
" Divaaa...... "
Panggil Andini dengan membuka pintu kamar Diva begitu saja tanpaengetuk pintu terlebih dahulu. Andini langsung naik ke lantai dua, setelah bertanya pada asisten rumah tangganya jika Diva belum turun dari kamarnya.
Kesalahan Andini adalah, ia lupa menanyakan apakah Aksara juga di rumah atau tidak. Sehingga ia lupa mengetuk pintu dan langsung membuka begitu saja.
" Maafkan Mama..Mama tidak bermaksud menganggu kalian.. "
Ucap Andini ternganga, tanpa ada pergerakan pergi dari depan pintu. Ia begitu terkejut, karena apa yang ia pikirkan selama ini ternyata salah. Andini berpikir jika Aksara dan Diva tidak pernah saling mencintai, karena mereka menikah sudah hampir enam bulan, namun tidak ada tanda tanda akan di beri cucu tambahan dari anak bungsunya .
Begitu Andini sadar jika kehadirannya menganggu, Andini segera berbalik badan dan akan kembali keluar. Namun Diva yang menoleh segera memukul dada bidang Aksara agar di lepaskan karena ia malu terlihat oleh Mama mertuanya. Apalagi, pasti mertuanya akan salah paham melihat pemandangan seperti tadi, dengan posisi berada diatas tubuh Aksara.
" Tunggu Ma.. !!! Ini semua...... "
" Ada apa sih Ma... Pagi pagi ganggu saja. Apa Mama sudah cukup bahagia dengan Cucu dari Kak Ania saja. " ucap Aksara memutus pembicaraan Diva, sontak jawaban Aksara membuat wajah Diva semakin memerah menahan malu, karena Aksara justru memperjelas kesalah pahaman ini, semakin seolah benar adanya.
" Tidak sayang,, Mama justru ke sini sebenarnya ingin menanyakan keadaan Diva,, tadi Mama sempat mampir ke kantor Diva. Tapi ternyata katanya Diva tidak masuk. Mama takut terjadi sesuatu pada Diva, atau takut Diva sakit. Soalnya Mama kepikiran Diva dari semalem. Mama pikir kamu berangkat kantor, soalnya kan Kamu orangnya pantang tidak masuk kerja. Jadi Mama lupa ketuk pintu dan ganggu kalian yang sedang membuat cucu untuk Mama. " ucap Mama Aksara sedikit sungkan, namun tersenyum bahagia karena menatap Diva yang hanya menggunakan jubah mandi, sedangkan jubahnya sedikit terbuka bagian dadanya sehingga terlihat jelas jika Diva tidak menggunakan bra, membuat Andini semakin nyakin jika semalam Diva dan Aksara sudah melewati malam panas, sehingga sampai kesiangan, dan Sekarang Aksara pasti merasa ketagihan dan meminta jatah lagi, tak mengijinkan Diva beranjak pergi, seperti kelakuan Ayah Aksara dulu.
Sedangkan Diva yang melihat Andini senyam senyum sendiri, seolah larut dalam bayangan nya sendiri, membuat nya risi. Ia melihat pemikiran keduanya benar benar sedikit bergeser. Namun Diva sedikit terharu, karena justru Mama mertua nya lah yang bisa merasakan kesedihan nya, tanpa memberitahukan kejadian yang sebenarnya terlebih dahulu padanya.
__ADS_1
Aksara sedikit terkejut mendengar penuturan dari Andini, karena kejadian semalam Mamanya bisa ikut merasakan. Padahal tidak ada yang memberi kabar. Aksara benar benar salut pada Mamanya karena perasaan nya begitu peka. Walau hanya menantu, ia bisa merasakan jika hati Diva semalam sangat sedih.
" Baiklah, kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian. Mama tidak akan ganggu lagi. " kata Andini berencana balik badan,namun ia kembalienoleh lagi kepada keduanya.
