AGENT: Agent Of Mutants

AGENT: Agent Of Mutants
24. Kimberly's Oddity


__ADS_3

"Pagi semua!"


Aku sudah di kelas sekarang... entah mengapa hari ini kita (para agen) tidak membuat rencana apapun tadi pagi.


"Pagi jugaa... oh iya! Kamu sudah mengerjakan pr?"


"Sudahlaah! Lexa gitu loh!" ucapnya dengan wajah yang disombong-sombong kan. Hahaha.


"Iya… iyaa…" ujarku lalu terkekeh.


Lalu setelah duduk disamping Alexa, aku memutuskan untuk menghilangkan rasa bosanku dengan membaca novel yang pernah kupinjam dari perpustakaan.


"Ehh ehh... tahu gak, si Kimberly itu tadi kayak mau pingsan terus... kenapa sih dia?" ujar salah satu perempuan di belakangku.


Astaga.. pagi pagi begini sudah membicarakan orang.. hhh..


E-eh?


Kimberly?!


"Iyaa!! Tadi aku juga lihat dia pusing-pusing terus gituu sambil bergumam gak jelas."


Apaa?! Kim kenapa??


Astaga... aku khawatir terjadi apa-apa dengannya!


Apa penjahat itu yang menyakitinya?!


Aku bergegas berdiri dan berlari menuju pintu untuk mencari Kim.


"Ehh!! Claire! Mau kemana?"


Tanya Alexa seraya menahan tanganku.


"Aku mau mencari Kim, sudah ya aku pergi dulu!" Ucapku dan melepaskan genggamannya.


Lalu aku segera berbalik dan hendak berlari lag-


Bruukh


Astagaa!!


Ayolahh… disaat seperti ini mengapa aku harus menabrak orang?!


"Maaf aku buru-buru." ujarku tak mempedulikannya.


T-tapi, sepertinya aku mengenal aroma tubuh ini…


"Kimberly baik-baik saja, jangan cemas." ada seseorang berbisik di telingaku.


Aku juga mengenal suara serak ini…


"Jack?"


Dan yup! Tepat sekali!


Ah! Darimana dia tahu kalau aku sedang ingin mencari Kim?


"Mau kemana Claire? Tolong duduk sekarang." ujar wali kelasku, Bu Tiffany yang ternyata juga ikut masuk ke kelas bersamaan dengan Jack.


Ah, gagal!!


"Iya bu, maaf." ujarku dan kembali duduk.


Aish… Jack sok tau sekali sih! Nanti kalau benar ada apa-apa dengan Kim bagaimana!?


"Pagi anak-anak, tolong semuanya tenang… kakak kelas kalian, Jack, selaku ketua OSIS mau memberitahu sesuatu." Ia menoleh pada Jack yang sudah berdiri di depan kelas.


Aishh kalau Bu Tiff yang ada di kelas, aku gak akan bisa keluar, untuk apapun itu, bahkan untuk ke toilet. Itu sebabnya sebelum bel masuk kita harus ke toilet dulu..


Lalu Jack maju selangkah ke depan. "Pagi.. " ujarnya.


"PAAGIIII JUGAA!"


“PAGII, KAK!”


Aku refleks menutup telingaku.


Aish...


"Sssstt.. jangan berisik!" Ujar Alexa pelan namun masih terdengar seram.


Lalu Jack melanjutkan, "Jadi, saya mau merekrut dua murid untuk menggantikan dua OSIS yang keluar.. keputusan sudah dipertimbangkan semua anggota OSIS."


Seketika, semua murid disini (terutama siswi nya) langsung berdoa agar mereka lah yang terpilih.


Astaga.


"Alexa Cypher dan Kito Yoshikazu , kalian bergabung jadi anggota OSIS, ayo ikut ke ruang OSIS sebentar."


Kito Yoshikazu, ia adalah salah satu lelaki yang dimarahi Alexa waktu itu karena berisik saat main game di ponselnya. Sesuai namanya, ia memang berdarah Jepang. Sama seperti Alexa.


