Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 07 Kekesalan Aksa kebahagian Diva


__ADS_3

" Kamu........ Kenapa bisa kamu di sini?? " kata Diva sedikit berteriak karena terkejut.


" Pelankan suara Anda Nona. " jawab Aksa dingin. Aksa bersikap biasa saja karena memang sudah melihatnya tadi. Walau ia juga tidak menyangka bisa satu pesawat bahkan berjejer duduknya dengan Diva.


Diva melihat sekeliling dengan sedikit kaku, karena semua sedang melihat ke arah dirinya.


" Itu tempat duduk saya. Silahkan bergeser. " ucap Aksa tanpa ekspresi.


Diva melihat kursi sampingnya, barulah ia sadar, jika ia harus baik pada Aksa agar mau diajak tukar kursi duduk.


Diva memegang lengan Aksa, lalu berbicara lembut mengurangi intonasi suaranya.


" Begini Tuan Aksa..... Bisakah kita bertukar kursi. Aku takut jika naik pesawat. " ucap Diva memelas


" Singkirkan tangan Anda Nona. Saya jijik dengan sikap Anda. " ucap Aksa tanpa menjawab pertanyaan Diva


Diva melihat tangan nya yang sedang berada di lengan Aksa, berlahan mengambilnya.


" Saya tidak bisa Anda rayu, dengan cara seperti itu. Karena Aku bukan tipe laki laki yang tertarik dengan wanita seperti Anda. Silahkan bergeser. " jawab Aksa dingin


Diva menatap tak percaya Aksa, bagaimana bisa mulutnya sangat pedas terhadap nya.


" Ih sombong sekali diri nya. Lihat saja, kamu akan aku buat tertekuk lutut di hadapan ku nanti. Jangan panggil aku Diva Arsyad jika tidak bisa. " batin Diva


" Silahkan Nona. " Aksa masih datar, dengan mengisyaratkan dengan mempersilahkan dengan tangan.

__ADS_1


Diva melepas seat belt, lalu berdiri. Dengan jengkel ia berdiri, memberi jalan pada Aksa. Diva ingin bertukar tempat dengan Steven saja, ia tidak mau duduk berdekatan dengan Aksa.


Diva melihat Steven di samping jendela. ia ingin memberitahu keinginan nya pada Steven, namun ia urungkan karena ia melihat Steven duduk tidak nyaman dengan wanita di sampingnya yang sangat agresif. Jika di lihat dari penampilan wanita itu, seperti wanita nakal. Diva mendapatkan ide untuk membalas rasa jengkel nya pada Aksa timbul sebuah niat.


Diva mundur ke kursi belakang, tepat di samping wanita yang duduk berjejer dengan Steven. Diva membungkuk dan membisik kan sesuatu di telinga wanita itu. Semula, wanita itu menolak. Namun kemudian Diva membisikan sesuatu lagi di telinga wanita itu, yang kemudian di angguki.


Wanita itu berdiri dan maju bertukar tempat, dengan Diva yang membuat Steven melongo, dan heran. Kenapa bisa ?? itu yang jadi pertanyaan Steven.


" Steven, bisakah bertukar kursi? " tanya Diva tersenyum


" Of course. " jawab Steven dengan berdiri, memberi jalan untuk Diva, agar duduk di tempat nya , sebelum nya.


" Ahaha.... sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Rasain kamu Aksa, berani meremehkan aku. " batin Diva bangga, diri nya membayangkan wanita itu pasti akan, tidak tahu malu memeluk Aksa sepuasnya, membuat senyum Diva semakin melebar


Steven masih penasaran dengan apa yang di bisik kan Diva pada wanita itu, setelah memasang seat belt, Steven pun bertanya pada Diva.


" Aku bisikan, jika Pria di depan lebih tampan dari mu dan ingin duduk bersanding dengan nya , Pria itu sedikit malu jika bersama wanita, jadi jika dia lebih agresif, Pria tampan itu mau membalas menyambut nya, dan kalian akan melewati hari bahagia di dalam pesawat. " jawab Diva membuat Steven menahan tawa.


Keduanya tertawa dengan di tutupi telapak tangan, agar tidak menimbulkan kegaduhan. Mereka membayangkan jika wanita itu melakukan aksi heroik melebihi ia menggoda Steven tadi.


Steven melihat Diva tertawa, sangat cantik menurut nya.


