
" Cukup Aksa.... !!! Aku mohon lepaskan Aku. Ini semua salah. " pinta Diva menutup dadanya dengan jubah yang ada disampingnya. Karena Aksara hanya menanggalkan pakaian tanpa membuangnya.
Aksara masih tak percaya, secepat itu Diva berubah pikiran. Baru satu menit yang lalu Diva mende**h di bawah kungkungan nya. Tapi sekarang dia sudah kembali memberontak, dan menolak dirinya.
" Diva,,, jangan mempermainkan Aku. Aku tidak mungkin menyudahi ini semua. " kata Aksara
" Ingat Aksa,, kita akan bercerai setelah satu tahun. Aku tidak mau di rugikan olehmu. Anggap saja kita tidak pernah melakukan ini. Dan mari bersikap seperti biasa. " pinta Diva masih mencoba melepaskan diri namun Aksara memegang lengan nya
Siapa sangka jika mendengar kata cerai dari mulut Diva, Aksara langsung memanas. Ia tidak terima setelah satu tahun, Diva akan menceraikan dirinya. Padahal ucapan itu, Aksaralah yang membuat keputusan dahulu.
Aksa menarik tubuh Diva kebawah kungkungan nya kembali. Kali ini Aksara memaksa Diva, untuk menerima miliknya. Tak ia hiraukan deraian air mata dan juga ringisan Diva menahan sakit. Bahkan Diva mencengkeram sprei di sampingnya, sebagai luapan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
Aksara terus memasukan miliknya menyatu dengan punya Diva, seakan tak ia ketahui jika Diva sangat tersiksa.
Setelah menyelesaikan satu permainan, Aksara mengeluarkan benihnya di rahim Diva sebanyak banyaknya dan sedalam dalamnya. Aksara berharap, benih ini akan tumbuh dan berkembang, hingga lahirlah Aksara junior dari rahim Diva nantinya, yang pada akhirnya bisa mengikat Diva agar tidak meninggalkan dirinya.
Berbeda dengan Diva, ia menagis sesenggukan memiringkan tubuhnya membelakangi Aksara ketika Aksara merebahkan tubuhnya di samping nya. Buliran keringat keluar dari tubuh Aksara, ia menatap punggung Diva yang sedang membelakanginya, kemudian Aksara menarik nya hingga Diva kembali telentang, namun dengan pelan dan perlahan.
" Kenapa kamu lakukan ini Aksa. Kamu sudah berjanji tidak akan menyentuhku, sekalipun aku telanjang di depan mu Aksa,, masih ingatkah dengan ucapan mu dahulu?? " kata Diva masih dengan isakan tangis, mengingatkan apa yang Aksara ucapkan dulu dengan angkuhnya.
" Aku minta maaf Diva. " ucap Aksara menyesal, padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak membuat Diva menangis, pada kenyataannya ia masih membuat Diva menangis karena memaksanya memberikan kesucian nya.
" Maaf.... ??? Apa dengan kata Maaf bisa mengembalikan kesucian ku?? " jawab Diva yang tidak mendapat sangkalan dari Aksara
" Aku menjaga kesucian itu untuk Suamiku kelak. " tambah Diva manatap Aksa benci
" Tapi Aku suami mu ?? " jawab Aksa memiringkan tubuhnya menghadap Diva yang sedang telentang namun sudah tertutup selimut
__ADS_1
" Suami yang mencintaiku kelak, maksudku. " ketus Diva
" Tapi Aku suami yang juga mencintaimu Diva. " tambah Aksara menjawab ucapan Diva lagi
Diva menoleh pada Aksara, menatap penuh selidik, adakah kebohongan di sana. Namun Diva melihat Aksara serius, ia tak nampak berbohong.
" Lalu bagaimana dengan perjanjian mu dengan Vania ? Bukankah kamu akan bersamanya setelah satu tahun menikah dengan ku?? " kata Diva mencari kejelasan.
" Vania ??? " ucap Aksara menggantung
Sebuah nama yang sudah lama ia lupakan, sejak ia menikah dengan Diva. Ia bahkan lupa jika ia memiliki janji dengan Vania. Yang Aksara tahu, saat ini ia hanya memiliki rasa dengan Diva, sekalipun ia dulu mencintai Vania, tapi rasa itu berbeda dengan Diva saat ini. Nilai tempat di hati Aksara hanya ada Diva di sana.