" Tapi ingat Aksara... !!! Jangan sampai membuat Diva terlalu capek. Puni bisa memarahiku jika kamu menyiksa anaknya. " kata Andini mengancam Aksara dengan tatapan tajam
" Tunggu Ma.... !!! " panggil Diva
" Mama sama sekali tidak menganggu kok. Kita bisa sarapan bareng dulu. " cegah Diva melarang Mama mertuanya untuk pulang. Selain ingin menjelaskan kesalahan pahaman ini, ia juga merasa tidak enak, Mertuanya datang namun seolah terusir secara halus, walau yang mengusir adalah anaknya sendiri bukan diri nya.
" Tidak usah sayang. Semalem Aksara pasti sudah sangat keterlaluan, lihatlah sampai matamu bengkak seperti itu, pasti karena kamu kurang tidur semaleman. Mama hanya kangen dan khawatir sama kamu, sekarang kamu baik baik saja,Mama sudah tenang. " jawab Andini dengan halus dan membelai wajah Diva dengan halus.
" Iya Ma,, semalam Aksara memang sudah keterlaluan.. "
Diva semakin ternganga, ia bingung harus bicara apa lagi, karena niat hati ingin berterus terang dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya, namun Aksara justru semakin mempersulit dirinya untuk menjelaskan. Dan semakin memperjelaskan kebohongan sehingga kesalahan pahaman semakin terlihat seolah nyata dan benar adanya.
Andini tersenyum bahagia melihat tingkah Aksara yang begitu mencintai Diva. Kekecewaan yang Aksara tanamkan dahulu berlahan memudar dengan perlakuan Aksara yang lembut pada Diva.
" Mama pulang dulu ya Sayang. Besok saja kita bisa bertemu, Ania besok di tinggal Arya keluar negeri, Kita bisa jalan barengan dengan Mama mu sekalian. Nanti aku bicara dengan Puni ya sayang. " kata Andini kemudian pergi meninggalkan keduanya, sedangkan Diva yang tadinya ingin memanggil Andini lagi agar tidak pulang, justru di bungkam oleh Aksara dan di tutup pintunya dengan kaki.
__ADS_1
" emmmt.... emmmmt.... "
Diva yang dibungkam mencoba berbicara namun tidak bisa, ia meminta Aksara agar di lepaskan bungkaman nya.
" Aku harus menjelaskan pada Mama, dan memberitahukan Kamu sangat keterlaluan semalam, bukan hal yang Mama pikirkan. " kata Diva begitu bungkaman Aksara di lepaskan. Diva segera berbalik dan sedikit berlari ke pintu, namun Aksara mengejar berlari lebih cepat, sehingga Aksara lebih bisa mengunci pintu kamar itu terlebih dahulu dan mencabut kunci itu dari gagang pintu
" Berikan Aksa... Aku harus bicara pada Mama mu. " Diva meminta kunci itu namun Aksara juatru menggoda dengan memperlihatkan kunci itu di tangan nya dengan di pegang namun di tinggikan dari Diva sehingga Diva mencoba meraih.
" Ambil.... !!! Bukan kah Mama ku... Mama mu juga. Kamu tadi bahkan sudah memanggil Mama tadi. " jawab Aksara menggoda Diva dengan masih memperlihatkan kunci di tangan nya.
" Berikan Aksa... " Diva masih berusaha mengambil nakun Aksara selalu menggeser geser posisi tangan nya agar Diva tidak bisa meraih kunci itu. Sampai Diva putus asa dan sudah tidak mau meraih lagi.
Akhirnya Aksara mengantong kunci kamar itu di saku celana yang ia gunakan.
" Aku akan memberikan, jika kamu mengambil sendiri di saku ini. " kata Aksara serius
Diva melihat saku celana Aksara, ia masih ragu untuk mengambil namun ia beranikan diri untuk mengambil.
Diva mendekat pada Aksara dan mulai mengulurkan tangan nya untuk masuk ke saku celana Aksara. Dengan hati hati ia merogoh saku celana Aksara, ia takut jika tidak hati hati bisa memegang sesuatu yang berbahaya.
__ADS_1
Siapa sangka, saat Diva serius mengambil kunci di saku celana Aksara, Diva langsung di cium bibirnya oleh Aksara membuat Diva hilang konsentrasi dan salah menyentuh sesuatu yang ia sangat hindari.
Bersambung..........