"Oke." ujar Alexa datar. Diam-diam, ia memutar mata malas. Aku tahu dia adalah tipikal orang yang malas ikut organisasi apapun, ia hanya ingin mempertahankan nilainya yang memang sudah A semua itu.


Lalu Alexa dan Kito berdiri dari kursinya dan berjalan kedepan.


Wahh langsung ke ruang OSIS ya mereka?


Eh?


Ruang OSIS... dekat kelas Kim kan?


Ah… padahal kalau aku ikut, aku bisa-


“Claire Harlyn?”


Eh? Bu Tiffany memanggilku.


“Iya, Bu?”


Di sebelahnya ada Jack, ia seperti sedang membisikkan sesuatu pada Bu Tiffany… heum.. apayang sedang ia bisikkan, ya?


“Claire, kamu juga ikut. Ada keperluan penting.”


E-EH??


Wah, kebetulan sekali!!


Aku berdiri, “Oke, Bu!” lalu menyusul Alexa dan Kito yang sudah di ambang pintu.


Saat aku melihat ke arah Jack, ia seperti tersenyum tipis. Eh? Apa mungkin dia yang meminta izin Bu Tiffany? Lagipula memangnya ada keperluan penting apa?


“Terima kasih, Bu.” Ujar Jack lalu menghampiri kita yang sudah di ambang pintu.


Tentu saja, murid perempuan di kelasku langsung berbisik-bisik dengan raut wajah lesu.

__ADS_1


Aduh, memalukan.


Setelah itu, Jack, Alexa, Kito, dan aku berjalan beriringan melewati koridor.


“Claire, kamu ada kepentingan apa memangnya?” ujar Kito tiba-tiba.


K-kok tanya aku?


“Uhm… itu…” aku menoleh pada Jack, karena aku sendiri tak tahu kepentingan apa yang dimaksudnya. Ck. “kepentinga-“


“Kalau gak terlalu penting, kita ke taman sekolah saja, yuk!” ujar Kito dengan senyuman manis.


Aku bingung harus menjawab apa. “Eeee… t-tapi-”


“Mana ada kepentingan yang tidak penting, bodoh.”


Ehh?


A-astaga…


Mengagetkan sekali. Jack tiba-tiba sudah ada di sampingku.


Kito yang sekarang menjadi di sebelah Jack, menatapnya kesal. “Kau panggil aku apa barusa-“


“Bodoh.” Jack menoleh pada Kito, “Kau, bodoh.”


Eeehh??


Kenapa sih dia? Nadanya dingin sekali… seram.


Aku seolah merasa seperti ada hawa gelap menusuk permukaan kulitku… hiiii... seram.


“Kenapa kau melihatku seperti itu?” ujar Jack lagi-lagi mengagetkanku. Ia mendekatkan wajahnya padaku. “Kau mau melihat keadaan Kim, kan? Sana pergi.” Ujarnya berbisik.


A-ah iyaa!


Benar sekali!


“Baiklah.”


Aku kabur…


Hehehe.


Aku menoleh ke belakang sekilas, Jack menatapku dengan dingin, matanya menatapku tajam. Lalu ia memalingkan wajahnya ke arah lain.


Ah ya sudah lah, aku sudah khawatir sekali dengan Kim. Aku bergegas menuju kelasnya yang sudah tak jauh.


Suasana keramaian langsung kudapat ketika sampai di depan kelas Kim, mungkin sedang jam kosong atau belum ada guru yang datang ke kelasnya?


Apapun itu, situasi ini memudahkanku berbicara dengan Kim sebentar.


Mataku menjelajahi seluruh ruangan kelasnya untuk menemukan-


AH! ITU DIA!


Yang kulihat adalah sosok Kim yang sedang berjalan ke arah pintu sambil sempoyongan dan benar... dia menggumamkan sesuatu!!


"Astaga... KIM!"


Saat aku ingin mengetuk pintu kelas ini untuk masuk dan menghampiri Kim, dia tiba-tiba hampir terjatuh, ya tepat sekali salah satu teman perempuannya menahannya.


Aku berlari menghampirinya tanpa mengetuk pintu -siapa yang berpikir akan mengetuk dulu disaat situasi seperti ini?- lalu segera membopongnya dari sisi kiri Kim yang kosong.


