
Update ketiga hari ini.... Tengah malam ada yang manis manis dari Author.... Jangan Lupa kasih Vote dan Gift ya... Biar Author semangat buat Update lebih buanyak lagi..... 🥰🥰🥰🥰
Diva yang terkejut sekaligus gugup segera mendorong tubuh Aksara dari hadapan nya, dengan tangan kirinya, sedang tangan kanan nya masih berada di saku Aksara, tidak berani berpindah lagi. Ia takut kembali menyentuh sesuatu yang tadi sempat tersentuh. Namun Aksara menahan tangan kiri Diva dan justru memperdalam ciuman nya.
Ciuman Aksara semakin menuntut, dan semakin dalam. Ia tidak membiarkan Diva untuk menjauh dari dekapan nya, karena kini Aksara menguasai tubuh Diva semakin erat, sampai Diva sama sekali tidak bisa bergerak, atau bahkan untuk bernafas saja Diva kesulitan.
Diva sendiri mulai merasakan panas di sekujur tubuhnya, ia berperang antara pemikiran dan perasaan nya. Karena kini perasaan nya ikut terbuai dan seolah merasakan getaran hebat, ia yang baru merasakan ciuman sedalam ini, merasa sensasi yang sulit ia jabarkan.
Kini Diva bahkan seolah pasrah, dan bibirnya ikut terbuka, sehingga Aksara bisa semakin leluasa memainkan ciumanya menerobos masuk ke dalam bibir Diva.
Tangan kanan Aksara masih memegang tengkuk Diva dengan sangat erat, sedangkan tangan kirinya mulai turun masuk di belahan jubah mandi Diva, kemudian masuk dengan leluasa ke dalam dada di langsung, karena sejak semalam ia tidak menggunakan pakaian dalam satu pun.
Diva semakin merasa panas, dan tak bisa mengartikan perasaan nya, karena kini ia merasa menginginkan lebih dari yang Aksara lakukan saat ini.
Diva tak bisa menahan de**han nya, saat Aksara turun menciumi lehernya dan meninggalkan tanda merah di sana, namun tidak memberhentikan aksi tangan kirinya di dada Diva.
__ADS_1
Aksara yang mendengar suara Diva serak dan wajah sayu semakin terbakar kabut gairah. Aksara sendiri juga untuk pertama kalinya melakukan ini, atau bahkan untuk pertama kalinya melihat pandangan seperti ini, seperti sudah lihai membuat seorang wanita melayang di mabuk asmara.
Aksara membimbing Diva ke sisi ranjang hingga Diva terjatuh di ranjang dengan posisi terlentang bersamaan dengan Aksara menarik tali jubah mandi Diva sehingga terbuka sudah jubah itu dari pengaitnya, menampakan tubuh Diva atas yang putih mulus, dan menggoda iman.
Aksara segera menindih tubuh Diva, dan kembali mencium bibir Diva.
Kali ini Diva mencoba melawan lagi, ia tidak mau melakukan ini semua tanpa ada kejelasan hubungan. Bagaimana pun ia merasa sangat di rugikan jika sampai terjadi perceraian, karena ia teringat kembali hubungan ini yang akan berakhir setelah satu tahun.
" Lepaskan Aku Aksa.... Aku mohon. " pinta Diva meminta Aksara menyudahi aksinya, karena ia tidak mau kecewa.
" Jika menolak ku, kamu akan berdosa Diva. Menolak seorang suami, neraka yang akan menantinya. Jangan sampai mengecewakan Aku, karena bagaimana pun Aku adalah Suami mu Diva. " kata Aksara yang sudah terlanjur menegang, dan tak mampu ia kendalikan lagi.
Diva akhirnya diam mendapat jawaban yang benar dari Aksara, ia memang akan berdosa jika menolak keinginan Aksara, karena bagaimana pun Papanya sudah melimpahkan tanggung jawabnya untuk Aksara, walau jika di pikirkan, Aksara tidak pernah memberikan nafkah materi pada Diva selama enam bulan ini, namun tidak bisa di pungkiri jika Aksara menjamin semuanya tentang Diva. Mulai dari peralatan rumah tangga, sampai makanan sehari hari Aksaralah yang mengatur keuangan nya, sehingga Diva hanya mencari uang untuk kesenangan dirinya saja.
