menyangka hal itu, kian juga partner kerja nya, apa dia tahu siapa maira, perempuan itu calon istri nya.
__ADS_1
jika hal itu benar, Ia tidak akan pernah memaafkan kedua nya, Alfa memesan beberapa lukisan untuk hotel nya yang baru, dan jika itu benar adanya, Alfa akan membatalkan semua pesanan nya.
rasa nyeri itu semakin terasa, berharap kalau itu bukan maira, ia sudah terlanjur jatuh cinta dan ia merasa terkhianati jika hal itu benar.
gegas Alfa melajukan mobil nya menuju kediaman Abian, namun terhenti saat melihat beberapa wartawan mengerubuni rumah tersebut untuk mencari berita tentang skandal tersebut.
Alfa menyandar kan kepala nya pada kursi mobil, entah harus bagaimana menyikapi masalah ini.
kenapa keadaan membuat sesak, andai ia tidak jatuh cinta ia tidak akan menghiraukan masalah ini dan dengan mudah memutuskan pertunangannya dengan Maira, namun kini ia menginginkan gadis itu.
***
Zahira mengintip dari jendela dan melihat beberapa karyawan berada di depan, seperti nya mereka hendak mencari informasi.
Zahira naik ke atas tangga melangkah menuju kamar maira untuk melihat keadaan Gadis itu.
Maira duduk di tepi ranjang, pandangan nya lurus ke depan menatap kaca jendela yang basah.
termenung mengingat kian yang tidak ada kabar, maira menatap ponsel yang biasa ia gunakan untuk berkomunikasi dengan kian.
nomor pria itu tidak aktif sejak kemarin, saat ini maira sangat merindukan kian dan ingin sekali bertemu tapi seperti nya tidak akan mungkin karena Saat ini Abian menjaga ketat rumah dengan beberapa bodi guard.
kian teringat pada maira, kedua nya pernah berada di tempat itu.
kian tak tahu bagaimana keadaan Maira saat ini, dengan berita skandal tersebut.
"coba Lo hubungi maira, Ki.... kasihan dia"
saran Deni duduk sambil memegangi gelas berisi kopi.
"ya gue akan hubungi dia den, gue juga khawatir..."
*
Zahira menghampiri Maira yang terpaku sendiri, maira bahkan tak menoleh pada Zahira yang berdiri di samping nya.
"sayang, kita berangkat siang ini... Mama bantu beres kan barang barang kamu ya"
maira menoleh ke arah Zahira yang iba melihat nya.
__ADS_1
"kenapa harus pergi, apa dengan pergi semua masalah selesai ?"
tanya Maira kembali menoleh ke depan.
"tidak, tapi saat ini tak ada yang bisa kita lakukan selain menghindar sampai keadaan mereda, tolong lah Mai untuk saat ini turuti kami..papah dan mamah begitu mengkhawatirkan kamu, apa yang kamu harapkan dari keadaan ini, dukungan ? tidak Mai, yang ada mereka akan menghujat kamu, belum lagi kita harus menghadapi keluarga Alfa, mereka pasti kecewa dan saat ini mama minta kamu untuk meredam gosip tersebut..."
Tutur Zahira panjang lebar menjelaskan maksud nya.
"tapi Mai cinta sama ka Ian mah, jangan pisahkan kami !"
Zahira menghentikan langkahnya mendengar hal itu, perpisahan menjadi mimpi buruk bagi dua insan yang saling mencintai, begitu juga dirinya yang sudah pernah merasakan bagaimana rasanya terpisah dengan orang yang kita cintai, ia juga dulu bahkan hampir kehilangan kewarasan karena terpisah dari Abian.
"Mai, kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita, tapi percayalah bahwa apa yang Tuhan tetapkan adalah yang terbaik untuk kita, cinta memang tak melihat pada siapa ia berlabuh tapi terkadang kita juga harus memakai logika...Kian itu suami orang !"
"tapi mereka sudah bercerai....!" elak maira tetap pada keinginan nya.
"ya oke, tapi untuk saat ini biar kan kian menyelesaikan perkara nya terlebih dahulu dengan Luna, biarkan masalah ini mereda.
kita juga harus menyelesaikan masalah mu dengan Alfa, setelah itu kita tidak akan melarang mu dengan kian, asalkan kamu mau bersabar dahulu Mai, banyak yang harus kita pertimbangkan Tak semudah membalikkan telapak tangan... banyak yang kecewa karena keadaan ini, termasuk papah. tapi kami sangat menyayangi mu dan ingin kamu bahagia tapi tolong Mai untuk saat ini pergilah bersama kami untuk menghindari para wartawan yang memburu berita."
cakap Zahira berusaha untuk sabar menghadapi anak angkat nya itu.
Maira Hanya terdiam dengan air mata yang berderai membasahi pipinya.
kenapa semua terkuat sebelum masalah itu selesai, setidaknya sampai kian dan Luna bercerai.
Alfa masuk ke ruangan Abian, terlihat Abian tengah berbicara serius dengan William asisten pribadi nya.
"duduk Al....!"
Abian menghela nafas berat lalu duduk di hadapan Alfa.
"maafkan saya Alfa, saya tahu kedatangan kamu kemari untuk menayangkan berita tersebut, saya sudah pasrah kalau kamu ingin menyudahi hubungan kalian...."
seperti sembilu menusuk hati mendengar apa yang Abian sampai kan membenarkan berita tersebut, Alfa benar benar tidak menyangka maira melakukan hal ini, lalu bagaimana dengan cinta nya, ia layu sebelum berkembang.
"tapi saya mencintai Maira, dan terlanjur menginginkan nya pak Abian.....!"
bersambung.......
__ADS_1