"Aduh dia kenapa??" Tanya teman yang menahan Kim tadi kepada teman di sebelahnya.


"E-eh? Kamu? Kok ada disini?" Ujarnya lagi dengan pandangan bingung ke arahku.


Dari tadi di depan mereka begini aku baru kelihatan ya? Apa aku invisible juga hah?


Hiks, miris…


"Aku Claire teman dekatnya Kim, gak usah dibawa ke UKS kok, emm.. dia.. hanya sakit kepala ringan, biasanya sih karena lagi datang... ya kan Kim?" Kim mengangguk disertai seulas senyuman di wajahnya yang sudah pucat. “Tuh, kan.” Ujarku dengan sedikit terkekeh canggung.


Improvisasi yang bagus.


"Ooohh begitu... ya sudah deh, tolong yaa Claire." ucap perempuan yang tadi menahan Kim sebelum terjatuh.


Tiba-tiba, seorang perempuan datang menghampiri kita. "Jadi gak ni?"


"Ehh si Kimberly kenapa itu?" ujarnya. Sepertinya dia adalah seksi UKS yang tadi dipanggil.


"Eh, ada Claire!"


"KIM KENAPAA?"


"Aku jadi dibutuhin gak?"


"Halo Claire.."


Aku tersenyum pada mereka, “Terimakasih yaa, tapi Kim baik-baik saja kok. Tak usah khawatir aku akan menjaganya.” Ujarku dengan seulas senyum lalu pergi sambil membopong Kim perlahan.


Dia jelas sedang tidak sehat.


Atau... sedang ada masalah?


"Ikut aku sebentar Kim, masih kuat jalan kan?" Tanyaku yang dijawab anggukan lemas nya.


Aku membawanya ke taman belakang sekolah untuk menyembuhkannya.


Eh?


Dia benar sedang sakit kan?


"Aarghh…"


"Kenapa?? Kamu kenapa?" Tanyaku panik saat melihat dia mengerang.


"Udah sampai, duduk dulu Kim ayo pelan pelan..." Aku membantunya duduk di sebuah kursi taman yang panjang ini.


Dia terduduk lemas, lalu tiba-tiba, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kamu… kenapa Kim?"


"Claire… " ujarnya dengan suara parau.


"Apaa??"


“K-kamu… sudah bisa… mengendalikan… k-kekuatanmu, kan?” ia masih menutup wajahnya.


"Kenapa bertanya begitu?” aku menyernyit heran. “Iya aku sudah bisa... memangnya… kenapa?"


Kim membuka tangan yang menutupi wajahnya sedikit, ia menatapku…


Tatapan itu…

__ADS_1


…ia seperti… ketakutan.


Aku mendekatinya perlahan, "Kamu kenapa, Kim?" ujarku dengan halus.


“B-bahkan jika kekuatan yang… sangat besar… me-“


Meoongg~


Seekor kucing lewat didepan kami berdua, lalu tak lama kemudian Kim mulai bergumam… aneh.


"I-i-ituu.. j-jalan ra..ya.. se-sebuah mobil...d-dan… ARGHH!!" Gumamnya lalu berteriak kesakitan dan memegangi kepalanya.


Dengan bingung, aku segera memajukan posisi tubuhku agar bisa lebih mendengarnya dengan baik. "Kim?"


"Tenang sebentar… Kim? Tenang.."


"AArghhh…" ia menutup wajahnya lagi. Ia terlihat sangat kesakitan.


Aku menengok ke sekelilingku, memastikan tidak ada orang, lalu aku membuka kedua telapak tanganku untuk mencoba mengeluarkan healing.


Aku memejamkan mataku sedikit lama saat healing-ku sudah mulai keluar agar energinya lebih banyak.


"Claire! Kamu lagi apa sama- ASTAGA!!"


Aku membuka mataku kaget karena mendengar suara Ruby di sini.


Aku terbelalak lebih kaget lagi saat melihat Kim sudah jatuh pingsan ke rerumputan di depan bangku taman ini.


