
Begitu mendengar suara mobil, Aksara bergegas keluar. Di lihat jam di dinding menunjukan pukul setengah sepuluh malam.
Aksara melihat William membopong tubuh Diva, membuat dadanya terasa panas, emosi nya kini tidak bisa di bendung lagi.
" Kenapa dengan nya?? " tanya Aksara di depan pintu
" Maaf Tuan, Diva sedang mabuk. " jawab William
" Jadi seperti ini keseharian wanita ini. " ungkap Aksara sinis
" Tidak Tuan. Ini adalah untuk pertama kalinya Diva menyentuh minuman alkohol. Karena ia ingin mencoba, baru satu gelas, kondisi tubuhnya tidak bisa menerima. " ucap Wiliam meluruskan
Aksara menatap tajam William, ia meraih tubuh Diva dari Wiliam.
" Sebagai asisten kamu tidak becus. lebih baik kamu berhenti dan menjauh dari Diva. " ungkap Aksara
" Saya akan berhenti, jika Tuan Arsyad yang memberhentikan saya Tuan. Jika untuk dekat dengan Diva membuat Anda tidak nyaman, saya akan menjauh. Tapi apa bisa Anda memberi saya satu alasan yang tepat, kenapa saya harus menjauh dari Diva ?? " tanya Wiliam
" Aku hanya tidak suka, selama Dia menjadi istri saya, Dia punya skandal dengan Pria lain. Apalagi sampai hal memalukan seperti ini terdengar oleh publik. " jawab Aksara meninggalkan William masuk ke dalam rumah, tanpa mempersilahkan William untuk masuk.
William dengan lapang dada akan berusaha menjauhi Diva, memang ada benar nya, jika ia terlalu dekat dengan Diva, mungkin akan ada hal hal negatif yang keluar untuk nama baik Diva.
Diva di bawa masuk oleh Aksara ke dalam kamarnya. Aksara membaringkankan tubuh Diva dengan pelan. Lama Aksara menatap wajah Diva yang terpejam. Ia seolah terhipnotis kecantikan Diva, tak bisa melepaskan pandangan nya untuk Diva.
Perlahan Aksara membelai wajah Diva, ia terkejut saat Diva menarik tangan nya ke dalam pelukan Diva, sampai tubuh nya ambruk ke samping Diva.
Debaran jantung Aksara terdengar tak berirama, ia merasakan panas di wajah nya, karena sekarang ia bisa merasakan hembusan nafas Diva di wajah nya.
Untuk pertama kali nya Aksara memeluk seorang wanita. Ada perasaan yang susah untuk ia jelaskan dengan kata kata.
Aksara melihat Diva begitu nyaman dengan posisi nya, di peluk Aksara macam ini, membuat Aksara diam dan terus memandang wajah Diva yang semakin dekat.
Malam semakin larut, Aksara ikut tertidur di kamar Diva, padahal sebelumnya ia sudah membereskan barang barang nya, di kamar sebelah Diva.
Aksara terbangun, karena tubuh nya seperti di peluk bara api. Aksara menempelkan tangan nya di dahi Diva.
__ADS_1
" Panas sekali " gumam Aksara
Aksara melihat jam di dinding menunjukan pukul empat pagi. Karena waktu yang masih pagi, ia tidak enak untuk membangunkan asisten rumah tangga. Ia sendiri turun ke bawah untuk mencari air dan kompres untuk mengompres kening Diva.
Aksara mempersiapkan semuanya sendiri di dapur, kemudian ia meletakan air dalam baskom kemudian kembali ke atas untuk mengompres.
Dengan telaten Aksara mengompres Diva, hampir setengah jam namun panas di tubuh Diva belum turun. Ia memutuskan untuk memanggil dokter keluarga ke rumah nya.
Pukul lima sang dokter sampai rumah, ia mulai memeriksa keadaan Diva. sang dokter pun memberikan obat beserta cara pemberiannya. Dengan catatan sebelum minum obat ia harus makan.
Begitu selesai memeriksa Dokter itu pun keluar, pamit ijin pulang.
