
Sesuai rencana siang itu kian melakukan operasi, Shira terus menemani kian.
Ia sangat menyayangi pria yang menjadi kakak angkat nya itu, Shira termenung mengingat percakapan nya dengan Shelomita.
"Shira, kamu sekarang sendiri... Mama lebih baik kian bersama kamu dari pada dengan Maira ataupun Rosa "
dulu Shelomita menentang hubungan keduanya karena memang ia memanfaatkan Shira untuk kepentingan pribadi nya, tapi kini Shelomita memilih Shira di banding dengan Maira, ia akan mewujudkan keinginan kian dulu. hidup dengan seorang yang menjadi cinta pertama nya.
"kamu mau kan sama kian, dia itu kan cinta sama kamu sejak awal... Mama juga sebenarnya menyesal karena kian jadi pembangkang setelah Mama menjauh kan kamu dari nya...!"
"tapi mah, sekarang keadaan nya sudah berbeda. Abang Ian cinta sama Maira!"
"ya Tapi Mama rasa kamu bisa mengubah nya, mengembalikan kian seperti dulu sebelum mengenal maira !"
Shelomita begitu bersikukuh dengan rencana nya, Memaksa Shira Untuk kembali pada masa lampau dimana keduanya saling mencintai.
Shira menghela nafas panjang mengingat percakapan nya dengan Shelomita, ia sendiri ragu untuk membuka kisah lama itu karena Kini ada maira dalam hati kian.
***
Weekend ini Maira akan kembali ke Indonesia sesuai rencana kedua nya akan menghabiskan waktu liburan bersama di Bali.
Abian langsung memberikan izin karena ia juga kangen pada maira, beberapa bulan mereka tidak bertemu.
bersyukur maira menurut pada Siva dan tidak pernah membuat ulah.
"kalian baik baik ya di sana, jangan nakal !"
ujar Siva senyum menasehati keduanya.
Maira dan Nico sudah menyiapkan semua keperluan yang hendak mereka bawa untuk pulang ke Indonesia.
Maira sudah tidak sabar kembali ke tanah air meskipun hanya satu Minggu, tapi itu cukup untuk melepaskan kerinduan nya pada tanah kelahiran nya.
"ya, mah....kita kan sudah besar !"
jawab Nico senyum.
Abian meminta mereka menggunakan pesawat pribadi karena khawatir dengan keselamatan maira, hingga saat ini Abian tetap menyuruh bodi guard untuk menjaga Maira.
setelah itu keduanya kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat, Maira berharap bisa menemukan kian di Indonesia, apapun keadaannya akan maira terima asal semua nya jelas.
Esok....
Setelah menempuh perjalanan panjang, kedua nya sampai di Indonesia.
Maira turun bersama Nico, tentu dengan penjagaan ketat.
Abian meminta Yusuf dan William untuk menjemput Maira di bandara karena ia tengah sibuk.
Maira celingukan ke kanan dan kiri mungkin saja kian berada di bandara itu, entah kemana atau dari mana.
"cari siapa ?"
__ADS_1
tanya Yusuf memperhatikan maira, Yusuf adalah orang pertama yang mengetahui hubungan nya dengan kian.
"mungkin enggak sih kalau aku ketemu dia di sini !"
"hm, udah punya yang baru kali kak!"
ujar Yusuf terkekeh melihat Maira yang langsung cemberut.
"sudah, ayo nanti Yusuf dan Om Nico bantu cari...!"ujar Yusuf tersenyum dan di anggukan oleh Nico.
mereka masuk ke dalam mobil menuju rumah, butuh waktu satu jam untuk sampai di kediaman Abian.
Maira memilih untuk memejamkan matanya selama perjalanan, hingga tak terasa ia sudah berada di rumah.
Maira langsung memeluk Zahira yang menyambut kedatangan nya, Abian sendiri saat itu belum kembali dari kantor.
"berapa lama kamu di Indonesia ?"
tanya Zahira , kedua nya berjalan masuk ke dalam rumah.
