AGENT: Agent Of Mutants

AGENT: Agent Of Mutants
23. AOM in America?


__ADS_3

Malam ini akan kugunakan untuk berbaring santai saja di kasurku.


Aku sudah belajar untuk ulangan besok, sudah kupersiapkan semuanya..


Val sudah tertidur pulas di kasurnya, entah bagaimana bisa... padahal dia sudah tidur siang tadi... dan dia bisa tidur lagi di jam 9 malam ini.


Aku memutuskan untuk membuka laptop-ku yang belum pernah kupakai.


Aku berinisiatif untuk mencatat beberapa nama target yang aku dan agen lainnya hadapi tadi. Ya aku sempat bertanya kepada mereka (teman agenku) satu persatu dan merekamnya memakai pulpen perekamku.


Tapi, tolong siapapun… suruh Nancy untuk tertidur sekarang juga!!


Tidak mungkin kan, kalau aku mencari informasi dengan laptop-ku tentang orang asing dan dengan bantuan pulpen perekam suara.


Aku sangat ingin mencari informasi sekarang!


Jadi tolonglah... Nancy... tidur!


"Hoamm..."


Nancy mulai menguap dan menghasilkan mata yang berair.


Ya!! Bagus! Ayo tidurlah!! Cepat!!


"Tidaak… Tidakk... aku tak boleh tertidur, pr-ku masih belom selesai!" gumamnya seraya berjalan ke arah meja di samping tempat tidurnya, lalu mengambil secangkir kopi dan berjalan lagi ke meja belajarnya.


Oh gosh!


"Sudah mengantuk ya?" Tanyaku.


Aku menyembunyikan laptop dan pulpen perekam suaraku di dalam selimut.


"Gak kok." ujarnya seraya menoleh dengan mata yang masih berair. Jelas saja dia berbohong.


"Kalau sudah mengantuk gak usah dipaksakan."


"Gak kok gak apa-apa, lagipula dikumpulnya besok, jadi gak bisa ditunda." katanya.


Astagaa..


"Biar aku saja, aku masih belum mengantuk kok... lagipula materinya sama, kan?"


Jangankan membantunya, pelajaran apa yang dia kerjakan saja aku tidak tahu..


"Gak usah, Claire makasih.."


Tadi, perempuan yang sedang diajak mengobrol oleh salah satu target-ku juga begini... Keras kepala... tapi saat aku menyelipkan kata 'Jack' dia langsung pergi sebelum disuruh.


Apa ini akan mempan untuk Nancy?


Ya, kenapa tidak kucoba saja?


"Oh iya! Nancy... kamu OSIS ya?"


"Hah? I-iya... kenapa?" ucapnya bingung.


"Tadi... saat di bazaar itu, Jack yang menghampiriku, katanya dia punya tugas untukmu pagi hari nanti, kalau gak salah... untuk memeriksa ulang detail-detail tempat yang tadi diisi bazaar."


"Ohh... gitu… ya..." katanya masih sambil menulis di buku tugasnya.


Wah, tak mempan ternyata!


"Iya.. eh!? Berarti kamu harus bangun lebih pagi dong besok? Aduhh.. sibuk yah jadi OSIS.."


Memang pasti melelahkan jadi anggota OSIS…


Maka dari itu…


Cepatlah tidur!!


Nancy menghela napas. "Iya sih, tapi-“


"Aku saja yang melanjutkan!" ucapku meyakinkannya.


"Aku… gaenak-“


"Enakin!" ucapku sambil mengontrol nadaku agar tidak menaik satu oktaf pun.


Aku tersenyum mantap kepadanya


Kurang meyakinkan apa lagi!?


"Ini… sedikit… lagi..." katanya seraya menulis dengan lebih cepat.


Aku mulai gemas, aku menghampirinya di meja belajarnya dan melihat... bahwa tugasnya masih banyak!


"Itu masih banyak lohh... sudah biar aku saja... kamu kalau besok datang pagi dating terlambat, nanti dimarahin.."


Ahh.. ayolahh!!


"Gak apa-apa nih?"


"Iya! Sudah tidur dulu biar besok gak telat!"


Akhirnya dia beranjak dari kursinya dan berjalan ke kasurnya. Aku menduduki kursi yang tadi didudukinya.

__ADS_1


Aku mengambil pulpen dan mengerjakan tugasnya yang belum selesai.


Sesekali aku menoleh ke arahnya memastikan apa dia sudah tertidur atau belum.


Ternyata dia belum tertidur dan malah bermain game di ponselnya.


"Nancy...." aku menatapnya dengan tatapan datar.


"I-iya... iyaa..." ucapnya lalu mematikan ponselnya dan meletakkannya di meja di sebelah kasurnya.


"Susah kan? Mangkanya biar aku saja." ujar Nancy bersiap bangkit lagi dari kasurnya dan menghampiriku.


"GAAK!! Gak... tidur saja... sudah malam ini, besok kamu telaaaaat!" Ujarku dengan mengangkat tanganku menjadi gerakan 'stop' ke arahnya.


"O-oke..." ia kembali berbaring di kasurnya.


Dan…


Tertidur…


Aku dengan antusias bangkit berdiri dari meja belajarnya dan meninggalkan tugasnya yang sudah selesai itu.


