
Diva yang di bungkam, akhirnya menggigit telapak tangan Aksara.
" Awww.... " Aksara mengibaskan tangan nya karena tak menyangka Diva menggigit telapak tangan nya.
" Siapa juga yang sudi jadi trending gosip bersama dirimu. Pria angkuh juga dingin, sangat bukan kriteria ku. " ucap Diva ketus
" Membuang waktu saja. Lihatlah, kamu bahkan merusak riasan ku. Lipstik ku harus berantakan karena ulahmu. " imbuh Diva akan berbalik meninggalkan Aksara. Berada dekat dengan Aksara lama lama,bisa membuat darah Diva mendidih kepanasan.
Aksara meraih lengan Diva sampai berbalik menabrak dada bidang nya. Jarak kedua nya sangat dekat bahkan tanpa jarak. Dengan percaya diri Aksara mencium bibir Diva dan menyesap nya.
Diva yang tak pernah membayangkan adegan ini, sudah seperti orang bodoh. Hanya bisa membulatkan matanya tanpa ada perlawanan, otak nya seperti berhenti untuk berfikir, begitu juga dengan dunia pun seakan ikut berhenti berputar. Apalagi Ciuman ini adalah ciuman pertama untuk Diva.
Aksara melepaskan tubuh Diva bersamaan dengan bibirnya yang menjauh dari bibir Diva. Aksara merapikan jas nya, lalu membisikan sesuatu di telinga Diva.
" Aku hanya membantumu merapikan riasan. Warna lipstik mu terlalu mencolok, tidak pas dengan gaun mu. " ucap Aksara sambil berlalu meninggalkan Diva begitu saja.
Diva yang baru sadar atas apa yang terjadi menyentuh bibir. Emosi nya kembali naik di atas rata rata sekarang. Diva mengepal kan tangan dengan erat dan menatap Aksara penuh kebencian.
Tanpa mendengarkan orang orang yang menyapanya, bahkan orang tua nya yang memanggil tak Diva hiraukan.
Diva berjalan menaiki tangga, kamar adalah tujuan nya saat ini.
Aksara melihat Diva yang terlihat menahan emosi menaiki tangga terseyum. Aksara sendiri tak bisa mengartikan senyuman nya, karena ia sendiri tak percaya, jika dia terlalu berani mencium bibir Diva begitu saja. Padahal dengan Vania pun ia tidak pernah melakukan.
Sampai di kamar Diva menutup pintu kamar nya, tak lupa ia mengunci pintu.
" Brengsek, memang siapa dia, berani nya menciumku begitu saja. " oceh Diva, kemudian mengingat kembali sentuhan bibir Aksara yang menempel di bibir nya.
" Jadi seperti itu, nama nya ciuman bibir. " gumam Diva
Seketika Diva menyadari kebodohan nya yang membayangkan ingatan ciuman nya tadi.
__ADS_1
" Aaaa....... Brengsek Aksara !!!! Beraninya mengambil ciuman pertama ku. " Diva berteriak sendiri di kamar, untung saja kamar nya kedap suara.
Setelah memaki maki Aksara, dan merutuki kebodohan nya yang diam saja saat di cium Aksara tadi, akhirnya Diva tertidur. Ia pun sampai tak membersihkan wajah, juga tidak mengganti gaun nya dengan baju tidur.
Tok....Tok....Tok.....
Terdengar pintu kamar Diva yang terus di ketuk berkali kali. Namun yang punya kamar belum bergeming. Ia masih tertidur pulas, tak menghiraukan ketukan pintu yang semakin keras, sampai akhirnya Diva terbangun.
Diva membenarkan gaun yang ia pakai, sebelum melihat siapa yang mengetuk pintu.
" Diva ..... Katakan alasan apa, yang akan kamu berikan untuk menjawab berita ini. " ucap Wiliam begitu pintu di buka oleh Diva. Karena semalam memang Diva mengunci nya.
Diva yang masih setengah terpejam pun hanya menatap ponsel Wiliam, yang belum jelas terlihat oleh nya.
Diva duduk di sisi ranjang, membiarkan Wiliam berkacak pinggang, menunggu penjelasan dari Diva.
Lama tak mendengar jawaban dari Diva, Wiliam pun bertanya kembali.
" Hemmm.... " ternyata memang Diva belum sadar dengan berita yang di bawa oleh Wiliam, hanya berdehem, karena mata nya masih terpejam.