Melihat Diva tidak menjawab, dan seolah terima dengan penjelasan Aksara, Aksara tak menunda waktu lagi, sebelum Diva berubah pikiran, dan memberontak seperti yang sudah sudah.
__ADS_1
Aksara kembali mencium leher Diva dan semakin turun ke bawah, hingga ia mendaratkan ciuman di puncak dada Diva, membuat Diva mengelijang hebat, ia tak bisa menahan de**han, ia kembali mengeluarkan suara serak parau, Aksara semakin semangat memainkan kedua dada Diva dengan sangat menuntut, tak lupa tangan nya yang sudah mendahului turun ke bawah bermain di area sensitif Diva, membuat Diva tak bisa menjabarkan, sebuah rasa apa yang ia rasakan saat ini. Sungguh inikah kenikmatan surga dunia yang orang orang ucapkan, pikir keduanya.
Aksara segera melepaskan pakaian satu per satu dengan cepat dan membuangnya ke sembarang arah. Ia tidak hiraukan pakaian nya berserakan di bawah, yang ia pikirkan sekarang ini adalah, bagaimana ia segera memiliki Diva, tanpa ada penolakan lagi dari Diva.
Diva melengos membuang muka ketika ia melihat tubuh sempurna Aksara tanpa satu benang pun yang menutupinya. Pipi Diva bersemu merah, menahan malu ketika Aksara kembali mengungkung tubuhnya dan berada di atas tubuhnya tanpa sehelai benang pun.
Aksara kembali membawa wajah Diva agar menatap kearah nya, ia tahu jika Diva malu melihat nya saat ini. Kedua mata itu beradu, terpancar dari keduanya tatapan penuh cinta yang sudah di penuhi dengan sejuta hasrat yang menggelora. Tatapan keduanya berlahan terputus dengan terpejamnya mata keduanya, saat Aksara terus melihat bibir tipis Diva dan mengarahkan bibirnya pada bibir Diva.
Aksara berlahan mencium bibir Diva kembali, kali ini dengan sangat lembut, tak lupa tangan tak berhenti atau diam saja. Kedua tangan Aksara sudah melepaskan jubah yang Diva kenakan, saat Diva terbuai dalam ciuman hangat yang Aksara ciptakan. Bibir Diva kembali terbuka, sehingga Aksara bermain dengan lidah Diva, siapa sangka, walau dengan ragu Diva membalas ciuman Aksara, membuat Aksara semakin panas, tak biaa menahan kelakiannya yang semakin mengeras, merasakan sambutan ciuman dari Diva.
Keduanya terlibat ciuman hangat, namun kini telah berubah ciuman yang menuntut, Aksara semakin turun, dan berada di perut Diva, ia membuat tanda merah disana, membuat Diva kembali mengeluarkan suara parau nya, Diva semakin mengelijang hebat, saat Aksara bermain main di area terlarang nya dengan bibir.
Diva menjambak keras rambut Diva saat Aksara tak menyudahi aksinya. Bahkan semakin bersemangat tatkala merasa tahu Diva merasakan sensasi luar biasa itu.
" Aksaaaaaa......... " suara parau Diva, justru membuat Aksara menegang semakin terbakar, ia mencoba menerobos milik Diva ketika Diva sudah mengeluarkan sesuatu dari dalam miliknya.
__ADS_1
Namun tiba tiba saja saat Aksara berusaha menyatukan miliknya, Diva mendorong keras Aksara sampai Aksara menghentikan aksinya yang memaksakan miliknya masuk.
" Stop Aksa..... !!! " teriak Diva keras dengan menarik tubuhnya keatas, agar Aksara menghentikan aksinya, ia tidak kuat menahan sakit yang mendera dirinya, karena kabut asmara yang sempat ia rasakan tadi, sensasi yang sulit ia jabarkan di awal, kini hilang sudah semua rasa itu, ketika pusaka Aksara mencoba menerobos masuk di dinding miliknya.