
Maira menoleh ke arah Alfa yang tengah memperhatikan nya, pagi ini terasa indah bagi maira karena tidak bertemu dengan Alfa, berbeda dengan Alfa yang justru merasa kurang.
"gimana ini, apa kalian sudah memikirkan langkah selanjutnya ?"
tanya papa nya Alfa sambil senyum, maira sendiri tak menjawab, netra nya tertuju pada Abian.
"kita serahkan pada mereka saja...!"
jawab Abian tak ingin memaksa Maira karena khawatir maira nekat seperti ancaman nya tempo hari.
"kalau kamu bagaimana Al...?"
tanya sang ayah menoleh ke arah Alfa yang mendengar kan dengan seksama.
"nanti kita bicarakan berdua saja, ya kan Mai !?"
maira mengangguk lalu mengambil ponsel diam diam mengambil potret Luna yang tengah bermesraan dengan manager nya itu.
setelah itu mereka melanjutkan makan malam, tak ada pembahasan berarti.
maira lebih banyak diam, Abian dan Alfa juga lebih banyak membahas tentang bisnis.
"kalau kamu mau menginap lah di hotel ini, kami akan menyediakan kamar yang terbaik untuk keluarga pak Abian, besok sudah weekend..."
ujar papah Alfa dan di tanggapi senyuman oleh Abian dan Zahira.
"bagaimana Mai...!"
tanya Zahira.
"enggak ah, Mai mau pulang aja. ya kan de!"
sahut maira pada Yusuf yang hanya tersenyum.
"ya sudah tidak apa-apa, pergilah berdua dengan Alfa. besok kan weekend Mai !"
ujar papah nya Alfa, namun keduanya tidak menjawab, maira juga ada janji bertemu dengan kian.
"kalian ini kaku sekali....!"
seru Yusuf sambil terkekeh kecil lalu minta maaf pada sang kakak yang langsung melotot.
makan malam pun usai, Abian berpamitan pulang pada keluarga Alfa.
Alfa memperhatikan maira yang acuh terhadap nya, malah sejak tadi ia asyik Dengan ponselnya, di saat seperti ini Alfa berharap mereka bisa dekat, namun seperti nya ia harus berusaha keras mendapatkan hati maira.
"aku pulang ya bang!"
ujar maira pamit pada Alfa yang berdiri di hadapan nya, tampan memang tapi saat ini hati nya sudah tertawan lebih dulu oleh kian.
"kamu pulang sama aku aja !"
jawab Alfa dan di anggukan oleh Abian, gegas Alfa meminta asisten nya untuk mengambil mobil, maira menoleh ke arah mobil yang terparkir sedikit jauh Namun terlihat siapa pemilik nya, kian memperhatikan maira yang berdiri di samping Alfa, cemburu dan tidak rela kekasih nya bersama pria lain.
maira tertegun lalu menoleh ke arah Abian yang juga masih belum beranjak ke mobil.
__ADS_1
maira berpikir keras untuk mencari alasan agar tidak pulang dengan Alfa, tapi apa !?
hingga mobil mewah berhenti di hadapan nya, Alfa meraih tangan maira menuruni tangga lalu membuka pintu mobil.
ada rasa nyeri yang dirasakan oleh kian melihat maira bersama pria lain, kenapa keadaan tak lantas membuat kedua nya bersama.
gegas kian meminta Deni untuk menyelidiki tentang Luna dan juga Syam.
maira menoleh ke arah belakang, dimana mobil kian mengikuti mobil yang membawa nya bersama Alfa.
"ada apa Mai ?"
tanya Alfa menoleh ke belakang.
"tidak....!"
jawab maira lalu kembali fokus ke depan, ingin sekali rasanya loncat dan berpindah ke mobil belakang dimana kian berada.
tak lama mobil sampai lalu masuk ke halaman rumah, sementara kian melaju kan mobil nya meninggalkan rumah maira.