" Bagaimana aku tidak semakin cinta pada mu Diva, kamu selalu membuat hari ku selalu berwarna dan bahagia. Semua tingkah mu, selalu membuatku tertawa. " batin Steven mengagumi Diva.


Terlihat ada Pengumuman jika Pesawat akan lepas landas. Itu tandanya Diva akan merasakan sakit telinga yang hebat. Ia berpegang kuat menutup telinga nya, dengan mata terpejam sangat erat karena ia juga takut. Melihat hal itu, Steven baru tahu, jika Diva setakut itu naik pesawat. Ekspresi Diva sangat jauh dari kata tenang seperti sebelum nya. Ia meraih kepala Diva dan mengusap pucuk rambut nya mencoba menenangkan.

__ADS_1


Akhirnya Pesawat sampai atas, Diva sudah mulai membaik. Ia pun menceritakan pengalaman nya, setiap naik pesawat. Ia selalu mencengkeram Wliliam jika akan naik dan turun Pesawat. Membuat Steven kasihan. Keduanya terlibat obrolan hangat, tak lama setelah nya, sudah seperti mayat hidup, yang tak ada tanda tanda kehidupan dari kedua nya. Ya, mereka sudah tertidur pulas satu sama lain. Dengan kepala saling menumpuk, kepala Diva yang bersandar di bahu Steven, kemudian kepala Steven yang menempel di kepala Diva. Tangan mereka pun juga saling bertumpuk tanpa mereka sadari. Saking terlalu nyaman nya, Diva tak merasakan sakit telinga saat akan mendarat. Dia masih terlelap dalam tidurnya, begitu pun Steven.


Aksa yang akan keluar, melihat sekilas dengan tatapan jengkel pada Diva. Ia semakin jijik dengan Diva, melihat pose mereka saat ini.


" Cih menjijikan sekali !! Begitu mudahnya memberikan tubuh nya untuk merayu. hanya untuk mendapatkan sebuah kursi. " batin Aksa kemudian mengambil tas diatas nya, kemudian ia berjalan menuju luar.


Sampai di bawah, Aksa menunggu tas di putaran tempatnya.Ternyata lumayan ramai antrian, Ia semakin jengkel karena wanita di sebelah duduknya tadi, masih saja menempel bak perangko.


Terlihat Diva dan Steven berjalan ke arahnya dengan tertawa tawa merutuki kebodohan mereka, bisanya terlelap dalam pesawat.


Kedua nya menunggu koper nya berputar di depan mereka.



Kedua nya, menahan tawa melihat, wanita yang tadi duduk di Aksa, yang masih saja menempel pada Aksa. Membuat rahang Aksa mengeras karena ia tahu ini adalah ulah Diva.


" Tunggu saja !! Jangan panggil aku Aksa Widana Pratama, jika tidak bisa membalas kamu wanita tengil. " batin Aksa menatap penuh kebencian pada Diva yang sama sekali tidak menghiraukan nya.


Untuk saat ini Aksa hanya bisa pasrah dengan keadaan, karena sang Asisten Pribadi nya Alex, tidak bisa ikut karena menggantikan dirinya mengurus Perusahaan yang sedang bermasalah.


Aksa dan Diva berpisah, karena Diva sudah di jemput oleh Kru yang lebih dahulu sampai. Sedangkan Aksa memilih pergi mencari hotel untuk tempat ia menginap.


Aksa melihat Diva pergi masuk mobil Alphard, di ikuti Steven. Sempat terlintas jika Diva hanya akan bersenang senang dengan Steven di Dubai ini tadi. Apalagi mereka datang berdua, dan terlihat kedekatan mereka selama di Bandara, sampai di Pesawat tadi. Namun saat Aksa melihat para Kru yang menggunakan kalung name tag, baru ia tahu jika mereka sedang akan melakukan prosesi Syuting film.


Aksa sendiri menaiki taxi menuju hotel, untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena siang ini juga ia akan melakukan pertemuan dengan Vendor Parfum di sebuah Restoran yang sudah di tentukan tempat nya oleh kedua nya, sebelum nya.

__ADS_1


Minta dukungan Like, Gift, komen, dan Vote nya ya..... 😘😘😘. Agar Author semangat untuk Update. Terima kasih ♥️♥️♥️


__ADS_2