Diva memunggungi Aksara kembali, karena Aksara hanya menjawab dengan sebuah sebutan nama, tanpa menjelaskan jika ia tidak mencintai Vania.
" Lupakan saja. Anggap saja ini tidak pernah terjadi. " kata Diva sambil memungut jubah mandi dan ia gunakan lagi.
Namun sedalam apapun ia menyesali, itu tidak akan merubah keadaan dirinya, Diva memilih untuk tidak mengingat lagi kejadian ini.
Diva menangis merasakan sakit saat ia membersihkan diri, area sensitif nya sangat panas seperti terbakar saat ia mencoba buang air kecil.
Lama Diva melamun membayangkan kembali reka adegan dengan Aksara tadi, namun bodohnya, ia tidak merasa jijik seperti di perkosa Pria di jalan itu.
" Aa.... Diva kamu bodoh !!! "
Diva Kembali menyalahkan diri sendiri, karena masih saja tidak bisa membenci Aksara atas kejadian ini. Padahal jelas jelas Aksara mengambil paksa kesucianya, namun setiap ia mengingat kata Aksara mencintai dirinya, rasa benci pada Aksara melebur begitu saja.
Selesai membersihkan diri, Diva memakai jubah mandi kembali, karena ia lupa membawa pakaian ganti. Diva keluar dari kamar mandi, terlihat Aksara sudah mengenakan pakaian duduk di sisi ranjang yang juga sedang menatap dirinya. Diva memutuskan pandangan, dan membuka pintu walk in closed, namun terhenti karena Aksara memanggil namanya.
__ADS_1
" Diva...... " panggil Aksara, dan Diva pun menghentikan tangan nya yang sedang memegang gagang pintu.
" Aku ingin bicara... "
" Tak perlu ada yang di bicarakan Aksa, kita sudah sama sama dewasa. Anggap saja tidak pernah terjadi sesuatu pun antara kita. " kata Diva memotong pembicaraan Aksara.
" Antara kita memang tidak terjadi apa apa Diva, apa yang kita lakukan adalah hal yang sewajarnya di lakukan pasangan suami istri. Aku hanya melakukan kewajibanku sebagai suami, kewajibanku memberi nafkan batin padamu, dan kamu berhak menerima nya." ucap Aksara
" Untuk kedepannya, apa yang kita jalani adalah hubungan suami istri pada umumnya, karena mulai malam ini, kita akan tinggal satu kamar. " ucap Aksara yang langsung membuat Diva spontan menatap Aksara yang sempat ia belakangi tadi.
" Apa maksudmu, kedepan nya kita akan..... " tanya Diva ragu ragu menanyakan kejelasan hubungan nya yang serius tanpa ada perceraian.
Namun sayangnya Aksara menatap lain arah pembicaraan Diva, ia berpikir meminta jatah lagi lain waktu, seperti semalam.
" Tentu saja,, jika kamu menginginkan sekarang, aku masih bisa membuatmu melayang kembali. " kata Aksara sambil mendekati Diva dan memcium lehernya.
" Bukan itu maksud pertanyaan ku. menyingkir lah !! " kata Diva mencoba mendorong Aksara, karena tubuhnya meremang, saat Aksara mencium lehernya.
Bukan menyingkir, Aksara justru melingkarkan tangan nya di pinggang Diva, dan mulai men**sap leher Diva meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Entah karena Aksara baru merasakan kenikmatan bercinta, atau memang Aksara sedang di mabuk cinta oleh Diva, ketika melihat Diva, ia selalu saja bangkit jiwa kelakiannya. Seolah tak ada hari lain, Aksara kembali menciumi leher Diva yang begitu harum karena Diva habis mandi.
" Aksaaa.... Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu sekarang jadi seperti ini !! " kata Diva mencoba melepaskan diri.
" Ini karena kamu Diva. Aku seperti ini karena dirimu. " jawab Aksara tanpa menghentikan ciuman nya.
Bersambung..........
Yang Mau author crazy Up .........vote dulu Ya......🥰🥰🥰
__ADS_1