William pun memperlihatkan ponselnya di hadapan wajah Diva.
" Lihat Nona Diva Lea Arsyad, coba Anda jelaskan maksud foto ini, agar aku bisa memberi penjelasan pada awak media. " ucap Wiliam kemudian.
Barulah Diva menoleh, dan melihat jelas sebuah foto di ponsel Wiliam.
Diva pun meraih ponsel Wiliam dari tangan nya dan melihat juga membaca berita yang menjadi trending topik di berbagai infotainment.
" Oh my God !!! Bagaimana bisa ada foto seperti ini. Wiliam, bagaimana ini? " tanya Diva menatap Wiliam
" Jika kamu bertanya padaku, lalu aku bertanya pada siapa. Kamu yang berbuat, kenapa justru bertanya padaku. " jawab Wiliam
__ADS_1
" Ini tidak seperti yang kamu bayangkan. " jawab Diva membela diri
" Memang kamu tahu, aku sedang membayangkan apa. " ucap Wiliam
" Wiliam aku serius, ini tidak seperti yang......... ah sudahlah, yang jelas memang tidak terjadi apa apa antara kami. " Diva terlihat cemas. Ia tidak menyangka jika adegan ciuman semalam tertangkap paparazi.
" Cepat bersihkan dirimu, kita ada pertemuan dengan Tuan Aksa pagi ini. Lebih baik kita cepat berangkat sebelum satu keluargamu menyadari berita ini. " perintah Wiliam memperingati
Diva pun menurut, iq juga tidak mau di cevar banyak pertanyaan, karena ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa nanti nya. Karena memang antara diri nya dan Aksara tidak terjalin hubungan apa pun.
Sesuai kesepakatan, Diva dan Wiliam akan berkunjung ke kantor Aksara untuk melakukan kerja sama. Terlihat Diva memakai topi, masker dan rambut terurai sehingga tidak nampak jelas jika itu diri nya.
Diva memasuki ruangan Presdir, di sana ia dan Wiliam menunggu kedatangan Aksara.
Semula Wiliam masih membahas kerja sama yang akan di tetapkan. William seperti juru bicara bagi Diva, karena sedari sampai di kantor, tidak ada suara apa pun yang keluar dari bibir Diva. Begitu oun dari pihak Aksara, Alex lah yang selalu menjawab menggantikan Aksara.
Setelah mencapai mufakat, Diva menanda tangani kontrak kerja yang sebelum nya sudah di baca dan di pelajari oleh Wiliam dengan teliti.
Barulah setelah sudah selesai, Wiliam membuka percakapan tentang berita yang menjadi trending pertama. Yaitu foto keduanya yang tertangkap media. Klarifikasi apa yang akan di sampaikan di depan media, karena dari pihak media banyak yang ingin mengadakan konferensi pers.
" Anda tanya saja pada Nona Diva, bagaimana baik nya. " ucap Aksara memancing suara Diva. Karena sejak tadi ia tidak membuka masker nya.
" Bagus sekali....Anda yang berbuat, saya yang harus memikirkan jalan keluar nya. " ucap Diva emosi
" Baiklah, bagaimana jika kalian mengaku sebagai sepasang kekasih yang sudah bertunangan. " ucap Alex menengahi
" Aku bertunangan dengan Dia ??? ' ucap Diva mwremehkan dan menunjuk Aksara, dan Aksara oun menggengam tangan Diva erat, Diva bersi keras ingin melepaskan namun Aksara tidak melepaskan. Aksara justru mendekatkan wajahnya dengan Diva, sontak Diva pun memundurkan wajahnya, menjauh dari wajah Aksara.
" Menurut Anda, apa saya tertarik bertunangan dengan Anda. Itu hanya gagasan Asisten saya, jika Anda keberatan tak masalah. Toh pada dasar nya, semua itu tidak bermasalah dengan hidup saya. " ucap Aksara enteng. Diva yang mendengar pun panas, dada nya bergemuruh mendapat jawaban sinis dari Aksara.
Bersambung.......
__ADS_1
Author Minta dukungan Like, komen, Gift, juga Vote kalian ya...🥰🥰🥰. Bagi yang belum masukan di daftar Favorit bisa di tekan tanda Love nya ya.... Semoga hari kalian menyenangkan ♥️♥️♥️