
Shelomita Marah saat Shira mengatakan bahwa ia tidak bisa menikah dengan kian, Shira tak ingin memaksakan kehendak ibu angkatnya itu, selama ini ia sudah banyak menurut dan untuk pertama kalinya Shira menolak perintah Shelomita.
"berani ya kamu membantah saya, dasar enggak tahu diri kamu "
ujar Shelomita dengan tatapan tajam ke arah Shira.
Kian yang mendengar hal itu langsung menghampiri mereka yang berada di dalam kamar Shira, kian berlari kecil teringat dulu.
Shelomita selalu memukuli Shira jika adik nya itu salah.
"percuma saya besarkan kalau untuk membantah, enggak tahu terima kasih kamu ya "
tambah Shelomita hendak memukul Shira, Namun dengan cepat kian menarik Shira dan mendekap nya.
"cukup mah, kenapa Mama selalu bersikap seperti itu... semua harus sesuai keinginan Mama "
"kalian tidak tahu terima kasih, mana bakti kalian sebagai anak pada orang tua yang sudah membesarkan kalian."
ujar Shelomita pergi meninggalkan kedua nya, Shira terisak dalam dekapan kian.
hal yang dulu selalu kian lakukan bila ia di marahi oleh Shelomita, kian lah yang selama ini membela nya di depan Shelomita.
kian tahu bahwa ucapan sang Mama tidak pernah main main dan tak bisa di tarik lagi, Shelomita sangat membenci perempuan yang mau berhubungan dengan suami orang, apapun alasannya itu adalah sebuah kesalahan yang tidak bisa di toleransi.
Kian mengajak Shira untuk pergi dari rumah berukuran minimalis modern itu, beruntung kedua anak shira tak ikut bersama nenek nya.
"kita mau kemana bang ?"
tanya Shira masuk ke dalam mobil.
"kita akan pulang ke Indonesia...!"
jawab kian membuat Shira tertegun.
"tidak bang, kita harus bertemu dengan maira terlebih dahulu..!"
"aku akan pikirkan nanti Ra, ayo !"
Saat ini yang harus kian lakukan adalah melindungi Shira dari amukan sang Mama, kian yakin Shelomita akan melakukan hal lebih dari itu.
**
Sore itu Alfa kembali ke rumah sakit setelah beristirahat sebentar, Alfa dengar Abian dan Zahira sudah sampai di Italia.
Alfa juga harus menghubungi klien nya untuk menunda kerja esok hari karena kejadian itu.
Maira perlahan membuka mata nya, ia tertidur dalam keadaan tengkurap karena operasi di punggung.
"beruntung maira menggunakan jaket tebal, peluru tak terlalu masuk ke dalam punggung nya. Kalau tidak memakai jaket tebal kemungkinan akan masuk lebih dalam dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan nyawa maira "
ujar dokter yang berbicara dengan Abian mengenai kondisi Maira saat ini.
Abian begitu lega saat mendengar maira selamat dari peristiwa itu.
Saat ini polisi tengah mengusut kasus tersebut agar pelaku di tangkap dan di beri hukuman yang setimpal.
__ADS_1
Maira merasakan perih di punggung nya, memejamkan mata nya menahan rasa ngilu bekas peluru yang bersarang pada tubuh nya.
Seperti inikah yang di rasakan Alfa satu tahun yang lalu saat tangan nya tertembak, ia bahkan menahan nya semalaman.
kenapa dulu ia menganggap enteng pengorbanan nya, dan karena jaket tebal dari Alfa luka nya tak terlalu parah.
Air mata mengucur di pipi mengingat seseorang yang pergi begitu saja tanpa pertimbangan.
kenapa?
Sikap kian begitu menyakitkan, apa maksud nya selama ini ? dan luka pada hati nya lebih parah dari luka pada punggung nya.
"Alfa..... terimakasih sudah membatu saya mengurus maira "
ujar Abian saat Alfa datang bersama Nico.
"itu sudah seharusnya pak Abian, kalau saya dekat dengan maira mungkin saya lah yang akan merelakan tubuh saya yang tertembak seperti dulu..."
jawab Alfa menoleh ke arah maira yang menutup mata nya padahal mendengar kan mereka berbicara.
