
Kian membuka mata dan melihat Maira yang tengah bercermin, cantik dan mempesona.
"mau kemana sih de ?"
tanya kian beranjak dari ranjang lalu berdiri di belakang maira yang tengah menggunakan pasmina.
"pergi keluar....!"
jawab maira, pagi tadi Yusuf menggedor pintu nya dan mengatakan agar ia bersiap karena mereka akan singgah di sebuah pulau. kian sendiri mengetahui hal itu.
"pergi keluar setelah aku dan papah di atas ya, aku tidak ingin mereka tahu ada kamu bersama ku!"
ujar maira menoleh ke belakang, berdiri menatap kian yang terlihat begitu tampan saat baru bangun tidur.
"aku tidak suka melihat mu dengan mereka !"
ujar kian mengecup bibir maira yang berwarna merah muda.
"maka cepat lah berpisah dengan kak Luna agar kita bisa bersama !"
jawab maira tak tanggung meminta hal itu pada kian, duduk di kursi menghadap kian yang juga tengah menatap nya.
"aku tidak mau kalau kita terlalu lama seperti ini, aku khawatir papah segera mencari tanggal pernikahan untuk ku dan Alfa..."
"tidak akan, aku akan mengurus semua nya sesegera mungkin !"
jawab kian lalu meraup bibit ranum milik maira, memeluk pinggang nya hingga tubuh keduanya merapat.
beberapa kali ponsel maira berbunyi, Abian dan yang lainnya sudah menunggu namun maira masih saja asik dengan kian.
hingga terdengar suara ketuk pintu menghentikan aktivitas pagi mereka, "sembunyi...!"
titah maira sambil merapikan pasmina serta mengelap bibirnya yang basah.
"sebentar....!"
maira membuka pintu dan melihat Alfa di balik pintu.
"Mai kamu sedang apa ? kita sudah menunggu mu untuk sarapan !"
tanya Alfa memindai wajah maira tampak pucat dengan lipstik yang tampak memudar.
"hm, ya tadi lama di kamar mandi !
ayo berangkat sekarang !"
ujar maira masuk ke dalam Untuk mengambil tas.
"aku pergi ya!"
ucap maira tanpa suara dan di anggukan oleh kian yang bersembunyi di dekat lemari.
Alfa dan maira berjalan beriringan naik ke atas terlihat Abian dan Zahira tengah menikmati sarapan pagi.
"dari mana sih kamu Mai ?"
tanya Abian saat maira berada di hadapan nya.
__ADS_1
"ini weekend dan rasa nya ingin bermalas-malasan, kapan kita pulang ?"
tanya maira lalu melahap roti bakar yang berada di meja sambil cemberut.
Alfa tersenyum menanggapi maira yang bersikap manja pada Abian, perempuan itu memang manja dan Alfa sendiri sudah terbiasa melihat kelakuan maira.
mereka menikmati sarapan sambil melihat pemandangan indah lautan, kapal bergerak menuju pulau kecil yang Alfa bicarakan kemaren.
beberapa turis sudah bersiap untuk Turun, maira tersenyum melihat kian yang sudah keluar dari kamar nya, tangan nya memegang sebuah gelas berisi kopi.
"ayo Mai, kapal sudah menepi ke dermaga, kita turun !"
ujar Zahira mengajak maira, berbeda dengan Yusuf yang sejak tadi mengamati gerak gerik kakak nya itu.
pulau terpencil itu memiliki pemandangan alam yang sangat indah, beberapa turis ikut Turun untuk singgah di sebuah villa yang berada di pulau tersebut.
villa tersebut ternyata miliki orang asing, di pulau tersebut tersedia berbagai pasilitas untuk turis asing yang berkunjung, ada kamar hotel, restoran serta kolam renang.
Maira berjalan menyusuri pantai pasir putih, ia pikir Alfa tidak akan mengikuti nya,
pria itu berjalan di belakang sambil membawa kamera, maira sendiri tidak melihat kian Turun dari kapal, apa pria itu lebih memilih berada di kapal.
Abian sendiri senang melihat kedekatan Alfa dan Maria, padahal maira sejak tadi mencari keberadaan kian yang ternyata masih berada di kapal.
