AGENT: Agent Of Mutants

AGENT: Agent Of Mutants
80. Individualism


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


[Author's POV]


Tiga hari telah berlalu sejak percakapan pribadi Jack dan Hera, kegiatan latihan mereka berlima berjalan baik, setidaknya sejak itu tak ada kejadian buruk lagi yang ditimbulkan oleh Hera. Gadis itu mulai bisa mengendalikan kekuatannya perlahan-lahan. Walau belum bisa disebut 'menguasai' kekuatannya, namun tetap lumayan.


Sementara itu, tiga hari yang telah berlalu itu telah digunakan Jack untuk berusaha mengakrabkan diri dengan keempat mutan yang akan menjadi rekan barunya itu.


Perubahan suasana di antara mereka sudah mulai terlihat. Namun, karena sifat dasar Jack memang dingin dan tertutup, jadi terkadang ia sendiri masih dengan tidak sengaja memberi suasana tegang, dingin, dan menyeramkan untuk keempat temannya itu.


Selain itu... hubungan Hera, Alex, dan Axelia juga semakin dekat. Bisa dibilang, mereka bertiga yang paling cepat jadi akrab dengan satu sama lain.


Jack yang selalu terbebani status 'leader' di pundaknya, juga terlihat berusaha berbaur lebih sering. Ia tahu jelas, sekelompok tim jika tak cukup dekat, mana bisa solid nantinya?


Alice adalah satu-satunya yang masih membentengi diri dari keempat temannya itu. Ia seolah memasang tembok untuk memisahkan dirinya dengan yang lain.


Sepertinya, yang akan banyak belajar mengenai pentingnya pertemanan adalah Alice nantinya.


"Hari ini kalian akan khusus latihan mengendalikan kekuatan." ujar Professor Ally, sambil melirik kelima orang di hadapannya satu-persatu.


Kelima mutan itu sudah berada di tengah lapangan, mereka mendengarkan instruksi Professor Ally terkait latihan hari ini.


Alice sedang melipat kedua tangannya acuh tak acuh sambil melihat ke arah lain. Jack di sebelahnya sedang mendengarkan Ally dengan saksama, tapi tanpa ekspresi. Axelia juga sedang memperhatikan Professor Ally, namun tak jarang ia teralihkan oleh wajah tampan Jack di sebelahnya. Sementara itu, Alex sama sekali tak mendengarkan, ia sibuk menanyai kondisi Hera yang ada di sebelahnya, apakah tidurnya baik? Mimpi apa semalam? Dan hal-hal basa-basi lainnya.


"Karena itu, hari ini kalian akan belajar penguasaan kekuatan super kalian selama 9 jam. Waktu istirahat hanya akan diberikan dua kali." ujar Ally lagi.


Cuaca bagus hari ini membuat matahari menyinari wajah mereka dengan lembut, dan tak terlalu terik. Kesempatan yang bagus untuk membuat mereka lebih akrab lagi, bukan?


Ally tersenyum miring.


Ia sudah merencanakan ini dari kemarin. Sisa waktu yang mereka miliki sudah tinggal sedikit, tetapi mereka berlima masih belum cukup akrab akan satu sama lain (lebih tepatnya, dengan Alice). 'Bagaimana kerjasama tim akan berjalan lancar kalau begini? Aku harus berbuat sesuatu.' ujarnya dalam hati.


"Tapi kali ini, aku akan membagi kalian ke dalam kelompok. Ada yang dua, dan ada yang tiga. Anggota kelompoknya akan kuganti setiap dua jam." lanjut Ally, membuat semua pasang mata menatapnya kaget. Bahkan Alice dan Jack.


Tak ada yang mengira kalau akan ada pembagian kelompok untuk melatih mereka.


"Tapi buat apa? Bukanya pakai pelatih pribadi seperti biasa sudah cukup?" tanya Alice bingung. Sekaligus tak terima.


Ally tersenyum tipis, "Kali ini tak akan ada pelatih yang membimbing kalian secara pribadi. Aku sendiri yang akan memperhatikan kalian dari sana." ujar Ally, menunjuk ke arah tempat duduk di ujung lapangan. Tempat ia akan mengamati kelima mutan itu nanti.

__ADS_1


"Woaahh! Ini sesuatu yang baru dong! Kita kan gak pernah latihan bersama!" ujar Alex dengan antusias, ia menatap Axelia, Jack, Alice, dan Hera bergantian.


Hera tersenyum, lalu mengangguk setuju. Sementara itu, Axelia tersenyum dengan semburat merah di pipinya. 'Semoga bisa sekelompok sama Kak Jack!'


Masih dengan ekspresi datar, Jack mengangguk singkat. "Baiklah." Diam-diam ia berpikir, mungkin saja ini adalah rencana Professor Ally supaya mereka semakin akrab dan mengenal satu sama lain.


'Kalau memang dugaanku benar...' Jack melirik Alice dengan ujung matanya. *'mungkin Alice juga sudah menebak maksud tersembunyi Professor Ally.' *ujarnya dalam hati. Menerka-nerka.


