Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
luka.


__ADS_3

Maira dan Alfa berjalan untuk kembali ke titik awal mobil mereka terjatuh namun urung saat melihat orang orang tersebut masih mengawasi tempat itu.


"mereka masih mengincar kita ? HM kamu ? ayo kita kembali ke dalam hutan...!"


Maira tak menjawab, sejak tadi ia terus memperhatikan tangan Alfa yang berdarah.


"bang....!"


Maira tidak kuat lagi berjalan, ia sangat lemas dan kedinginan, salju terus menerus turun membuat kedua kakinya hampir membeku.


keadaan mulai gelap, Maira terisak lagi.


mungkinkah ia akan mati kedinginan di hutan itu.


Alfa tertegun melihat sebuah rumah kecil yang berada di atas pohon, seperti nya sudah lama di tinggalkan, terlihat masih ada pintu namun terlepas.


"yakinlah pertolongan Tuhan itu nyata adanya !"


ujar Alfa menarik tangan maira ke arah pohon tersebut, Maira tertegun melihat rumah pohon tersebut.


"untuk sementara waktu kita tinggal, seperti nya akan turun badai...ayo naik Mai, semoga cepat ada pertolongan..!"


tambah Alfa naik lebih dulu untuk mengecek keadaan di atas.


"Ayo naik..!"


titah Alfa saat merasa keadaan cukup aman hanya sampah daun kering berserakan,


Maira pun menurut naik ke atas rumah itu.


Alfa duduk bersandar pada tembok kayu rumah tersebut, luka nya semakin nyeri namun ia berusaha untuk terlihat baik baik saja di hadapan maira, tak ingin kekasih nya itu cemas, ia juga sudah menutup pintu agar angin tak tembus masuk ke dalam rumah tersebut.


Maira memeluk lutut nya sendiri, ingin berbicara dengan Alfa dan bertanya mengapa ia berada di negara ini.namun rasa dingin lebih mendominasi hingga ia tidak mampu berbicara.


"dingin sekali...!"


ujar maira lirih sambil mendekap erat tubuh nya sendiri, angin berhembus kencang dari sela sela jendela dan pintu yang tidak tertutup rapat.


"kemari Mai ?"


titah Alfa meraih tangan maira, Maira tertegun saat rasa hangat dari tangan Alfa menjalar ke tubuh nya.


Maira mengerti maksud Alfa, saat ini ia butuh dekapan hangat pria itu untuk mengurangi rasa dingin nya mencegah hipotermia.


"aku kedinginan bang, aku enggak kuat !"


Alfa langsung mendekap erat tubuh maira yang kedinginan, ia juga kedinginan karena badai cukup besar.


keadaan semakin gelap, kini keduanya saling berpelukan untuk mencari kehangatan, bukan sengaja tapi keadaan begitu mendesak.


Abian sendiri tak bisa mencari maira karena terkendala cuaca, badai besar yang melanda daerah tersebut.


Maira mendongak menatap wajah Alfa, dalam sekejap kini ia berada dalam dekapan hangat pria itu, pria yang baru kemarin hengkang dari kehidupannya.


nafas maira tersengal merasa kan dingin yang kembali menjalar Saat angin kencang berhembus masuk.

__ADS_1


"dingin, aku butuh selimut dan bantal !"


racau maira menggigil, Alfa mengeratkan pelukannya.


"aku minta maaf Mai, aku.."


sebenarnya Alfa enggan memeluk maira, tapi keadaan begitu mendesak, ia tidak mungkin membiarkan maira menggigil kedinginan.


"tidak, aku yang seharusnya minta maaf !"


maira menelusup ke dalam tubuh Alfa yang entah kenapa terasa begitu hangat.


tak tahu malu bukan, kemarin ia meminta Alfa menjauh dan kini ia begitu nyaman berada dalam dekap hangat tubuh Alfa.


keadaan semakin gelap karena malam telah datang, namun badai sudah berlalu keadaan tak begitu dingin seperti sebelumnya.


Alfa tertegun menatap wajah Cantik maira yang terlelap dalam dalam dekapan nya, Alfa menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan merasakan perih pada luka nya, rasa sakit terus menggerogoti membuat sesak.