"Eehh!? Kok pingsann??" ujarku lalu langsung ikut membantu Ruby membangunkan Kim.


"Sebentar." ujar Ruby lalu menekan anting birunya. Itu earzoom, memang dalam bentuk tombol kecil sebagai anting.


"Ruby masuk. Zav? Aku membutuhkan bantuanmu."


"Zav masuk, ada ap-"


"Ke taman belakang sekolah sekarang, tolong cepat!"


Setelah itu tak terdengar jawaban lagi darinya, mungkin ia langsung bergegas ke sini.


Ruby mematikan earzoom-nya lalu mencoba membopong Kim ke bangku yang tadi kita duduki.


"Claire, bantu aku."


"Eh iya-iya maaf." Aku langsung membopong di sisi kanannya dan Ruby di sisi kiri.


A-astagaa!!


"Dia kenapa?" Tanya Zav yang secara tiba-tiba sudah ada di depan kami.


"Dia-"


"Sini biar aku saja." potong Zav dan langsung menggendong Kim.


"Tolong bawa dia ke kamarnya, terimakasih ya." ujarku yang dijawab anggukan saja, lalu mereka berdua menghilang.


Ruby menghela napas, "Astaga aku kaget." ujar Ruby sambil duduk di bangku taman tadi.


"Emm tadi aku cuma berniat memberi healing padanya... karena dia seperti kesakitan-"


"Dan bergumam?" Potong Ruby dengan seulas senyum.


"I-iya.."


"Tenang saja Claire, dia bukan sakit."


"Hah? Bukan sakit? Lalu itu kenapa?"


"Umurnya akan genap tujuh belas tahun besok, dia kan pengendali waktu, jadi dia akan memperoleh kekuatan baru... yang keren! Tebak apa?"


Kekuatan baru?


"Emm... apa? Aku gak tahu..."


"Dia bisa melihat masa depan atau suatu hal yang akan terjadi sebentar lagi kepada makhluk apapun yang ada di dekatnya!" ujar Ruby antusias.


"Waahh! Kerenn!!"


"Iyaa kann, jadi dia sedang mencoba bekerja sama dengan tubuhnya untuk mulai menerima kekuatannya yang akan benar-benar diterimanya tengah malam nanti."


"Oohhh, karena itu dia jadi pusing dan lemas begitu?"


"Kurasa yang dialaminya sebenarnya lebih dari sakit kepala dan lemas, tapi tidak apa… sebelum keren harus berusaha dulu kan? Ahahaha!"


Ah… jadi begitu, ya?


Iya sih, keren sekali…


"Eh, omong-omong, kita bolos pelajaran loh!"


"OH IYA!"


"Eh aku gak deng hehe, kamu ke kelas saja sanaa... kamu tadi darimana tau aku disini?"


Aku jelas tidak membolos ;) berkat izin Jack tadi.


"Aku tadi disuruh wali kelasku mengambil sesuatu di ruang guru... lalu kebetulan aku melihat kamu dengan Kim, jadi aku kesini deh."


"Oohhh gituu, terimakasih yaa sudah menolong tadi.."


"Iyaa sama-sama, ya sudah Claire.. aku mau ke ruang guru dulu ya! Bye!"


"Oke deh, bye!"


Aku tidak berniat menyusul Alexa, Kito dan Jack ke ruang OSIS... aku sedang ingin sendiri saja berjalan-jalan di sini..


Suasananya sepi… jelas, semua murid pasti sedang belajar sekarang…


Membolos sesekali tak masalah, kan?


Eheehee…


Aku berjalan-jalan di sekitar taman, sampai sudah terlihat gerbang sekolah dan jalan raya.


BRAKK


Eh?!


Itu apa?


Seperti sesuatu yang berdarah di tengah jalan...


Aku mendekati gerbang untuk melihat dengan jelas.


Aku tersentak kaget saat melihat…

__ADS_1


… seekor kucing yang tadi lewat di depan aku dan Kim, sudah hancur dengan banyak darah di sekitarnya, dan sebuah mobil tidak jauh darinya sedang berhenti mendadak.


__ADS_2