"HM, besok kalau tidak ada acara kamu mau ikut enggak, aku mau mancing pakai kapal pesiar !"
ujar Alfa saat maira hendak keluar.
"aku tidak janji karena aku masih punya tugas di kampus !"
jawab maira keluar dari mobil.
"ikut saja Mai, papah dan mamah Zahira juga pergi !"
maira hanya diam, lagi lagi ia tidak boleh menolak.
jawab maira lalu masuk ke dalam rumah, terlihat Alfa berpamitan pada Abian dan Zahira.
gegas maira masuk ke dalam kamar, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
maira merogoh ponselnya lalu menghubungi kian.
"kak, kamu Dimana ?"
tanya maira langsung saat kian mengangkat telponnya.
"aku di galery...ada apa ?"
tanya kian membuat maira tertegun.
"besok papah sama Alfa mau pergi mancing pakai kapal pesiar, kak kian bisa enggak ikut dengan kita....!"
"kamu ingin aku ada di situ ?!"
tanya kian senyum.
"ya, maira mengharapkan keberadaan kak kian...?"
"aku akan datang untuk mu Mai ?"
__ADS_1
"i love you !"
ujar Maira membuat Zahira tertegun, Alfa tadi kembali mengantar kan dompet maira yang terjatuh di dalam mobil nya.
Zahira kembali dan urung untuk memberikan dompet itu, dengan siapa maira telpon dan mengucap kan kata i love you.
"ada apa sayang, kenapa dompet nya masih ada di kamu ?"
tanya Abian memindai wajah Zahira yang tampak berpikir.
"enggak, pintu nya di kunci.
besok saja !"
jawab Zahira lalu masuk ke dalam kamar bersama Abian.
seperti permintaan maira, kian juga memesan tiket kapal pesiar untuk besok, seakan tak ada rasa takut kalau kalau mereka ketahuan.
rasa cinta itu seakan membuat nekat, kian juga tidak suka melihat kedekatan maira dan Alfa.
kian menoleh ke arah pintu, Luna menyembul masuk ke dalam kamar.
"aku kira kamu masih di galery ?"
ujar Luna senyum lalu merengkuh tubuh kian.
"aku belum mandi, bukan kah kamu tidak menyukai bau cat ?"
elak kian menjauh dari Luna yang langsung membeku.
*
Luna termenung mengingat percakapan nya dengan sang Mama tentang keinginan untuk berpisah dengan kian.
"apa yang kamu dapat jika bersama syam, dia itu jauh dari segala nya dengan kian, Jangan cari masalah, jauhi Syam jangan sampai kian mengendus hubungan kalian berdua"
ujar Wida membuat Luna terpaku, bagai mana Bisa ia berjalan sendirian saja, bertahan sendiri.
kian sendiri seperti nya sudah tidak berselera dengan nya, lalu apa yang harus Luna lakukan sementara ia ingin Syam.
kian masuk ke kamar mandi, Luna duduk di tepi ranjang dengan pemikiran nya sendiri, setelah weekend ini ia kembali terbang ke negeri Cina untuk show, mungkin lebih baik seperti itu menghindar dari pada menghadapi sikap kian yang semakin dingin.
ke esok kan hari nya....
Yusuf menghampiri kamar maira, sejak tadi di panggil namun maira tidak menyahut sementara Alfa dan yang lainnya sudah menunggu di depan rumah.
"kak maira, ayo cepat keluar..."
seru Yusuf berbarengan dengan maira yang membuka pintu.
"kenapa sih buru buru... orang masih ngantuk"
ujar maira, semalam ia tidur larut karena chat dengan kian.
gegas maira menghubungi kian namun urung khawatir ada Luna dan menimbulkan masalah tapi apakah kian sudah bangun, dia lupa atau tidak tentang rencana mereka di kapal pesiar.
__ADS_1
Alfa senyum saat Yusuf keluar dari rumah bersama maira, perempuan itu tampak cantik dengan Tunik berwarna putih dan celana jeans berwarna biru.
bersambung..