
Alfa menggenggam tangan Maira memasuki hotel Lalu menuju kamar president suite yang sudah Alfa siapkan untuk mereka berdua, semua mata tertuju pada pasangan pengantin yang baru saja menikah.
Semua karyawan yang bekerja di bawah naungan Alfa menerima undangan pernikahan mereka yang akan berlangsung di ballroom hotel tersebut.
Erlin yang Baru mengetahui berita pernikahan Itu, Tidak percaya kalau Keduanya masih bersama bahkan menikah setelah Maira memiliki affair dengan kakak ipar nya.
Meski kejadian itu sudah lama, namun Erlin masih saja merasa kesal pada maira, karena Erlin lah yang mengenal kan maira dengan kian, Erlin sendiri tidak tahu kalau kian sudah menikah dengan Shira.
Luna juga sudah menikah lagi dengan Syam, namun Erlin masih saja Terus menyimpan benci, apa lagi maira yang membuka rahasia nya dengan endru, dan saat ini rumah tangga nya sedang tidak baik-baik saja karena endru Memiliki perempuan simpanan.
**
Setelah makan malam dan berbincang bersama,keduanya kembali ke kamar hotel,
Maira lebih dulu masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian nya.
Maira tertegun saat melihat isi dalam lemari, Hanya terdapat lingerie yang senada dengan piyama pria.
Maira mencari koper nya yang tadi Ia bawa Dari rumah, namun tidak ada.
"apa supir lupa memasukkan koper nya?"
Alfa yang baru masuk ke kamar memperhatikan Maira yang memindai isi lemari.
"ada apa sayang ?"
Tanya Alfa mendekati istri nya, Maira terpaku mendengar panggilan sayang yang kian lontarkan, untuk pertama kalinya Alfa memanggil nya sayang.
Alfa tersenyum memindai isi dalam lemari tersebut, Alfa paham apa yang membuat istri nya itu terpaku.
"koper maira di bawa enggak sih bang ?"
Alfa memindai ruangan tersebut tak mendapati koper milik istrinya itu.
"Kamu enggak mau pakai lingerie itu ?"
tanya Alfa tersenyum memiringkan kepalanya menatap wajah cantik maira yang memerah.
"bukan, tapi Malu...!"
Alfa terkekeh geli melihat Maira yang menutupi wajah nya dengan kedua tangan.
Alfa pun merengkuh tubuh maira lalu membawa nya terhempas ke atas ranjang.
Maira tersenyum geli saat Alfa menciumi seluruh wajah nya.
Alfa menatap lekat wajah Maira yang merona, kedua nya pernah saling mendekap dalam gelap lalu kenapa harus ragu untuk melakukan itu.
"Pakai ya, Abang tunggu kamu!"
ujar Alfa beranjak sambil tersenyum.
__ADS_1
Ia mengambil salah satu piyama tidur berwarna biru Navy senada dengan lingerie milik Maira.
Alfa tersenyum Melihat maira melongok mendapati lingerie tersebut berada di tangan nya, Alfa melengos masuk ke dalam kamar mandi.
Lima belas kemudian Alfa keluar dari kamar mandi sudah dengan piyama tidur nya.
"ayo sayang lekas ganti pakaian nya, Abang tunggu di depan ya!"
kamar hotel tersebut terdapat tiga ruangan, dapur dan ruang tamu, hampir menyerupai apartemen.
Maira beranjak dari ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi Untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya.
Maira berdiri di hadapan cermin, tubuh nya putih kini terekspos, bahu serta pahanya yang mulus kini terpampang jelas membuat Maira bergidik sendiri.
Apa ia berani keluar menemui Alfa dengan pakaian seperti ini, apa hal itu akan terjadi malam ini ?
tak lagi bisa menolak karena kini Alfa suami nya, seorang yang harus ia layani sepenuh hati.
Maira melangkah kan kaki jenjangnya dari kamar mandi, wangi tubuh nya menyeruak keluar ruangan.
Maira memberanikan diri untuk menemui Alfa di ruang tengah, Maira menghentikan langkahnya di Ambang pintu.
Terlihat Alfa langsung menyimpan ponsel nya di Meja, menyuruh maira mendekati dengan isyarat mata nya.
