
Beberapa hari berlalu.
Weekend ini orang tua Alfa berencana datang ke kediaman Abian untuk membicarakan tentang pernikahan Alfa dan Maira.
Sang mama tidak bisa menolak keinginan Alfa untuk menikah dengan Maira, apalagi sang papah mendukung Alfa dengan maira.
Zahira mengajak Maira ke butik membeli dress untuk acara tersebut, Maira juga mengajak diva.
Maira senang mendengar kabar Nico akan melamar diva akhir bulan ini, Ridwan dan Siva juga menyukai diva yang sederhana dan tidak neko-neko.
"bagus nih dress nya....?!"
ujar diva memperlihatkan dress cantik berwarna biru dengan corak bunga bunga.
"bagus.....!"
jawab Maira singkat, ia malah menilik beberapa jens keluaran terbaru.
Zahira memperhatikan Maira yang tersenyum sendiri, entah apa yang tengah di pikir kan nya.
Maira memilih beberapa jeans dan kemeja serta beberapa Tunik, untuk acara nanti Maira meminta Zahira memilihkan untuk nya.
"Mai, malah beli celana jeans sobek sobek !"
ujar Diva geleng kepala, Maira malah terkekeh kecil.
"ya sobek depan nya doang, lihat nih !"
"ampun nih keponakan !"
jawab diva, kedua nya terkekeh lalu memeluk satu sama lain.
setelah selesai berbelanja, Mereka mampir ke rumah makan yang tak jauh dari butik tersebut, Maira merogoh ponselnya yang berdering terlihat Alfa menghubungi nya.
"Halo.....bang!"
"kamu dimana ?"
tanya Alfa senyum di sebrang membayangkannya wajah calon istri nya itu.
"Baru keluar dari butik, mau pergi makan sama mama dan Tante diva!"
Maira terkekeh saat diva menepuk pundaknya.
"oh gitu, mampir ke hotel ya, bawain Abang makan siang !"
titah Alfa, sebenarnya itu alasan agar bisa bertemu dengan Maira.
"ya nanti Maira Mampir ke hotel...!"
jawab Maira.
"ya sudah Abang tunggu ya!"
setelah itu mereka mengakhiri percakapan nya, ketiga nya berjalan masuk ke rumah makan Padang tersebut.
Terlihat rumah makan itu ramai pengunjung, mungkin karena sebentar lagi jam makan siang.
__ADS_1
Karena terus memainkan ponsel nya maira tak sengaja menyenggol seseorang hingga barang bawaan nya terjatuh.
"maaf ya enggak sengaja !"
Ujar Maira langsung membeku melihat siapa orang yang berada di hadapannya.
kian.......
beberapa file nya terjatuh di lantai.
"Maaf aku.....!"
kian tertegun menatap wajah Maira.
"bang, ini laptop nya !"
ujar Shira yang menghampiri mereka berdua.
kian mendadak datang ke Indonesia karena ada urusan pekerjaan yang harus ia selesaikan.
terpaksa ia berangkat bersama Shira, tidak ada yang tahu kan kalau mereka sudah menikah siri karena kemana mana mereka selalu bersama sementara kedua nya tidak ada ikatan darah.
Kian akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Shira, mengubur nama Maira dalam benak nya terdalam.
"ini file nya, maaf saya tidak sengaja !"
ujar Maira menatap cincin yang tersemat di jari kian dan Shira.
keduanya memakai cincin yang sama, Maira tahu itu adalah cincin kawin mereka.
Maira menghampiri Zahira dan diva yang memperhatikan raut wajah maira tampak pucat.
"kamu enggak apa apa Mai ?"
Maira mengangguk kecil lalu duduk di kursi menghadap Kian dan shira yang melangkah keluar.
Bohong kalau hati nya tidak Sakit menerima kenyataan itu, kian benar benar meninggal kan nya begitu saja.
Maira berusaha untuk kuat, Ia tidak boleh menangis meski rasanya ingin sekali menangis.
"mah, Maira makan di hotel aja sama bang Alfa !"
Zahira paham maira tak akan kuat duduk lama di tempat ini.
"ya sudah kita bungkus saja lalu pulang !"
jawab Zahira mengusap punggung Maira.
