Aksara Diva

Aksara Diva
Bab. 61 Ania dan Arya berkunjung 2


__ADS_3

# 4


( Bab ke empat crazy Up hari ini. Minggu ceria untuk Reader agar bahagia....😘😘😘 )


Aksara menuruni tangga, di ikuti Diva di belakangan nya, masih dengan membawa gelas cangkir kosongnya.


" Aksara !!! Sopan sekali dirimu, kakakmu datang harus satu jam menunggu terlebih dahulu. " teriak Ania dari bawah.


" Ck.... Apa sih Kak, gak jelas banget. Seperti gak ada dosa gangguin pengantin baru. " jawab Aksara dengan raut wajah di tekuk.


" Apa katamu ?? Pengantin baru ??? Kamu menikah sudah hampir satu tahun. Apa masih pantas di sebut pengantin baru ?? " jawab Ania jengkel


" Kamu tanya Kak Arya saja, berapa tahun dia masih selalu menganggap pengantin baru. " ejek Aksara menatap Kakak iparnya yang duduk santai, tidak seperti Ania yang emosi, karena terlalu lama menunggu Aksara.


" Jangan tanya padanya. Anaknya sudah tiga pun dia selalu beranggapan pengantin baru. " jawab Ania jengah, sedangkan Arya yang sedang di bicarakan pun menaruh ponsel ke dalam saku, karena semula Arya memainkan ponsel. Arya menatap Aksara dengan pandangan yang sulit diartikan.


Diva sedikit takut melihat Ania yang marah marah tak jelas, karena tidak segera di sambut, namun begitu sampai di dekatnya, Ania memeluk dan mencium pipi kanan dan kirinya dengan senyuman tanpa aura kemarahan seperti yang di tujukan pada adiknya, Aksara.


" Aksara, kita perlu bicara. " kata Arya tanpa basa basi.


" Bicara di sini saja, kenapa harus menjauh. " protes Ania pada suaminya.


" Kita hanya membicarakan bisnis sayang. Kamu akan bosan jika ikut mendengarkan. Lebih baik kamu beritahukan hadiah yang kamu beli untuk Diva. " kata Arya dengan lembut dan mencium kening Ania, membuat Diva sedikit iri. Bagaimana tidak, Arya seorang pengusaha yang sangat dingin, namun sangat hangat pada istrinya, bahkan bisa di bilang takut. Berbeda sekali dengan dirinya. Justru Diva yang merasa sangat ketakutan jika Aksara meninggalkan dirinya.


Diva merasa ada sesuatu yang di rahasiakan dari dirinya. Sepertinya Arya dan Aksara tidak sedang membicarakan bisnis. Namun Diva tidak berani untuk ikut mendekat.


Ania pun mendekati Diva yang sedang melamun, menatap Aksara yang akan ke teras rumah bersama dengan kakak iparnya.

__ADS_1


" Tenang saja, Arya tidak akan menculik suami tercintamu. " goda Ania yang sontak membuat Diva bersemu merona karena malu.


Tak berselang lama, Ania dan Diva terlibat perbincangan hangat, sesekali terdengar suara tawa dari keduanya. Mereka sedang menyiapkan makan malam, yang sengaja Ania bawa. Ania mampir di sebuah restoran, dan memborong berbagai makanan, karena hobi Ania dan Diva sama suka makan.


" Jelaskan padaku, maksud ucapan mu Aksa. " kata Arya tanpa basa basi lagi, ketika mereka sudah berada di luar.


Aksara mengerutkan keningnya, mencerna ucapan kakak iparnya.


" Aksara, aku sudah berkata, jangan pernah sentuh Diva, selama satu tahun pernikahan kalian ini. Itu akan merugikan Diva, dan itu sama saja kamu mengambil keuntungan dari pernikahan ini. " kata Arya mempertegas ucapan awalnya.


" Aku tidak mengambil keuntungan. Kami melakukan itu atas dasar rasa saling mencintai. " jawab Aksara tenang.


" Appa?? " tanya Arya sedikit meninggi, membuat Diva penasaran, apa yang sedang Arya dan Aksa bicarakan. Karena terlihat raut jengkel dan kecewa di wajah Arya. Diva merasa ini semua ada hubungan nya dengan dirinya, namun lagi lagi Ania membuyarkan lamunan Diva dan mengajak berbicara lagi.