Mudah, apanya yang susah?


Sekali lagi aku berjalan dengan sedikit mengendap-endap ke arahnya untuk memastikan bahwa dia sudah benar-benar tertidur.


Aku memukul-mukul pelan pipinya.


Yap! Bagus! Dia sudah tidur!


Aku langsung bergegas ke kasurku dan mengeluarkan laptop dan pulpen perekam suaraku dari kasur.


Aku menyalakan laptop-ku dengan antusias.


Karena sedari tadi aku sangat ingin mencari informasi tentang target-target atau orang suruhan si penjahat yang tadi kita hadapi... tetapi dihambat oleh Nancy.


Yah... ya sudah lah..


Saat laptopnya sudah menyala, aku menancapkan USB-ku.


USB khusus untuk mencari informasi seseorang, bahkan aku bisa saja menjadi hacker! Hahaha.


Lalu aku menyalakan pulpen perekam suaraku dan mencatat nama-nama target yang diucapkan Kim, Val, Rylan, Jack, dan yang lainnya.


Ya... kira-kira... ini seperti wawancara yang kurekam dengan pulpen perekam suara.


Chloe Everly -Targetku


Alvino Joe -Targetku


Reina -Target Valerie


Mark Willore -Target Jack


Gio Adlen -Target Jack


Ken Edward -Target Zav


Anna Pavin -Target Zav


Emma Dieve -Target Rylan


Dan masih ada 19 target lagi yang tak dapat terdeteksi.


Kimberly bilang, dia belum sempat menghabisi satupun target... karena dia melihatku di rooftop, dia jadi panik hahaha… maaf.


Aku mencatat kesimpulan itu di memo laptop-ku, lalu aku mulai mencari informasi satu-persatu tentang mereka.


Mulai dari Chloe Everly.


¤¤¤


Nama: Chloe Everly


Lahir: 14 Juli 2000, New York, Amerika Serikat.


Kebangsaan: Amerika Serikat


Tinggi: 1,64


Pendidikan: Robert Seaman Elementary School, H.B Thompson Middle School, -


¤¤¤


Oke.. SD nya saja sudah Robert Seaman.. sekolah terbagus di New York.. SMP-nya pun juga sudah elite.


Omong-omong.. memang iya sih.. dari wajahnya, tadi dia memang terlihat seperti orang Amerika.. pantas saja.


Oh iya! Target-ku yang satunya juga berwajah Amerika!


Lanjut..


¤¤¤


Nama: Alvino Joe

__ADS_1


Lahir: 1 Maret 1999, Chicago, Amerika Serikat.


Kebangsaan: Amerika Serikat


Tinggi: 1,82


Pendidikan: Abraham Lincoln Elementary School, Northwest Middle School, -


¤¤¤


Dari Amerika juga toh ternyata..


Eh.. tapi.. kok Senior High School nya tidak tercantum? Aneh..


¤¤¤


Nama: Sheren Yera


Lahir: 21 September 2001, Washington D.C., Amerika Serikat.


Kebangsaan: Amerika Serikat


Tinggi: 1,67


Pendidikan: Haycock Elementary School, Macfarland Middle School, -


¤¤¤


Nama: Reina


Lahir: 28 November 2000, Los Angeles, Amerika Serikat.


Kebangsaan: Amerika Serikat


Tinggi: 1,65


Pendidikan: Carver Elementary School, Huntington Middle School, -


¤¤¤


Nama: Mark Willore


Lahir: 1 Juli 1998, New York, Amerika Serikat.


Kebangsaan: Amerika Serikat


Tinggi: 1,86


Pendidikan: Edgewood School, Herricks Middle School, -


Oke cukup!


Dari data-data tadi, hanya satu yang dapat aku simpulkan..


Mereka semua berasal dari negara yang sama, Amerika Serikat.. dan tidak tercantum nama sekolah menengah atas mereka..


Maka dapat disimpulkan..


Mereka bersekolah di satu sekolah yang sama, di Amerika, dan pastinya sekolah itu bukan sekolah biasa..


Logikanya, mereka adalah orang suruhan si penjahat itu, dan dia tidak mungkin memilih orang sembarangan, dia pasti memilih dari orang-orang yang bersekolah.. khusus di bidangnya... agen intiligen.


Sebenarnya, yang membingungkan adalah... jika memang mereka bersekolah di AOM Amerika, lalu mengapa si penjahat itu menyangkut-pautkan pihak AOM Amerika?


Mereka bekerjasama? Sangat tidak mungkin!


Tidak mungkin AOM justru bekerja sama dengan penjahat itu!


Ini rumit.


Aku akan memikirkan itu lagi besok.


Karena sekarang aku sudah ikut mengantuk juga.


Aku melihat jam di laptop-ku.


22.55


Ah, aku akan tidur…


Melupakan semua yang terjadi hari ini.


Lelah dan kesusahanku akan hilang besok pagi.


Itu bagus.


○○○


"Dia sudah mengetahuinya, cepat atau lambat, hari itu akan terjadi, kita harus siap.”


Ia tertunduk lesu. “Tapi…”


“Kenapa?!”


Aku tahu raut wajah seperti itu menandakan apa...

__ADS_1


Ketidakmampuan.


__ADS_2