Zahira Mengantar Maira ke hotel, ia dan diva memutuskan untuk pulang.
membiarkan mereka berdua, diva sendiri mengerti apa yang dirasakan oleh Maira, keduanya berpikir bahwa Alfa lah tempat maira pulang.
Maira menelpon Alfa dan mengatakan bahwa ia sudah ada di hotel,, Alfa langsung keluar dari ruangan nya untuk menjemput kekasih nya di bawah.
Maira sengaja menunggu Alfa di dekat lobi, Tak berselang lama Alfa datang menghampiri nya.
kalau dulu mereka tidak tahu Maira calon istri Alfa, tapi kini kabar pernikahan nya dengan Maira sudah terdengar oleh semua karyawan nya. tentunya mereka tahu tentang skandal yang pernah terjadi antara Maira dan kian, tak menyangka justru kini hendak menikah dengan bos nya, siapa perempuan yang tidak mengagumi sosok Alfa yang tampan dan ramah pada semua karyawan nya, patutlah hotel nya tidak pernah sepi karena Alfa juga memberikan pelayanan terbaik untuk costumer nya.
__ADS_1
"Mai.... ayo kita ke atas !"
ujar Alfa yang langsung menggenggam tangan nya.
Alfa memindai wajah Maira tampak pucat, Maira juga merasa tubuh nya lemas tak mampu menopang berat tubuh nya, pertemuan nya dengan kian kembali menguar rasa sakit yang kemarin sudah ia balut dengan sekuat tenaga.
Maira tak menyangka bahwa mereka bahkan sudah menikah.
"bang, aku lemes banget !"
ujar Maira tak sanggup lagi Menahan air matanya.
Alfa langsung mengangkat tubuh Maira dan membawa nya masuk ke dalam Lift.
Maira langsung menangis menyembunyikan wajah nya pada dada bidang milik Alfa.
Alfa yakin terjadi sesuatu pada Maira, tadi saat di telpon terdengar baik baik saja.
Alfa mendudukkan Maira di sofa menyandarkan tubuhnya pada dada bidang nya.
"Apa yang terjadi ?"
tanya Alfa menghapus air mata yang mengalir di pipi Maira.
Maira menggeleng kan kepala nya, ia benar benar merasa bersalah pada Alfa.
seandainya tak pernah ada kisah itu mungkin ia tidak akan terluka seperti ini, kalau saja ia tidak bermain api mungkin tak akan ada air mata memilukan.
Kalau saja ia menurut pada Abian mungkin tak akan merasakan sesak ini.dan kalau saja tidak pernah ada affair dengan kian mungkin orang orang tidak akan menatap nya miring, kenangan itu membekas membuat dirinya di pandang buruk oleh orang orang.
Alfa membiarkan Maira dalam dekapan nya hingga tak terdengar lagi Isak Tangis itu.
"Kamu bertemu dengan kian ?"
tanya Alfa, sebenarnya Alfa sudah tahu kalau kian sudah menikah dengan Shira, Deni yang memberi tahu nya saat mengurusi kontrak kerja yang sempat terbengkalai.
"Kamu boleh bicara apapun yang ingin kamu ungkapkan, entah itu rasa sakit, kecewa.."
Tambah Alfa membuat Maira tertegun, Alfa berbesar hati menerima keadaan nya. Ia tidak merasa kecewa saat Maira masih saja menangis karena kian.
Maira tertegun menatap wajah Alfa yang tersenyum kecil pada nya, entah bagaimana keadaan nya kalau tak ada Alfa.
seseorang yang begitu menyayangi nya dengan tulus, tak perduli seperti apa dirinya, bahkan Maira sudah pernah menyakiti nya.
Ia yang tetap tinggal meski sudah melihat semua kebrutalan nya, Ia yang tetap menggenggam meski berulang kali Maira menangis karena pria lain namun Ia tetap kuat menjadi sandaran, Cinta nya tak pernah berubah, kokoh seperti batu karang di Lautan.
tetap tegar meski berulang kali di terjang ombak.
"Maaf kan Maira bang !"
"Abang cuma Mau kamu sadar bahwa ada Abang Yang benar benar menyayangi kamu, bukan di saat melihat mu sempurna, tapi di saat semua kekurangan itu nampak...."
bersambung......
happy reading
😍😍💪💪
__ADS_1