Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
kapal pesiar.


__ADS_3

Maira menoleh ke sekeliling sebelum naik ke kapal, mencari keberadaan kian apakah pria itu datang atau masih tertidur pulas di ranjang nya.


Maira menilik kapal pesiar mewah yang cukup besar, tak sembarang orang bisa naik kapal tersebut karena hanya kalangan orang berada saja yang mampu membeli tiket kapal tersebut.


"Mai ayo naik....!" ajak Alfa membuat maira menoleh ke arah Alfa, kini pria itu tampil santai dengan kaos berwarna putih nya, bukan jas yang sehari hari nya membungkus tubuhnya yang tinggi.


Maira tak menjawab, ia berjalan di belakang mengikuti langkah Alfa namun gegas Alfa menggenggam tangan maira berjalan beriringan, Abian senyum memperhatikan hal itu, berbeda dengan maira yang langsung terpaku.


seseorang yang baru saja naik memperhatikan hal itu, tentu kian tidak suka melihat tangan kekasihnya di genggam oleh pria lain namun ia sadar bahwa hubungan nya dengan maira sebuah rahasia yang hanya mereka berdua saja yang tahu.


Alfa mengajak maira naik ke atas, cuaca mulai panas tapi angin berhembus kencang membuat sejuk.


maira duduk di kursi bersama Zahira, memperhatikan ke sekeliling apa kah ada kian ?


Maira menggunakan topi bundar untuk menghalangi mata hari yang menyilaukan mata, ia pun beranjak saat mereka lengah, Alfa dan Abian tengah mempersiapkan peralatan pancing, jadi tak akan sadar jika maira melangkah menjauh.


Maira merogoh ponsel nya, Namun tak ada satupun pesan dari kian.


Maira menghela nafas panjang berdiri di pinggir pagar menatap air yang biru, kapal mulai bergerak ke tengah meninggalkan dermaga.


Kian tersenyum memandang seorang wanita cantik yang berdiri berpegang pada pagar menatap lautan yang luas.


"sayang....!"


kian memangil maira lirih namun terdengar oleh maira, gadis itu pun tersenyum lalu menoleh ke arah kian yang merentang kedua tangan nya.


gegas maira berlari ke arah kian lalu memeluk tubuh atletis milik pria itu, kian tersenyum sedikit membuka masker wajah nya.


"ayo ikut dengan ku !"


maira mengangguk lalu berlari bersama kian masuk ke dalam kapal.


Kian mengajak maira masuk ke dalam ruangan yang sudah ia pesan sebelum nya, sebuah kamar dimana ada mereka bisa menghabiskan waktu bersama.


"ayo masuk !"


ajak kian membuka pintu, terlihat air yang biru dari kaca jendela.


saat ini mereka berada di dalam kapal yang berada di bawah, maira senyum melangkah masuk lalu menyentuh kaca jendela yang menampakkan pemandangan indah lautan.


kian senyum lalu memeluk maira dari belakang, "aku cemburu melihat pria lain menggenggam tangan mu!"


kian menggenggam tangan maira, "aku tidak suka melihat pria itu dekat dengan mu !"


Maira senyum lalu membalik tubuhnya memeluk kian.


"aku juga ingin selalu dengan mu, apa kamu tidak Bisa secepatnya berpisah dengan nya, aku tidak bisa jauh darimu....!"

__ADS_1


"ya, aku akan segera mengurus nya, Deni sedang mengusut masalah Luna !


aku ingin memiliki alasan kenapa aku menceraikan nya meski alasan sesungguhnya adalah aku mencintaimu..."


jawab kian lalu meraih bibir maira yang membuat nya candu.


**


Alfa menoleh ke belakang dan tak mendapati maira di belakang nya, Zahira sendiri tidak sadar kalau maira pergi cukup lama karena Zahira pikir maira pergi ke toilet.


"maira kemana mah ?"


tanya Abian menoleh ke kanan dan kiri.