" Aku mencintai Diva, Kak. " jawab Aksara jujur


" Apa kamu sadar, kamu sangat melukai hati Vania di sini. " kata Arya sedikit emosi, karena bagaimana pun Vania juga teman baiknya.


" Aku tahu. Tapi apa yang aku rasakan dengan Diva, sangat berbeda dengan perasaan yang aku rasakan pada Vania, Kak. Aku sama sekali tidak tertarik untuk menyentuh Vania, aku menghormati dia, menjaga dia, jadi jika aku memilih Diva tidak ada kesalahan yang fatal yang aku perbuat. " jawab Aksara membela diri


" Tidak ada kesalahan katamu?? Aksara, Vania akan pulang bulan depan, dia bercerita dengan bahagia nya akan menikah denganmu. Dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Dia sangat berharap kamu menikah dengan nya. Dan jangan lupa Kamu yang mengejar cinta terlebih dahulu Aksa. " jawab Arya


" Lalu jika dia ingin menikah dengan ku, aku harus menikah dengan nya juga. Di dunia ini banyak wanita yang ingin menikah denganku, lalu apa aku juga harus menikahinya satu per satu?? " jawab Aksara


" Aku dulu memang mengejarnya, tapi dia juga sudah menghianati ku. Di belakangku dia berselingkuh. Bukankah sudah adil bagi kami. " tambah Aksara.


" Aksara, seharusnya kamu tidak memberi janji padanya untuk menikahinya dalam setahun ini. " kata Arya

__ADS_1


" Aku tidak berjanji. Aku hanya meminta waktu satu tahun tidak di ganggu. " jawab Aksara masih membela dirinya.


" Lalu setelah satu tahun kamu memutuskan begitu saja. " jawab Arya.


" Jangan pernah menyalahkan perasaan, Kak. Apa Kak Arya pikir, dulu kamu tidak menyakiti Alleandra. " jawab Aksara mulai mengungkit kesalahan Arya, untuk membela diri.


" Itu berbeda Aksa, aku tidak meminta waktu. Aku menikah dengan Ania, karena Alleandra lah yang memutuskan hubungan terlebih dahulu. " jawab Arya


" Sepertinya Kak Arya menginginkan aku bercerai dengan Diva?? Bagaimana jika aku memberitahukan pada Kak Ania, jika kamu memaksaku untuk menerima Vania. " jawab Aksara berbalik ingin masuk ke dalam rumah. Aksara sudah malas membahas Vania, karena memang rasa untuk Vania sudah benar benar hilang tak berbekas di hatinya. Rasa cinta pada Vania dulu,memang lain dengan yang ia rasakan pada Diva sekarang. Aksara bisa cemburu buta jika sudah menyangkut Diva bersanding dengan Pria mana pun.


" Aksa, bukan begitu maksudku. " kata Arya mencegah Aksara untuk masuk.


" Lalu ?? Kenapa Kak Arya seolah menyalahkan aku memberi nafkah batin pada istriku. Apa pun jalan yang aku ambil, itu semua sudah aku perhitungkan konsekuensinya. Jika Vania akan terluka, itu karena kesalahan itu di mulai darinya. Aku paling benci dengan namanya di khianati, dan Vania melakukan itu. Jadi tidak perduli Kak Arya membela dia, Aku akan tetap bertahan dengan Diva. " jawab Aksara mantap


Aksara masuk kembali ke dalam, di ikuti Arya yang berjalan di belakangnya. Jujur Arya juga kasihan pada Diva, namun jika ia teringat Vania juga banyak bercerita, tentang harapan nya hidup bersama Aksara, membuat Arya tak tega pula.


Diva menatap Aksara, yang sedang berjalan ke arahnya, dan tanpa malunya Aksara merangkul pinggang Diva dan mencium pipinya, membuat Ania berteriak.


" Dasar adik tak tahu diri. Hormati kakakmu. " ejek Ania


" Kenapa Kakak sewot. Apa Kak arya sudah jarang mencium mu. " jawab Aksara santai dengan menarik kursi dan duduk di samping Diva, yang sudah lebih dahulu duduk di sampingnya.


" Jangan iri sayang, Aku akan selalu mencium mu setiap saat. " kata Arya yang sudah merangkul pundak Ania dan mencium pipi Ania pula.


Diva ikut tertawa geli, mendapati kedua kakak iparnya yang sama, sebelas dua belas dengan suaminya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2