Alfa terus memindai keseluruhan Maira yang melangkah menghampiri nya, cantik dan seksi.
Alfa berdiri saat Maira berada di hadapan nya, Maira memejamkan matanya saat Alfa merengkuh pinggang nya lalu mencium kening nya lama.
"Abang sayang sekali sama kamu, Mai..!"
ujar Alfa masih merengkuh tubuh istri nya itu.
Maira memejamkan matanya mendekap tubuh Alfa yang juga begitu wangi.
"Kita istirahat di dalam yuk !"
Maira mendongak ke arah wajah Alfa yang langsung mengecup hidung nya.
"hm, Aku.....!"
Maira kembali merasakan jantung nya berdegup kencang, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
"apa ?
hm....?"
Alfa tersenyum menaikan alisnya.
"kenapa maira yang sekarang lebih banyak diam, aku ingin kamu menggoda ku seperti waktu itu !"
Alfa langsung mengaduh saat Maira memukul dada bidang nya.
__ADS_1
"kau tahu Mai, apa yang aku rasakan saat itu?"
tanya Alfa memindai setiap inci wajah Cantik maira.
"untuk Pertama kalinya aku bersentuhan dengan seorang wanita, dan hal itu sejujurnya membuat candu.
Aku bahkan langsung mendatangi papah mu untuk mencari tanggal pernikahan untuk kita karena aku merasa telah jatuh cinta pada mu !"
Maira terdiam, tak sampai itu berita tentang perselingkuhan nya terbuka ke publik.
"hm, maafkan Maira ya bang !"
jawab Maira merasa bersalah karena sudah menghianati hubungan mereka, Ia bahkan hampir memberikan semua nya pada kian.
Maira bersyukur karena tak sampai situ ia berbuat, Hingga ia bisa mempersembahkan nya pada pria yang menjadi suami nya.
"Mungkin proses nya harus seperti itu, harus berjuang keras untuk sampai di titik ini !"
Apa yang di lontarkan Alfa benar, Dari semua itu Maira mengambil pelajaran bahwa tak semestinya Ia menjalani hubungan dengan pria yang beristri, apa pun alasannya Itu adalah kesalahan.
Maira mendekap erat Alfa, menyandar kan kepala pada dada bidang milik Alfa.
Suami nya itu menghela nafas lalu merengkuh Maira.
"kita masuk ke dalam bang, Mai ngantuk banget !"
Alfa mengangguk lalu mengangkat tubuh maira dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Perlahan Alfa merebahkan tubuh Maira ke kasur empuk dengan sprei berwarna putih.
Maira menatap wajah Alfa yang berada di atas nya, perlahan Alfa mengecup bibir Maira.
awalnya hanya kecupan mesra namun berlanjut dengan ciuman Penuh hasrat, Alfa terus memperdalam ciuman nya hingga membuat nafas maira tersengal, Ciuman itu beralih ke leher jenjang Maira, ciuman yang berakhir dengan gigitan kecil membuat buluk kuduk Nya meremang.
Sekuat tenaga Maira menahan diri untuk tidak mendesah, mengigit bibir nya merasakan sensasi rasa yang meresahkan jiwa.
Alfa menghentikan gerakan nya, memindai wajah maira tampak merona dengan nafas tersengal.
Alfa tersenyum lalu merapikan rambut Maira, menyelipkan nya ke belakang telinga, malam ini ia berhasil mencetak kepemilikan nya di leher jenjang Maira.
"Kita istirahat ya !!"
ujar Alfa memeluk Maira, mencoba menahan Hasrat nya karena esok akan sangat melelahkan jika mereka melakukan nya malam ini, Maira juga tidak menolak Alfa mencumbu nya.
"Kita akan lanjutkan besok malam sampai tuntas, karena besok tidak akan ada yang menggangu kita sampai pagi...!"
ujar Alfa terkekeh kecil Mencium telinga istri nya, Maira tersenyum lalu mendekap erat tubuh Alfa kemudian kedua nya terlelap.
"ya tuhan condongkan Hati ku pada pria yang kini menjadi suami ku....!"
bersambung.
__ADS_1
happy reading...🤭🤭😍😍😍