"satu Minggu, Mai mau cari kak Ian di sini!"
ujar Maira, ia tidak pernah menyerah untuk menemukan kekasih nya itu.
"ya sudah nanti Mama dan papah bantu kamu ya!"
Maira mengangguk lalu masuk ke dalam kamar untuk beristirahat setelah perjalanan panjang melelahkan.
**
Maira mendatangi galeri bersama Nico, karena selama kian pergi Deni yang mengurus galery.
"kapan datang Mai..?"
tanya Deni mempersilahkan Maira dan Nico untuk duduk.
"kemarin kak, gimana kak Deni udah dapatkan Informasi tentang kak Ian...?"
tanya maira langsung tak sabar.
"belum Mai, aku tak mendapatkan informasi apapun dari Keluarga kian, yang aku dengar mereka pergi ke Swiss tapi entah dengan kian. aku tak tahu dia ikut atau tidak karena aku sendiri tak di izinkan untuk berkomunikasi dengan orang rumah."
ujar Deni, beberapa waktu ini Deni juga mencari keberadaan kian namun tak membuahkan hasil.
Maira tertegun mendengar apa yang Deni sampaikan, mungkin kah kian berada di Swiss ? itu sudah menjadi titik terang untuk nya, tak ada salah nya kalau ia mencari kian ke Swiss ?
namun untuk satu Minggu ini maira akan menggunakan waktu nya untuk mencari kian di negara kelahiran nya.
"ya sudah terima kasih sudah membantu kak?!"
Maira beranjak dari duduknya lalu melangkah ke ruangan dimana keduanya menghabiskan waktu bersama.
Maira memeluk dirinya sendiri, rindu akan wangi tubuh pria itu, begitu lama keduanya berpisah, rasa rindu itu semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu.
__ADS_1
Maira menoleh ke arah lukisan mereka berdua, kian ternyata sudah menyelesaikan lukisan itu.
"mungkinkah kamu di Swiss kak, aku sangat rindu dan aku tidak pernah menyerah mencari mu!"
gumam maira menyentuh lukisan mereka berdua.
"kak, aku mau bawa Lukisan ini boleh ?"
tanya maira pada Deni, Nico hanya memperhatikan saja.
Nico menyimpulkan kedua nya begitu dekat, tempat ini menjadi saksi cinta keduanya.
"ya sudah bawa saja sebelum ibu Shelomita tahu...!"
Maira mengangguk, seperti nya Deni tahu bahwa Shelomita tidak menyukai maira.
gosip skandal antara kian dan maira juga sudah berlalu, Luna juga sudah bahagia dengan kehidupan nya tanpa kian.
kemudian maira pamit pada Deni, mungkin setelah seminggu ini ia akan pergi ke Swiss jika tidak menemukan kian di Indonesia.
"kita pergi makan siang dulu yuk!"
ajak Nico memasukkan mobil ke mall yang tidak jauh dari galery.
"pizza ya Ko !"
jawab maira dan di anggukan oleh Nico yang langsung menuntun tangan maira.
Dari jauh seseorang terus mengamati kedua nya, kebetulan sekali saat itu diva tengah berjalan jalan dengan adik nya.
Diva menyatukan alisnya saat melihat Maira tengah bersama seorang pria tampan, ketampanan nya hampir menyamai kian.
gegas diva mengejar langkah maira yang hendak masuk ke dalam restoran pizza.
"Maira...!"
panggil diva membuat maira menoleh seketika, dan melihat diva berjalan menghampiri nya.
"diva...!"
keduanya tersenyum lalu berpelukan melepas rindu.
"aku enggak nyangka bisa ketemu kamu di sini mai, aku kangen banget !"
ujar diva, kedua nya saling menggenggam.
Maira juga sangat merindukan diva, ia rindu kebersamaan mereka.
Maira tertegun mengingat Erlin, kedua nya bermasalah karena ia memiliki affair Dengan kian.
Diva senyum saat Nico tersenyum ke arah nya, "siapa Maira ya?"
gumam Diva dalam hati, memindai penampilan Nico yang begitu cool.
__ADS_1
bersambung..
happy reading 😍😍😍