Aksara mengantarkan dokter pulang, sampai teras rumah nya. Sebelum ia naik, ia berpesan pada salah satu asisten rumah tangga untuk membuatkan bubur untuk nya, dan di bawa ke kamar Diva. Setelah itu, ia pun kembali naik ke atas menaiki tangga.
Aksara kembali membenarkan kompres di kening Diva.
Diva mulai bangun, ia membuka mata nya, dan memegang pelipis kepalanya, yang ia rasakan saat ini adalah pusing yang sangat menyiksa.
Diva bisa melihat Aksara duduk di samping ia berbaring kini. Diva mencoba bangun membuat kompres handuk yang menempel di kening nya terjatuh.
Aksara melihat Diva meringis kesakitan, sehingga ia bisa melihat jika Diva menahan sakit.
" Tapi aku mau ke kamar mandi. " ucap Diva pelan
Ia mencoba bangun dari tempat tidur, dan berjalan pelan. Semula Aksara hanya menatap Diva, tanpa ada niatan untuk membantu, namun saat melihat Diva terhuyung, ia segera.berlari menahan tubuh Diva yang hampir tersungkur.
" Pusing sekali ??? " tanya Aksara
" Iya... " jawab Diva pelan dengan berpegangan lengan Aksara.
Sampai di dalam kamar mandi, Aksara membimbing Diva untuk duduk di closed, Kemudian ia keluar.
" Diva, apa kamu baik baik saja ?? " panggil Aksara karena sudah lama Diva berada di dalam, namun tak kunjung keluar.
" Aksa, kaki ku tidak kuat untuk menumpu, bisakah kamu bantu aku berdiri. " ucap Diva dari dalam.
__ADS_1
Aksara membuka pintu yang ternyata tidak di kunci oleh Diva.
" Gadis ceroboh. " batin Aksara mengetahui pintu kamar mandi tadi tidak di kunci
Ia melihat Diva terduduk di lantai kamar mandi, sedang menatap diri nya.
Aksara segera membantu Diva berdiri, kemudian mengangkat tubuh Diva dan membopong nya ke ranjang.
" Bajumu basah. Biar Bik Marni bantu kamu ganti. " ucap Aksara, saat melihat asisten rumah tangga nya masuk ke kamar dengan membawa nampan bubur yang ia pesan tadi.
" Bik .... Bantu Nyonya ganti pakaian. " pinta Aksara melihat Bik Marni
" Baik Den. " jawab Bik Marni.
Aksara memilih keluar, membiarkan Diva berganti pakaian terlebih dahulu.
" Bik, Aku malu. Bibik siapkan satu baju ganti saja, biar kau ganti sendiri ya. " pinta Diva setelah melihat Aksara keluar kamar.
" Iya Non. " jawab Bik Marni
Bik Marni pun mencarikan satu stel pakaian santai, kemudian membawa kepada Diva.
Dengan sedikit di bantu Bik Marni, Diva selesai memakai pakaian nya.
" Non Diva sakit ?? Saya pikir Tuan tadi yang sakit. Aku lihat Tuan juga pucat, lingkar matanya hitam. Mungkin karena dari semalam nungguin Non Diva. " ucap Bik Marni membantu Diva untuk memakan bubur yang ia buat.
Diva hanya tersenyum mendengar penuturan Bik Marni. Ia juga tidak menyadari jika Aksara tari terlihat pucat. Diva pun segera memakan bubur, sedikit demi sedikit.
Setelah habis, Bik Marni pamit turun, untuk menyelesaikan pekerjaan bawah. Karena setelah acara pernikahan selesai, di rumah ini hanya di huni oleh Bik Marni dan suaminya yang bekerja sebagai tukang kebun. Sedangkan satpam, ada dua yang secara bergantian sift ada di post depan gerbang. Mereka semua Adalah sodara Bik Marni dari kampung, sehingga semuanya berkumpul di rumah belakang, sedangkan untuk makan, Bik Marni lah yang membuatkan.
Tak berselang lama Aksara kembali masuk, memberi tahu kan untuk obat yang harus Diva minum.
" Aksa.... " panggil Diva
" Terima kasih sudah menjagaku. " imbuh nya
__ADS_1