
Sedikit lagi...
... dan...
... YUP! SUDAH!
Aku membuka mataku, melihat aura putih ini kembali masuk ke dalam tubuhku. Tentu saja aku tahu!
Dan di sini lah Alexa, terkulai tak sadarkan diri untuk yang kesekian kalinya.
“Kenapa Alexa terus yang jadi korban, sih?” ujarku sambil menahan tawa.
Iyaa! Aku tahu tak seharusnya aku begini, tapi... aku hanya kasihan.
Jack ikut berjongkok di sampingku, “Ayo, lanjutkan. Kok malah terkekeh?”
Aku langsung memasang wajah datar lagi, oke-oke, fokus!
“Ayo Ubi, cepat.”
Aku tersentak, WAH PENCEMARAN NAMA BAIK!
"Ubi? Namaku itu Claire, uban!" Ucapku, lalu mulai mengambil posisi duduk di sebelah Alexa untuk melakukan healing-ku padanya.
Aku membiarkan tanganku mengambang sedikit jauh di atas dada Alexa dan memejamkan mataku untuk berkonsentrasi.
Tarik napas...
Buang...
Satukan semua energimu Claire...
Dalam hitungan ketiga healing-ku harus keluar.
Satu..
"Habisnya, rambut ungu norak gitu... bawahnya doang lagi, mirip ubi." ujar Jack
menghancurkan SELURUH konsentrasiku.
"AH DIAMM!"
CK MENYEBALKAN SEKALI SIH DIA.
HARUS KUULANGI LAGI KAN DARI AWAL!
HHHHUFFT... sabar claire...
Tenang...
Jangan marah... tenang...
Kupejamkan lagi mataku.
Baiklah..
Tarik napas...
Buang..
Hhhuftt..
Aku mulai merasakan energiku mengalir dari seluruh tubuhku ke kedua telapak tanganku yang sudah siap diatas Alexa.
Satu..
Dua..
"Iya iyaa ini diam."
"AAAHH SHITT PERGI KAU KELUAR SANAAAA!!" Aku berdiri, lalu mendorongnya keluar dari sini.
Dia pasrah kudorong-dorong sampai di ambang pintu toilet.
HAHAHAHA.
"PFFTT-"
Eitss kenapa aku tertawa? Kan aku sedang marah!
"Dah sana ke kelas! Gak usah ganggu!" Ucapku lalu menutup pintu toilet.
Hufft... aku kembali menyelesaikan healing-ku ini.
Aku duduk lagi di sebelah Alexa sambil menenangkan diriku, lalu memejamkan mataku.
Hhhuftt...
Satu..
__ADS_1
Dua..
Aku merasakan aliran energiku sudah sampai pada telapak tanganku.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu (sebelum si uban datang dan mengacaukan ini lagi) aku cepat-cepat mendekatkan telapak tanganku di atas tubuh Alexa.
Aku merasakan kekuatanku keluar perlahan... dan masuk ke tubuhnya.
Lama-lama tubuhku terasa lemas.
"C-claire."
Aku membuka mataku dan melihat Alexa sudah sadar, raut wajahnya tenang.
Aku cepat-cepat menurunkan tanganku dan menyembunyikan kedua tanganku di belakang
tubuhku.
Astagaa! Alexa melihat apa yang kulakukan tadi? Apa dia melihat kekuatanku?!
Tapi, kenapa raut wajahnya biasa saja?
Eumm.. sebentar..
Sepertinya aku dejavu..
"C-claire."
Hmm... kenapa aku merasa dia pernah mengatakan itu sebelumnya? Dia mengatakannya dengan terbata.. tetapi dengan wajah takut.. tak seperti sekarang ini...
Hmmm... memang pernah ya?
OH!
WAKTU ITU DIA SEMPAT INGIN BERBICARA BERDUA DENGANKU KAN?!
Dia ingin bertemu denganku pulang sekolah.. tepat setelah kejadian saat aku kehilangan kendali dan hampir mencelakakan salah satu perempuan karena dia merusak kalungku...
Tunggu...
Berarti...
DIA SUDAH LIHAT SEMUA KEKUATANKU?!
Aku menatap Alexa lagi tak percaya...
Dan wajahnya masih sama... tenang.
"Gak apa-apa Claire, jangan panik... aku gak bakal kasih tau siapa-siapa kok." ujarnya dengan seulas senyum manis.
Rahangku terjatuh, aku melongo.
"J-jadi kamu benar sudah tahu?"
"Iya... pertama kali, waktu dikelas, kamu sedang sangat marah waktu itu, iris matamu berubah menjadi merah tua, terus ada aura merah... yang... eum... seram.." ujarnya lalu terkekeh.