Ally tersenyum miring, puas melihat ekspresi Alice yang tampaknya semakin kesal sekarang."Untuk sesi pertama, Kelompok yang memiliki 3 anggota yaitu Jack, Alex, dan Hera."


"Yang berisi 2 anggota yaitu Alice dan Axelia." lanjut Ally.


Ally menyeringai. 'Hehehe... mari kita mulai dari Axelia.' ujar Ally dalam hati.


Flashback on...


"Bagaimana latihan hari keempat ini?" tanya Zen pada Ally. Pria itu sedang duduk di kursi kerjanya dengan santai, melipat kedua tangannya di depan dada, rileks sekali.


Ally yang sedang duduk santai di sofa luas di tengah ruangan kerja Zen, menoleh datar. "Yaa... gimana yah? Bagus sih... mereka punya potensi besar." jawab Ally seadanya.


Mendengar itu, Zen mengerutkan alisnya bingung. Ally memang tak pernah terlalu 'bersemangat' akan pekerjaannya, tapi ia tak pernah menunjukkan respon yang biasa saja seperti ini. Biasanya ia akan menjelaskan semuanya dengan rinci sampai ke akar-akarnya.


"Kenapa? Ada yang salah? Ada yang kurang dengan mereka?" tanya Zen penasaran.


"Belum puas karena..?" tanya Zen.


"Rata-rata dari mereka pintar, tapi juga individualis sekali..." Ally memijit pelipisnya. "Mereka akan melakukan misi terpenting di planet ini, melawan mutan yang sangat banyak. Mereka jelas butuh kerjasama tim." Ally menghela napas frustasi.


Zen terdiam, ia mengelus-elus dagunya sambil berpikir. "Hmm... wajar, Ly. Yang kau bimbing itu manusia ter-genius seduniaaa, tahu! Pasti sifat individualisnya sudah berakar kokoh dalam diri Alice." ujar Zen dengan senyuman tipis.


"Loh kok kau tahu yang kumaksud itu Alice?" tanya Ally.


Zen terkekeh keras, "Sama seperti ayahnya, yang adalah sahabatku dulu. Buah jatuh gak jauh dari pohonnya.."


Ally ber-oh paham. Ia hampir lupa fakta bahwa ayah Alice adalah sahabat Zen dulu.


"Kenapa kau tak coba pisahkan mereka jadi kelompok yang lebih sedikit? Paksa mereka lakukan pendekatan dengan Alice dengan cara itu." lanjut Zen.


Ally terdiam. "Aku... tak terpikir kesitu.."

__ADS_1


Sesaat kemudian, Ally baru menyadari seesuatu."Ah benar juga! Idemu brilian!"


Zen mengangguk bangga, seolah setuju dibilang 'brilian', walau memang iya, sih...


"Kalau mau kuberi saran lagi, mulai dari orang yang paling berhubungan baik dengan Alice, lalu akhiri dengan orang yang paling dibenci olehnya." ujar Zen dengan senyum simpul.


Flashback off...


... dan Axelia adalah orang yang tepat untuk memulai ini.


Sejauh pengamatan Ally, Alice hanya pernah berbincang singkat degan Axelia. Itu pun Axelia yang memulai duluan.


Jadi sudah diputuskan, mungkin Axelia adalah orang yang hubungannya paling 'lumayan' dengan Alice.


"Latihannya dimulai sekarang!" Ally memberi instruksi terakhir.


Jack, Alex, dan Hera berjalan beriringan ke arah lapangan di bagian belakang. Membiarkan Axelia dan Alice memakai lapangan bagian depan.


Terlihat Alex tetap berbincang dengan Hera walau sambil berjalan, sementara Jack akhirnya mempercepat langkahnya agar sampai terlebih dahulu.


Sementara itu, Axelia dan Alice juga sudah berjalan menuju lapangan bagian depan. Terlihat dari jauh bahwa Axelia yang lebih dulu menyapanya dan mengajaknya berbicara untuk mengurangi hawa canggung di antara mereka.


Alice meresponinya hanya dengan anggukan, atau gelengan. Terkadang ia berbicara singkat-singkat jika perlu. Tapi dari ekspresinya, sepertinya ia tak terlalu keberatan dengan pasangan sekelompoknya itu.


Benar dugaan Ally. Axelia adalah satu-satunya yang memiliki hubungan lumayan dengan Alice.


Ally tersenyum miring. "Ini baru pemanasan, supaya Alice mulai terbiasa meresponi orang." gumamnya.


"Setelah Axelia, Alice pasti akan mulai merasa iritasi dengan pasangan kelompok selanjutnya."


"Dan mau tak mau, ia tetap harus menerima itu. Selama dua jam." gumam Ally, dengan seringaiannya.


.


.


.


Selanjutnya, kita akan mengamati karakter Alice yang akan terus diasah. Jadi jangan benci dia dulu yaa! Hahahaha...

__ADS_1


(FYI, kegeniusan Alice dua tingkat di atas Kimberly) imagine with that kind of inteligence + team work\=


She will be awesome! 


__ADS_2