"enggak tahu, mama pikir dia ke toilet tapi kenapa lama sekali !"


"biar Yusuf cari, sebentar lagi makan siang kita bertemu di restoran yang di dalam saja !"


Zahira dan Abian mengangguk.


sementara kian dan maira tertidur pulas di sofa sambil berpelukan, semalam keduanya memang kurang tidur.


Maira membuka mata nya dan melihat jam menunjukkan pukul dua belas siang, cukup lama ia menghilang.


Maira memperhatikan wajah tampan yang tertidur sambil memeluk nya, tapi ia harus kembali kalau tidak papah nya akan marah dan bisa saja setelah ini Abian akan terus memantau gerak gerik nya.


"aku tidak mau kita berpisah...!"


maira tersenyum lalu melingkar kan tangan nya ke leher kian hingga pria itu kembali mencium bibir nya.


Yusuf menyusuri kapal tersebut namun belum juga menemukan kakaknya itu, entah dimana kakak nya itu bersembunyi.


Yusuf menghentikan langkah nya saat melihat maira bersama seorang pria, entah siapa karena pria itu menggunakan masker wajah.


keduanya berjalan beriringan, pria itu menggenggam tangan maira keduanya tampak begitu dekat.


setelah berciuman, maira meminta keluar dari ruangan itu karena ia harus kembali pada Abian.


Mau tidak mau kian harus berpisah dengan kekasih nya itu, waktu yang mereka lewati juga cukup untuk melepaskan rindu.


"aku kembali ke papah ya...!"


ujar maira tanpa sadar ada seseorang yang tengah memperhatikan nya.


"udah beberapa kali panggilan tidak terjawab !"


sambung maira dan di anggukan oleh kian yang kemudian mencium kening maira, Yusuf semakin tertegun melihat mereka, sebelum pergi maira juga memeluk pria itu hingga keduanya terpisah.

__ADS_1


Yusup harus mencari tahu siapa pria itu? dan ada hubungan apa dengan kakak nya itu, apa pria itu tahu kalau maira sudah bertunangan.


gegas Yusuf menghampiri maira yang berjalan sendiri.


"kak maira?"


panggil Yusuf mengehentikan langkah maira.


"Yusuf....!"


sahut maira sedikit menoleh ke arah kian yang sudah jauh melangkah di belakang.


"dari mana sih kak, kita nyari kak maira loh!"


ujar Yusuf namun maira tidak menjawab, maira berjalan mendahului Yusuf.


"kita ke restoran kak !"


seru Yusuf lalu mengikuti langkah maira yang sedikit tergesa.


"dari mana sih Mai ?"


tanya Abian saat maira menghampiri mereka yang sudah duduk di kursi.


"jalan jalan aja, tadi dia kafe yang didalam, di luar tuh panas...!"


Alfa memindai wajah maira yang seperti baru bangun tidur, mereka memang memesan kamar namun maira tak menanyakan perihal kamar pada mereka.


"kamu baru bangun tidur ?"


tanya Alfa penasaran karena maira cukup lama pergi.


"hm.. enggak...!"


maira lupa tidak mencuci muka terlebih dahulu tadi, mereka malah asyik bermesraan.


"ya sudah ayo pesan makanan ?"


titah Abian, dan di anggukan oleh maira.


Yusuf memperhatikan seorang pria yang sepertinya tadi bersama maira, ia duduk tepat di hadapan maira, siapa pria itu ? mungkinkah maira tadi bersama pria itu ?


beberapa pertanyaan muncul dalam benak Yusuf namun ia tidak ingin mengungkapkan nya sebelum tahu kejelasan hubungan mereka berdua.


beberapa kali maira menoleh ke arah kian yang duduk tak jauh dari nya tengah memesan kopi, tak nampak jelas dengan topi dan masker yang menutupi wajah nya.


rasa nya masih ingin bersama namun keadaan tak memungkinkan untuk mereka bersama.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2