Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 28 Antara Yang Menang dan Yang Kalah


__ADS_3

Aksara yang tahu di tatap tajam oleh Diva pun mensejajarkan diri merangkul pinggang Diva.


Mister Hazura yang melihat pun hanya bisa tersenyum tipis. Benar dugaan Aksara, ada raut sedikit kecewa tergurat di wajah Tuan Zura.


" Ah... Pantas saja, Aku melihat Tuan Aksara berbeda hari ini. Pasti Anda ingin memberi jalan untuk Istri Anda bukan. Anda memang suami yang benar benar bijak. " ungkap Mister Hazura


" Anda terlalu memuji Tuan. Terima kasih. Mohon bimbingan Anda untuk istri saya ke depan nanti. " ucap Aksara dengan sedikit menunduk dan senyum tipis tanda menghormati.


" Pasti... Pasti. " jawab Mister Hazura


" Beruntung sekali Anda Nona Diva. Saya ucapkan selamat untuk kalian berdua. Kalian adalah Pasangan yang sangat serasi. " ungkap Mister Hazura tulus. Walau ada rasa sedikit kecewa, namun Mister Hazura dapat menetralkan kembali.


Mister Hazura pun berjabat tangan tanda menghormati, dan juga ucapan selamat kepada keduanya.


Begitu selesai, sudah di pintu luar, Diva berusaha menyingkirkan tangan aksara yang melingkari pinggangnya dengan kokoh.


" Singkirkan tangan kotormu, dari tubuh ku. " ucap Diva. Ia tidak mau terlibat skenario Aksara, yang mungkin bisa membawa diri nya dalam lingkup jatuh hati pada Aksara.


" Kenapa ?? Apa Kamu kecewa tidak bisa menggandeng Tuan Zura untuk kau rayu, agar bisa memperluas jaringan bisnis mu. Selama Kamu masih menyandang status Nyonya Aksara, jangan mengotori nama kebesaran itu Nona Diva. " ucap Aksara dengan suara lemah lembut namun terkesan dingin, Aksara menatap wajah Diva yang dekat sekali dengan wajah nya sekarang ini.


Cup


Aksara mengecup bibir manis Diva, lalu melepaskan tangan kokohnya dari pinggang Diva. Kemudian Aksara pergi meninggalkan Diva tanpa salam sedikit pun memasuki mobil pribadi nya, di ikuti Mola sang sekretaris.


" Tsk....... "


Diva yang baru sadar di kecup Aksara, pun berdecak jengkel.


" Sialan, Ak ---------- "


" Divaaaa...... " panggil William mengingat kan, untuk tetap pada rencana awal nya.

__ADS_1


Diva pun mengerti, kemudian ia pun menarik nafas panjang dan menetralisir emosinya.


Diva masuk mobil nya, Sedangkan William yang mengemudi.


" William, aku tidak nyakin bisa menjalankan misi kita. Apa kamu tidak lihat tadi, Aksara bre**sek itu selalu saja berbuat sesuka hati nya. Aku juga heran, kenapa orang tua ku, lebih percaya dia di banding anaknya sendiri. " saking emosi nya Diva meluapkan kekesalan nya pada William.


" Tahan saja Diva. Anggap saja dia hanya serangga yang menyukai mu. " jawab William sekena nya.


" Mengakui istri di depan Relasi, Cih... " ungkap Diva masih saja jengkel mengingat kelakuan Aksara yang memperkenalkan status diri nya di depan Tuan Hazura.


" Sudahlah, berikan aku jadwal pemotretan dan syuting ku. " pinta Diva ingin melupakan kejadian hati ini.


" Apa kamu lupa ??? Sekarang Manager adalah Aksara, suami mu sendiri. Dan Aku dengar Aksara membatalkan seluruh taken kontrak yang sudah kamu tanda tangan itu secara sepihak. Ia berdalih Kamu akan hengkang dari dunia hiburan. Ia bahkan sudah membayar pinalti secara cash. " ungkap William


" Appaa ???? "


" Ya Tuhan.... Dosa apa yang hamba lakukan di waktu lalu, sampai aku mendapat pendampingan seburuk Aksara. " gerutu Diva frustasi


" Justru Tuan Arsad lah yang menjadi juru bicara, Aksara. " jawab William enteng seolah tidak mau tahu urusan Diva