Tapi Alfa terus bertahan berusaha untuk tetap sadar karena Kasihan melihat Maira.


kalau terjadi sesuatu pada nya.


Di tempat itu mereka hanya berdua, Malam semakin larut, Abian masih mencari keberadaan Maira. ia tidak tahu kemana harus mencari maira karena nomor nya juga tidak Bisa di hubungi.


"gimana bi....?"


tanya Ridwan saat melihat Abian kembali dengan anak buah nya.


"enggak ada yah, kita kehilangan jejak...!"


"kamu sabar, ayah sudah menyuruh orang orang untuk membantu kita mencari maira!"


"ya, kamu sabar bi...!"


tambah Siva, Zahira duduk di samping Abian mengusap punggung nya memberikan kekuatan.


"apa ini ada hubungan nya dengan peristiwa Lima belas tahun yang lalu, saat maira di culik !"


ujar Abian khawatir jika mereka menyimpan dendam dan berusaha untuk mencelakai maira.


Mereka terdiam mendengar apa yang Abian katakan, memori memutar ke belakang.


"kita akan mencari tahu....!"


Jawab Ridwan menelpon seseorang untuk menyelidiki perihal itu.


Waktu menunjukkan pukul dua pagi, Abian masih terjaga. ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan maira yang entah dimana ?


terlihat Zahira tertidur dalam dekapan hangat nya, salju masih turun dengan perlahan.


Abian cemas karena sore kemarin sempat terjadi badai salju, ia bahkan tidak bisa terus mencari maira karena terkendala oleh cuaca.


Abian beranjak dari ranjang perlahan agar tidak membangun kan zahira, ia pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


saat ini tak ada yang bisa ia lakukan selain meminta tolong pada sang pencipta.

__ADS_1


"lindungilah dia ya Robbi.....!"


**


"laper....."


racau maira masih memeluk Alfa yang kemudian terjaga.


"perut ku sakit, laper...."


Maira tidak sadar mengatakan hal itu, mungkin karena lelah maira terus terlelap.


Abian menghela nafas panjang, tak ada yang Bisa ia berikan pada maira.


hingga pagi menjelang Maira masih mengerat kan pelukan nya membuat Alfa menghela nafas panjang, ia lelaki normal. bila terus seperti ini milik nya bisa terusik juga.


"maira....."


seru Alfa di telinga Maira yang langsung menggeliat.


Kedua nya sama sama tertegun saat kedua netra mereka bertemu, jarak kedua begitu dekat bahkan maira bisa merasakan hembusan nafas Alfa yang terasa hangat menyapu wajah nya.


Alfa sendiri terus memindai wajah maira, mata nya yang begitu indah dengan bulu mata yang lentik.


setan terus berbisik untuk menyentuh bibir maira yang terlihat ranum, namun sekuat tenaga Alfa menahan keinginan itu.


meski ia begitu menginginkan hal itu bahkan lebih karena tubuh kedua nya masih menempel, sekuat tenaga Alfa menurunkan hasrat nya. mengingat keduanya tidak memiliki ikatan apa apa.


Alfa memejamkan matanya merasakan perih yang menjalari luka tembak nya.


Maira langsung tersadar dan sedikit menjauh, netra nya langsung mengarah pada tangan Alfa.


"sakit bang ?"


tanya Maira menyentuh tangan Alfa.


"sedikit, aku tidak apa-apa... keadaan sudah terang, kita harus segera keluar dari hutan ini...!"


Maira mengangguk lalu membalikkan badannya namun Maira kembali menghadap Alfa yang tertegun.


"ada apa Mai ?"


"HM, kenapa bang al ada di negara ini ?"


tanya Maira.


"aku datang untuk...."


Alfa terdiam memindai wajah maira.


"Maaf karena aku kamu terluka bang !"


"luka ini tak seberapa Mai, aku lebih sakit dengan penolakan mu...aku sungguh sungguh mencintai mu Mai, aku ingin kita seperti ini dalam keadaan halal...!"


Maira tertegun saat Alfa menyentuh pipinya dengan tangan.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2