
Boleh Ya Author minta Gift dan Votenya,, agar Author semangat buat crazy Up ....😘😘🥰
Diva mendorong Aksara dan ingin memakinya. Kenapa selalu saja Aksara berbuat sesuka hati seperti itu. Namun bukanya beralih, Aksara justru semakin mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Diva.
" Di sini banyak media bersembunyi, aku hanya membantu mu memainkan peran suami yang romantis. " bohong Aksara agar Diva tidak mengamuk saat dirinya lepas kendali, saking begitu gemasnya melihat bibir Diva yang sedari tadi terus berkomat kamit dan manyun.
Diva melihat ke kanan ke kiri, tapi tidak melihat seseorang yang memperhatikan, hanya jalan yang begitu ramai. Diva tersadar, karena sejak seminggu menjalani kerja di Perusahaan dan meninggalkan dunia keartisan, Diva sampai lupa, bahwa dia seorang publik figur. Walau bisa di bilang sudah mantan, karena Aksara memutuskan semua kontrak Diva secara sepihak.
Dengan bodohnya Diva percaya begitu saja dengan ucapan Aksara. Kemudian ia melanjutkan lari lari kecil mengejar Aksara yang sudah lebih dulu meninggalkan nya.
Aksara berhenti di persimpangan jalan, menarik Diva agar mengikuti langkah nya.
" Kenapa lurus?? " tanya Diva, bahkan sekarang Diva sudah lupa jika pagi ini ia mempunyai janji dengan Deandra, dan asyik berlari ikuti langkah Aksara yang terus mengajaknya berdebat kecil.
" Kita akan olah raga. Bukan untuk kembali pulang. " ucap Aksara sambil kembali menarik tangan Diva, karena Aksara tahu, jika Fiva pasti memilih akan kembali pulang dan beristirahat, karena sudah terlihat keringat Diva yang membanjiri wajah cantik nya.
Diva seperti anak kecil yang merajuk, karena kali ini ia sudah tidak kuat berlari. Bisa berjalan pun dengan tarikan Aksara.
Diva begitu terpesona dengan sebuah taman yang sangat luas, di sini sudah banyak orang berolahraga pagi. Ada sepasang kakek nenek yang berjalan tanpa alas di kerikil kerikil, banyak anak kecil berlari larian. Diva baru tahu, jika lawan arah dari rumah barunya ada taman seindah dan seluas ini.
" Aku tidak menyangka jika di dekat rumah kita ada taman seindah ini. " gumam Diva yang bisa di dengar oleh Aksara
" Hanya mengandalkan otak dangkalmu itu, mana bisa kamu tahu tempat seperti ini. " ejek Aksara.
Diva ingin memukul lengan Aksara, karena jengkel Aksara terus saja mengatai dan mengejek nya orang bodoh.
" Berhenti mengataiku Otak dangkal. " ketus Diva sambil berancang ancang memukul lengan Aksara yang tidak jauh dari sampingnya.
__ADS_1
" Bagaimana tidak di katakan otak dangkal, memukul saja tidak bisa. " ejek Aksara lagi. Aksara begitu bersemangat terus menggoda Diva, kemarahan Diva justru membuat Aksara semakin ingin terus menggoda.
Diva berlari mengejar Aksara yang berusaha menghindar dan mengoloknya, tanpa mereka sadari ada tawa yang mereka tunjukan satu sama lain, di sela ejek mengejek ini.
Brukkkk.......
Karena begitu semangat ingin memukul Aksara yang terus mengatakan dia bodoh dan serba tidak bisa, Diva menabrak seseorang.
" Aduh maaf ya Kak..... " ungkap Diva menolong orang yang ia tabrak sampai jatuh.
" Ya.. memang jika pengantin baru itu merasa dunia milik berdua. Yang lain pada numpang. " gerutu Pria itu yang sudah lebih dahulu melihat kehadiran mereka berdua.