" Oh... God. Tidak mungkin Papa lakukan ini. Apa Papa tidak menyadari, jika ini sama saja dengan menjual anak gadis nya pada pemuda bre**sek. " gerutu Diva


" William, antar kan aku ke kantor Aksara sekarang juga. Aku harus buat perhitungan dengan nya. " perintah Diva


" Sudahlah Diva. Pekerjaan kita banyak. Jika kamu tersulut emosi seperti ini, justru bisa merusak rencana kita. Lebih baik kita segera ke kantor dan rayakan keberhasilan tender kita di kantor. Buat para karyawan kita nyaman bekerja di tempat kita. " William menyarankan.


Diva terdiam sesaat, ia mempertimbangkan usulan Wiliam.


" Oke. Mungkin begitu lebih bagus. " jawab Diva yang di balas senyuman oleh William.


****************************

__ADS_1


Aksara di dalam mobil menatap jalanan. Ada seulas senyum yang ia perlihatkan, namun untuk apa, ia sendiri tidak menyadari nya.


" Maaf Tuan Aksa, ini semua salah ku. Tidak seharusnya aku tledor, dan aku akan memperbaiki diri kedepan nya. " kata Mola melihat Aksa yang masih bisa tersenyum walau kali ini usaha nya gagal.


" E..Ehem.... "


Aksara berdehem, kemudian membenarkan jas nya yang masih rapi.


" Untuk kali ini aku maaf kan. Biasanya aku tidak ada kesempatan kedua dalam kamus hidup ku. " ungkap Aksara, kemudian menampakan kembali mode dingin di wajah nya.


" Apa itu artinya aku akan di pecat. " batin Mola kemudian menundukan kepala.


Ia takut jika saat ini ia masih menjawab, maka saat ini pula ia akan di pecat. Padahal Mola berpikir ini adalah kesempatan diri nya untuk mendekati Aksara. Karena selama satu tahun bekerja di Perusahaan Aksara, ini adalah pertama kali nya ia diajak untuk keluar mewakili Perusahaan.


Sebelum berangkat ia sangat percaya diri sekali, jika Aksara ada hati dengan dia, sehingga ia diajak keluar. Walau pada kenyataannya Mola hanya mengganti Alex yang sedang tugas ke luar negeri.


" Jika hanya bersaing dengan istri nya tadi, Aku rasa aku masih ada kesempatan untuk mendekati. Dia tidak terlalu cantik, bahkan dada nya tidak sebesar dengan milik ku. Tunggu saja Tuan Aksara, Aku akan membuatmu jatuh hati pada ku. " batin Mola


Sampai di Kantor, Aksara segera menuju ke ruangan nya. Banyak mata melihat iri pada Mola yang bisa berjalan beriringan dengan bos besar nya itu.


" Aksa....... Lihat lah, Aku bawakan bekal makan siang untuk mu. " ucap Vania dengan mendekati Aksara, menggandeng lengan Aksara.


Namun sayang nya Aksara sama sekali tidak menjawab, atau sedikit pun tidak merespon. Ia tetap masuk ke ruangan nya tanpa menoleh sedikit pun pada Vania.


" Datang lagi satu kucing betina penganggu. " batin Mola tak suka melihat kehadiran Vania. Mola berdiri mematung di depan ruangan Presdir dengan bodoh nya.


" Apa Perusahaan menggaji mu dengan menyuruhmu berdiri sepanjang waktu di depan raungan Presdir seperti itu!!! Cepat kembali kerja, sebelum Tuan Aksara melihat mu kemudian memecatmu. Kerja tak becus, bikin masalah saja. " ungkap Alex tanpa Mola sadari ternyata Alex sudah memperhatikan dirinya dari jauh.


Alex tahu dirinya di suruh pulang lebih awal karena ada masalah, dan bisa di pastikan jika tender kali ini tidak berhasil alias gagal, oleh sebab itu, dia akan di maki oleh Aksara saat ini.


Tok....Tok.....Tok....

__ADS_1


" Masuk !!!! " jawab Aksara, akhirnya buka suara. setelah berkali kali Vania mengajaknya bicara, namun tidak sepatah kata pun Aksara jawab.


__ADS_2