"ya, saya semakin khawatir jika maira terus berada di Italia, setelah kuliah nya selesai maira akan kembali ke Indonesia..."
ujar Abian, tak ingin lagi kejadian ini terulang lebih parah.
Abian cemas dengan keselamatan putri angkat nya itu, ia sudah berjanji pada Yasmin untuk menjaga maira.
kedua nya berbincang dekat maira yang tak bergeming, mendengar kan kedua nya membahas tentang siapa dalang dari peristiwa penembakan itu.
"kamu kok bisa ada di Italia ?"
"ya, sebenarnya saya ada keperluan bisnis, dan saya berpikir untuk sekalian bertemu dengan maira...!"
"aku dengar Mama mu sudah menjodohkan mu dengan perempuan lain ?"
"ya, tapi saya menolak.
jujur saya masih berharap pada maira pak Abian, saya tidak akan menikah sebelum maira menikah !"
Maira tertegun dalam gelap nya, saat ia menunggu seseorang, justru ada seseorang yang juga menunggu nya.
"ya sudah kalau begitu saya tinggal sebentar untuk sholat ashar dengan Zahira.
Saya titip kan Maira ya!"
Alfa mengangguk, Abian dan Zahira meninggal kan ruangan tersebut.
Alfa menghampiri ranjang dan merapikan selimut yang sedikit melorot, mengelus rambut maira sekejap lalu duduk di sofa dan mengeluarkan laptop dari dalam tasnya.
Alfa tidak tahu kemana Kian, ia pergi tanpa berpamitan. bahkan hingga saat ini ia tidak kembali untuk melihat kondisi maira.
Maira sedikit membuka mata dan melihat Alfa tengah sibuk dengan laptop nya, harus nya tadi lepas Dzuhur ia bertemu dengan klien nya, namun karena kejadian itu Alfa menundanya sampai esok.
"bang,, hm...!"
Maira merasa tenggorokan nya begitu kering.
__ADS_1
Alfa langsung beranjak dari duduknya menghampiri maira.
"kamu sudah sadar ?"
tanya Alfa memangku wajah maira dengan lembut.
"HM, aku haus...!"
jawab maira lirih, gegas Alfa mengambil air minum yang berada di nakas.
"sedikit sedikit Mai, jangan banyak banyak dulu !"
ujar Alfa menyodorkan sedotan ke mulut Maira.
Saat membuka mata nya, Maira Tak berharap ada kian, karena keberadaan Shira seperti nya jauh lebih penting, tak heran jika ia tidak ada di hadapannya, seperti ini kah buah dari perselingkuhan nya dengan kian, affair itu membuat repot semua orang.
ia di keluarkan dari kampusnya, dibenci Erlin sahabat nya, di hina dan di buli para netizen.
dan karena hal itu ia sudah membuat Abian kecewa, dan yang ia dapatkan adalah kekecewaan pula.
Maira membisu di hadapan Alfa, beberapa kali membenahi selimut nya.
begitu perhatian nya kian terhadap apa yang berada pada nya, bahkan ia lah yang berlari dengan cepat meraih tubuh nya yang tumbang karena luka tembakan itu.
kenapa bukan kamu kak ? kenapa kamu diam melihat ku terjatuh ?
"Mai, kamu kenapa menangis ?"
tanya Alfa lalu Terdiam saat maira menahan tangan nya yang hendak memanggil dokter.
Alfa berjongkok di hadapan Maira, memindai wajah nya yang basah oleh air mata.
"Mai, apa kamu ingin aku memberi tahu kian kalau kamu sudah sadar ?"
Maira langsung menolak dengan menggeleng kan kepala cepat.
"apa yang kamu rasakan Mai ?"
tanya Alfa menatap Raut wajah maira tampak sendu.
"aku tidak akan membiarkan kejadian itu terulang lagi Mai, aku akan menjaga mu semampu dan sebisa ku!"
Terkadang kita harus mendapati sesuatu yang jauh dari harapan, berbeda dengan dia yang terus-menerus melangit kan Doa nya agar ia dapat meraih harapan.
Alfa menyeka air mata Maira yang kembali jatuh berderai.
"kamu adalah doa yang selalu aku panjatkan, dan harapan yang selalu aku perjuangkan....!"
bersambung..
happy reading...
terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik, karena hakikatnya Dia lah yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya.
terima kasih sudah mampir.😍😍😍💪
__ADS_1