Diva menatap wajah Pria yang ia tolong, karena penasaran ternyata Pria itu mengenal dirinya dan juga statusnya dengan Aksara.
" Steven ??? " pekik Diva sedikit berteriak karena terkejut bertemu teman lamanya.
Aksara mengingat Pria yang di tabrak Diva, ternyata mereka sudah pernah bertemu di Dubai kemarin. Ada perasaan tak enak muncul di hati Aksara, entah cemburu atau memang benci melihat Pria itu. Aksara kembali mendekati Diva, dan menarik Diva agar menjauh dari Pria menyebalkan yang menurut pendapat hati Aksara.
" Jadi dia suamimu?? " ungkap Steven melihat Aksara yang berdiri di samping diva.
Bukannya menjawab Riva justru kembali maju mendekati Steven.
" Bukan. Dia bodyguard ku. " bisik Diva di telinga Steven, dengan senyam senyum.
Sedangkan Steven yang sudah biasa dengan sikap kocak Diva pun tertawa renyah, namun seketika redup, saat melihat hawa dingin dari aura Aksara, saat keduanya beradu pandang.
Aksara sangat marah saat Diva di depan matanya bercanda bahkan sampai berbisik bisik dengan Pria lain. Aksara menarik kaos belakang Diva, dan menarik pinggangnya hingga berdiri saling berpepet.
__ADS_1
Diva merasa tak nyaman dengan posisinya sekarang ini. Diva tidak ingin melukai hati Steven, walau sesungguhnya dengan menolak cintanya saja sudah termasuk melukai, hanya saja tidak ingin melukai terlalu dalam, dengan memamerkan kemesraan nya di depan Steven.
" Apa rumah mu di dekat sini,Steve ?? " tanya Diva
" Ya. Di blok C. " jawab Steven dengan tersenyum kecut
" Wah ternyata kita dekat. Kami tinggal di Blok B, jika waktuku kosong mampirlah di rumah kami,, aku di nomor 19. " kata Diva mengalihkan pembicaraan agar tidak terjadi situasi yang kikuk, Diva bahkan agak bergeser dari tubuh Aksara, namun tangan Aksara kaku, tak bisa di tolerir untuk bergeser.
" Sayangnya kita tidak pernah ada waktu kosong. Kamu jangan membuat basa basi seperti itu Diva. " kata Aksara dingin
Tanpa permisi Aksara kembali menarik pinggang Diva dan pergi meninggalkan Steven yang masih mematung melihat kepergian dua orang yang di hadapan nya tadi.
" Aksa... Steven itu temanku. Kamu jangan keterlaluan seperti itu." ungkap Diva mencoba melepaskan tangan Aksara di pinggang nya, namun tidak bisa. Sesekali ia melambaikan tangan pada Steven dan di balas oleh Steven
Aksara sudah tidak menjawab lagi, ia bahkan semakin cepat berjalan membuat Diva lelah, karena ia terus di tarik.
Diva berpikir caranya agar pinggang nya di oepaskan, dan ia ingin beristirahat karena kakinya sudah tidak kuat untuk berjalan lagi.
Terbesit otak licik Diva, ia pun berencana pura pura terkilir agar berhenti berjalan, munculah senyum jahat dari wajah Diva. Kemudian ia pun menjalankan niat licik nya.
Kleck.....
" Auwww..... Aksa... !!! Sakit.... !!! " Diva pun tak mampu menopang tubuh lagi. Ia mencoba berpegang lengan Aksara, namun tetap hilang keseimbangan dan terjatuh.
" Diva...Jangan bercanda !! Aku tahu otak licikmu. " ucap Aksara yang tadi sempat melirik senyum jahat dari wajah Diva.
Terlihat raut merah di pipi Diva, ia meringis menahan sakit Dan memegang pergelangan kakinya.
__ADS_1
" Otak dangkal mu tidak bisa untuk mengelabuhi ku. Cepat bangun !!! " perintah Aksara tanpa niatan membantu, bahkan ia berencana akan meninggalkan Diva.