TERKEKEH?!
Aku semakin melongo.
Kok Alexa tak melempariku dengan batu?
Meneriakiku ‘Monster!’?
Kenapa wajahnya sama sekali tak tersirat ketakutan?
"A-aha-ahaha.. i-iyaa..." ujarku.
Aku benar-benar tak tahu harus menjawab apa.
Tapi, bagaimana bisa?
Bukankah Val dan Kim sudah bekerja sama untuk mengembalikan keadaan agar normal kembali?
Dan seharusnya... Val sudah menghapus ingatannya, kan?
"Terus yang kedua, ya... barusan." Ujarnya dengan santai.
"Lexa! Aku bener-bener minta tolonggg... jangan kasih tau siapa-siapa, kamu bisa kupercaya, kan??"
Bagaimana kalau Jack sampai tahu?!
Semoga dia tak menguping...
"Iyaa pasti kok... tenang aja, Claire." ucapnya sambil tersenyum.
Aku menghela napas. Sial sekali aku. Bisa-bisanya ketahuan..
"Terus, kok kamu bisa pingsan begini?" tanyaku mengalihkan topik.
__ADS_1
"Ohh ini... seingatku, tadi ada seseorang yang menepuk pundakku... terus habis itu, gelap.. mungkin aku langsung pingsan?" ujarnya dengan enteng.
Hanya ditepuk langsung pingsan? Seperti dihipnotis saja.
Tiba-tiba, pintu toilet ini dibuka oleh hantu...
Iya, hantu.
Siapa lagi?
Ck.
Si hantu ubanan menatap kami berdua dengan tatapan datarnya itu.
"Ngapain lagi sih?! Masih disini saja deh! Dibilang pergi saja sana!" Aku berdecak pelan.
Kebalikan denganku, Alexa malah menganga melihat Jack ada disini.
Ia mengangkat sebelah alisnya. "Berisik bi." Ia mengalihkan pandangannya pada Alexa, "Temannya Claire?"
Alexa tersadar dari lamunannya lalu tiba-tiba ia merapikan poninya sebentar, kemudian mengangguk.
AHAHAHA!
Apa aku tidak salah lihat? Dia salah tingkah di depan si hantu ubanan! Astaga aku ingin tertawa kencang!!
"Mata pelajaran pertama sudah mulai daritadi." Ujar Jack pada Alexa.
"O-oh iya! O-oke, Claire aku ke kelas yah! K-kak Jack, duluan." Ujar Alexa gugup, lalu berlari keluar.
LAHH!
"Ehh Lexaa!!" Teriakku.
Ah, percuma saja. Dia sudah keluar.
Ck, apa sih si uban jahat sekali... dia kan baru sembuh, masa langsung di usir...
Aku berjalan melewati Jack, berniat menyusul Alexa untuk kembali ke kelas.
"Hei, Ubi-"
"Apa!" Ujarku ketus.
"Santai Ubi, jangan nge-elpiji."
"Ck apa sih."
"Sini ikut." Lagi-lagi, ia menarik tanganku keluar dari toilet.
Aku mengadah, menoleh padanya. "Mau kemana, sih? Aku mengikutimu jadi bolos terus."
Jack menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya, "Sssh, bawel.”
Samar-samar, aku dapat melihat ia tersenyum tipis, lalu berjalan keluar. Dia membawaku turun dari rooftop. Melewati koridor-koridor, lalu keluar gedung sekolah...
Melewati taman sekolah...
Lalu gedung asrama...
Tunggu...
Kenapa ia membawaku ke gerbang sekolah?!
"Maaf aku tak bisa membawamu seperti Rylan." Ujarnya masih sambil menarik tanganku--tanpa menyakiti pergelangan tanganku--keluar gerbang sekolah.
Aku tak tahu apa maksudnya.
EH!
Tunggu...
"Ini mau kemana sih?"
Dia tak menjawab sama sekali. Ia malah menyalakan earzoom-nya dan berbisik sesuatu yang tak dapat kudengar.
Lah?
Kok aku tak bisa mendengar apa yang dikatakannya di earzoom?
Apa dia menggunakan earzoom khusus?
Itu earzoom yang hanya bisa untuk dua orang, orangnya siapa saja bisa di-setting.
Ia berbicara dengan siapa? Sampai *private *begitu...
Tiba-tiba, langit dan awan-awan di atasku bergerak sangat cepat dan semua orang di sekitarku bergerak dengan cepat.
Waktu!
__ADS_1
Waktu telah dipercepat!!
Berarti tadi ia berbicara dengan Kim, tapi untuk apa? Apa ia yang meminta untuk mempercepat waktu?