"Mai... kita sudah berjalan jauh, ayo kembali !"
ujar Alfa, maira mengangguk lalu berjalan di belakang Alfa.
"ah....!"
maira meringis saat sesuatu melukai kaki nya yang memang tidak menggunakan sendal, Alfa langsung menoleh dan melihat kaki maira berdarah.
"ah sakit banget kak kian...!"
maira langsung termangu begitu juga dengan Alfa yang langsung menatap wajah maira.
"maksudnya bang Alfa....!"
ujar maira lirih, khawatir Alfa curiga karena ia menyebut nama kian.
"kamu kenal kian...?"
tanya Alfa.
"hm.....?"
Maria tertegun sejenak lalu memalingkan wajahnya.
"dia itu kakak ipar nya sahabat ku...!"
jawab maira hendak beranjak dari duduknya namun kakinya terasa sakit.
"jadi kamu kenal...!"
tanya Alfa lagi penasaran kenapa tiba tiba maira menyebutkan nama kian.
"saat ini aku butuh bantuan bukan pertanyaan....!"
__ADS_1
jawab maira yang mencoba untuk bangkit, gegas Alfa mengangkat tubuh maira yang langsung membeku.
Maira tak bicara sampai mereka sampai di villa, Abian dan Zahira langsung menghampiri.
"kenapa Mai ?"
tanya Abian.
"kakinya kena kerang, nanti Alfa ambilkan obat dulu !"
ujar Alfa lalu beranjak pergi.
"kamu kok enggak hati hati sih ?"
ujar Abian, tak lama Alfa datang lalu membersikan luka nya, maira hanya meringis tanpa suara. ia juga tidak tahu kenapa tiba tiba menyebut nama kian, apa karena pikiran nya tengah tertuju pada pria itu.
"ah sakit....!"
Maira meringis saat Alfa memberikan nya obat.
"tidak apa-apa, sakit nya juga akan cepat hilang !"
ujar Alfa lalu membungkus luka tersebut dengan perban.
"ya sudah Ayo kita kembali ke kapal, setelah itu kita akan pulang ?!"
ujar Abian dan di anggukan oleh Alfa, karena tak bisa berjalan akhirnya Alfa menggendong maira naik ke atas kapal, tentu kian tidak suka melihat hal itu, ia juga tak tahu kalau maira terluka.
"aku mau ke kamar saja..."
ujar maira, lumayan tiga jam perjalanan ia bisa beristirahat di kamar.
Alfa meletakkan maira di atas ranjang, netra nya menoleh ke jam tangan pria berwarna silver.
"jam siapa itu Mai ?"
tanya Alfa membuat maira langsung menoleh menatap jam tangan milik kian yang tertinggal.
"HM, milik ku... terimakasih sudah mengantarkan ku sampai kamar !"
ujar maira mengalihkan perhatian Alfa dari Jam tersebut.
"ya sudah kamu istirahat ya !"
ujar Alfa sambil mengusap pucuk kepala milik maira.
Maira mengangguk membiarkan Alfa pergi meninggalkan nya sendiri.
Maira mencoba menghubungi kian namun tidak di angkat, kian sendiri marah karena Melihat Alfa menggendong maira,rasa cemburu nya kian menggebu mendapati kekasih nya bersama orang lain, setelah pulang dari sini ia akan segera mengurus masalah nya dengan Luna.
maira menghela nafas panjang, hingga sore hari mereka hendak pulang kian tak memberi kan kabar pada maira, saat ini maira meminta Yusuf yang menggendong nya keluar dari kapal.
kian hanya memperhatikan dari jauh maira yang masuk ke dalam mobil bersama keluarga nya, tanpa tahu kalau kekasihnya itu terluka.
"kalau masih sakit nanti periksa saja ke dokter Mai, khawatir luka nya infeksi !"
Maira hanya mengangguk, dalam hati tak henti memikirkan kian yang tanpa kabar.
__ADS_1
bersambung.
terimakasih yang sudah mampir, ayo dukung aku ya, dukungan para reader begitu berarti.😍😍😍